• Definisi: pola pengembangan dengan memfokuskan pada karakteristik topik itu sendiri.
  • Contoh: Mengkudu (morinda citrifolia) adalah tumbuhan asli dari Indonesia, termasuk jenis kopi-kopian, dan dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah. Penyakit yang dapat diobati dengan buah mengkudu, yakni hipertensi, sakit kuning, demam, influenza, batuk, dan sakit perut.
  • Klasifikasi ialah pola pengembangan yang membagi sesuatu dan mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori.
  • Contoh:Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta. Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM.

 

Proses adalah pola pengembangan yang sering ditemukan pada buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.

Contoh: Lemon dan jeruk nipis ternyata memiliki khasiat sebagai penghilang jerawat. Kedua buahinimengandungcitricacidyangsangatkayadansangatbaikuntukmemindahkan sel-sel kulit mati yang bisa menjadi penyebab jerawat. Cara menggunakannya ialah dengan mencampurkan perasan lemon atau jeruk nipis dengan air mawar, kemudian oleskan di wajah secara merata dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas wajah dengan air hangat. Penerapan yang dilakukan secara rutin dan konsisten selama 15 hari akan memberikan hasil yang maksimal.

  • Ilustrasi (contoh) adalah pola pengembangan yang menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan kata seperti, bagaikan, contoh, dan misalnya.
  • Contoh: Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik. Indikatornya dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya, dalam bidang otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan raya. Sepeda motor baru, mobil pun baru. Ini menandakan bahwa taraf hidup masyarakat mulai membaik. Indikator lain seperti daya beli masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bidang papan, misalnya, banyak warga masyarakat yang membangun tempat tinggal yang permanen.

 

Komparatif (perbandingan) pola pengembangan dengan menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain. Hal lain yang dibandingkan berupa dimensi-dimensi kesamaan. Kesamaan itu bisa cirinya, karakternya, tujuannya, dan bentuknya.

Contoh: Kartun berasal dari bahasa Inggris “cartoon”, sedangkan anime diserap dari kata animation. Karena anime dan manga Jepang sangat hit dan popular di dunia, sebutan kartun lama-kelamaan berkurang dan orang-orang mulai memakai sebutan anime. Begitu pula dengan kata komik dan manga karena komik Jepang mendunia, orang-orang mulai menggunakan kata manga untuk komik yang berasal dari Jepang. Sebenarnya kata cartoon, comics, animation tidak ada perbedaan dengan kata anime dan manga, sebutannya saja yang berubah. Jadi, lebih detailnya komik merupakan buku manga, sedangkan animation/anime adalah gambar yang bergerak. Anime dan manga telah menjadi bahasa dunia bukan hanya digunakan oleh orang Jepang saja, melainkan juga oleh seluruh masyarakat dunia.

  • Kontrastif (pertentangan) adalah pola pengembangan pertentangan antara sesuatu dengan  sesuatu  yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.
  • Contoh: Orang yang gemar bersepeda pada umumnya ialah orang-orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.

Bentuk-bentuk Karangan

 

Deskripsi

 

  • Bentuk karangan yang melukiskan suatu peristiwa sedetail mungkin, serinci mungkin untuk menggambarkan obyek yang sedang dibicarakan
  • Agar pembaca melihat sendiri peristiwa/ obyek yang sedang dibicarakan tersebut

 

Eksposisi

 

  • Bentuk karangan yang memaparkan suatu peristiwa pada pembaca. Untuk memperjelas eksposisi sering digunakan data-data dan fakta-fakta, misalnya grafik, gambar, tabel, peta, statistik, diagram, organogram, dll
  • Agar pembaca memperoleh informasi selengkap-lengkapnya, sejelas-jelasnya, dan pada akhirnya menambah pengetahuan pembaca

 

  • Ada 2 macam eksposisi:
    1. Eksposisi pendek : karangan yang menjelaskan suatu peristiwa secara singkat. Contoh : petunjuk penggunaan pemakaian sampo, alat kosmetik, makanan instan, dll
    2. Eksposisi panjang : karangan yang menguraikan suatu peristiwa secara lengkap dan menyeluruh. Contoh : Artikel-artikel di surat kabar yang membahas permasalahan sosial, ekonomi, politik, budaya, Iptek, dll

 

Persuasi

 

  • Bentuk karangan yang menguraikan suatu peristiwa disertai data dan fakta untuk mempengaruhi, mengajak, membujuk pembaca agar mengikuti seperti yang dikehendaki oleh penulis
  • Agar pembaca terpikat, terpengaruh, dan mengikuti keinginan penulis

Contoh : iklan dan poster

 

Argumentasi

 

  • Bentuk karangan yang menjelaskan suatu peristiwa disertai dengan data dan fakta untuk meyakinkan pembaca
  • Agar pembaca merasa yakin akan suatu kebenaran/pendapat dari penulis
  • Biasanya diakhir tulisan terdapat penanda kata kesimpulan

 

Narasi

 

  • Bentuk karangan yang menguraikan suatu peristiwa berdasarkan urut-urutan waktu secara kronologis
  • Agar pembaca melihat sendiri peristiwa tersebut
  • Contoh : biografi, cerpen, novel, roman, dongeng, hikayat, dll

MENULIS CERPEN

 

Pengertian

Cerpen merupakan cerita atau kisah alur hidup manusia dalam bentuk tulisan yang ringkas dan jelas. Cerpen yang biasa juga dinamakan dengan prosa atau karangan fiksi, memiliki isi pengisahan yang hanya berfokus pada sebatas satu permasalahan atau konflik. Secara singkatnya, jalan cerita pendek hanya berpusat pada satu konflik saja. Dengan demikian tokoh yang ditampilkan juga terbatas antara 3 sampai 5 orang. Cerpen hanya menceritakan peristiwa sesaat yang dianggap penting dan menarik.

 

Ciri-ciri

  • Panjang cerita 3-6 halaman
  • Hanya terdapat 1 insiden
  • Konflik dalam cerpen tidak mengakibatkan perubahan nasib
  • Hanya terdapat 1 alur
  • Perwatakan tokoh dilukiskan secara singkat

 

Langkah-langkah menulis cerpen

  • Tahap persiapan
    • Sudah memiliki ide yang akan ditulis
  • Tahap inkubasi
    • Ide yang ada disimpan dan dipikirkan serta ditunggu waktu yang tepat untuk menuliskannya
  • Tahap inspirasi
    • Ada desakan kuat untuk segera menulis
  • Tahap penulisan
    • Tuangkan segera gagasan yang ada dalam tulisan (pena, mesin tulis, komputer, pensil, dll)
    • Jangan menilai tulisan, biarkan apa adanya mengalir
  • Tahap revisi
    • Periksa dan nilailah berdasarkan pengetahuan dan apresiasi yang dimiliki
    • Meng-edit tulisan
    • Minta orang lain membaca dan menilai
  • Tahap pengiriman
    • Dikirim ke media cetak (koran, majalah)

Catatan:

  1. Menulis cerpen bisa berdasaran pengalaman diri atau pengalaman orang lain
  2. Menentukan topik kehidupan yang menarik adalah langkah selanjutnya yang harus dilakukan.
  3. Mengontruksi adalah proses menyusun atau menulis kembali
  4. Menulis cerpen dilakukan dengan terlebih dahulu menulis kerangka mengembangkannya menjadi cerpen, melakukan proses editing dan merevisi.

 

Susunan isi cerpen

  • Permulaan
    • Perkenalan
    • Muncul konflik
  • Pertengahan
    • Pertentangan
    • Suspense
    • Klimaks
  • pengakhiran
    • Pemecahan konflik
    • Surprise

Daftar Pustaka

 

Metode penulisan buku

 

  • Nama Pengarang
  • Tahun terbit
  • Judul buku (dicetak miring)
  • Kota penerbit
  • Nama penerbit

 

Contoh :

Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Ende: Nusa Indah.

 

Metode penulisan majalah, koran, jurnal, dll.

  • Nama Pengarang
  • Tahun Terbit
  • Judul tulisan
  • Judul media cetak
  • Volume/edisi
  • Nomor
  • Halaman
  • Kota penerbit
  • Nama penerbit

 

Contoh :

Dananjaya, James. 1999. “Penelitian Bahasa Indonesia” dalam Kompas. edisi Juni. halaman 14. Jakarta: Gramedia Pustaka.

 

Catatan

  • Bila ada 2 pengarang, maka penulisan nama orang kedua tidak dibalik
  • Bila ada 3 pengarang atau lebih, maka menggunakan kata “dkk”
  • Bila menemukan pengarang asing lebih dari 2 orang, maka menggunakan kata “et all”
  • Bila menemukan buku yang ada penyelaras bahasa/editor, maka menggunakan kata “Ed”

DRAMA

 

Pengertian

  • Dialog yang dipentaskan
  • Cerita/kisah yang di dalamnya terdapat konflik atau emosi

 

Istilah

  • Dramawan :
    • orang yang memainkan drama/pelaku drama
  • Dramatis :
    • cerita yang menyedihkan
  • Dramatikus :
    • orang yang ahli dalam bidang seni drama
  • Dramaturgi :
    • ilmu tentang drama

 

Macam-macam Drama

  • Tragedi :
    • Cerita atau kisah yang menyedihkan. Pelaku utama selalu ditimpa kemalangan
  • Komedi :
    • Cerita/kisah yang lucu. Pelaku utama selalu dirundung kelucuan
  • Tragedi komedi :
    • Cerita/kisah yang menyedihkan kemudian memberikan kegembiraan pada akhir cerita
  • Pantomim :
    • Cerita/kisah berupa gerak-gerik saja

 

  • Tablo :
    • Cerita/kisah yang pelakunya diam saja, tapi ada seorang narator yang menjelaskan peristiwa tersebut
  • Opera :
    • Cerita/kisah yang dialog-dialognya dilakukan

 

Percakapan dalam drama

  • Dialog :
    • Percakapan 2 orang atau lebih
  • Monolog :
    • Percakapan seorang diri
  • Prolog :
    • Komentar singkat di awal cerita
  • Epilog :
    • Komentar singkat diakhir cerita

 

Pentas drama yang baik

  • Pemain :
    • Tokoh utama, pembantu, figuran
  • Penulis naskah :
    • Orang yang membuat naskah drama
  • Penata musik
  • Penata lampu
  • Penata rias
  • Penata busana
  • Penata panggung

 

 

 

 

 

Unsur-unsur drama

  • Lakon/cerita
  • Sutradara
  • Pemain
  • Panggung
  • Penonton

Menulis Esai

 

Pengertian

 

  • Karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.
  • Lebih menekankan pada unsur pemikiran dan menghindari unsur perasaan.

 

Kriteria

 

  • Head news / kepala berita
    • Mengacu pada judul
    • Bahasa singkat, padat, lugas, menarik, dan provokatif
    • Menghindari bentuk imbuhan

 

  • Teras berita / Lead
    • Begian tulisan yang terletak di paragraf pertama
    • Gagal menulis lead menarik, gagal menarik simpati pembaca

 

  • News body / badan berita
    • Hindarkan ungkapan klise
    • Hindarkan hal-hal yang monoton
    • Variatif dalam diksi
    • Menggunakan data-data yang akurat

 

  • Penutup
    • Judul karangan biasanya diulangi kembali di kalimat terakhir

 

Menemukan Unsur Kebahasaan Artikel Opini/Esai  

  1. Adverbia adalah bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi. Agar dapat meyakinkan pembaca, diperlukan ekspresi kepastian, yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, seperti selalu, biasanya, sebagian besar, sering, kadang-kadang, dan jarang.

 

  1. Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, yaitu kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Konjungsi yang banyak dijumpai pada artikel adalah konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi, seperti pertama, kedua, berikutnya; atau konjungsi yang digunakan untuk memperkuat argumentasi, seperti, selain itu, sebagai contoh, misalnya, padahal, justru; konjungsi yang menyatakan hubungan sebab-akibat, seperti, sejak, sebelumnya, dan sebagainya; konjungsi yang menyatakan harapan, seperti, supaya, dan sebagainya.

 

  1. Kosakata adalah perbendaharaan kata-kata. Supaya teks tersebut mampu meyakinkan pembaca, diperlukan kosakata yang luas dan menarik. Biasanya konten teks yang menarik tersebut mencakup hal-hal berikut:  1. Aktual, sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau baru saja terjadi. 2 Fenomenal, yakni luar biasa, hebat, dan dapat dirasakan pancaindra. 3. Editorial, artikel dalam surat kabar yang mengungkapkan pendirian editor atau pemimpin surat kabar. 4. Imajinasi, daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan).

 

Buatlah ragangan (kerangka karangan) sesuai dengan tema dari teks opini yang telah Anda buat. Deadline pengumpulan hari ini via moodle. Pk. 09.15. Lihat contoh di bawah ini!

 

Contoh Ragangan Kalimat (Sentence Outline)

 Topik: Menangkal Berita Bohong (Hoax)

Lead atau teras berita : Jika suatu kabar bohong (hoax) dikatakan berulang-ulang, maka kebohongan itu bisa diyakini sebagai sebuah kebenaran ( Jakoeb  Oetama).

 

A. Paragraf Pendahuluan:

1.      Berita palsu atau hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.

2.      Penelitian menunjukkan masyarakat menerima berita palsu setiap hari dan lebih dari satu kali.

3.      Data Kemenkominfo ditemukan setidaknya 800.000 situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu (hoax).

 

B. Paragraf Isi dan Solusi

1.      Mengapa mayoritas masayarakat masih menyenangi untuk mengonsumsi berita palsu (hoax)?

a.       Seseorang menjadi lebih percaya diri apabila berita palsu (hoax) yang diterima sesuai dengan opini yang ia miliki. Hal itu menimbulkan  afirmasi positif berupa kepercayaan lebih.

b.      Terbatasnya pengetahuan seseorang dalam memperoleh informasi dari beberapa sumber.

 

2.      Apa saja sanksi hukum yang dapat diberikan pagi para pembuat atau penyebar berita palsu (hoax)?

a.       Pasal 311 ayat (1) KUHP tentang fitnah dan penghasutan.

b.      UU ITE Pasal 28 tentang penyebar berita bohong yang menyesatkan.

 

3.      Bagaimana cara mencegah penyebaran berita palsu (hoax) ?

a.       Berhati-hati dengan adanya judul atau berita yang ekstrem dan provokatif.

b.      Cermat dan jeli alamat situs yang dijadikan sumber berita.

c.       Periksa fakta dan data berita sebenarnya.

d.      Cek keaslian gambar/foto/ilustrasi/sketsa yang ada dalam konten berita.

e.       Partisipasi aktif dalam komunitas atau grup diskusi anti-hoax.

 

C. Paragraf Penutup

1.      Memikirkan dengan baik dampak yang ditimbulkan dari berita palsu (hoax)..

2.      Nilai-nilai kejujuran menjadi sumber acuan bersama.

FRASE

 

Contoh

 

  • Amerika sedang menawarkan konsep keamanan canggih
  • Anggota FAO akan menurunkan produksi pangan mulai saat ini
  • Pemerintah akan menerapkan UU Haki
  • Kakak adiknya memberi Irma hadiah ulang tahun kemarin pagi
  • Negara itu berdasarkan Pancasila

 

Pengertian

  • Satuan gramatik yang terdiri dari 2 kata atau lebih yang membentuk suatu fungsi dan arti dalam kalimat

 

Pembagian

  • Hubungan unsur-unsur yang membentuk frase
    • Inti + Atribut (frase bertingkat)
    • Atribut + Inti (frase bertingkat)
    • Inti + Inti (frase setara)

 

  • Distribusi unsur-unsurnya
    • Frase Endosentrik (frase yang mempunyai hubungan distribusi yang sama).
    • Frase Endosentrik dibagi tiga :
      • Frase Endosentrik koordinatif (frase yang memiliki unsur-unsur yang setara) penandanya : dan, atau
      • Frase Endosentrik atributif (frase yang memiliki unsur-unsur yang tidak setara)
      • Frase Endosentrik apositif (frase yang memiliki keterangan tambahan). Contoh Jogja, kota pelajar merupakan tempat yang baik untuk menempuh studi
      • Frase Eksosentrik (frase yang tidak mempunyai hubungan distribusi yang sama). Contoh berupa kata depan (di, ke, dari, pada) dan kata sambung (untuk, yang, kepada)

HUBUNGAN MAKNA

 

Pembagian

 

  • Sinonim
    • Kata-kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan makna
    • Contoh : Siuman = sadar, datang =  tiba = sampai
  • Antonim
    • Kata-kata yang memiliki makna berlawanan
    • Contoh : Besar x kecil, atas x bawah, siang x malam
  • Polisemi
    • Satu kata yang memiliki makna ganda. Namun diantara makna tersebut masih terdapat hubungan makna
    • Contoh :
      • Anak saya sakit (keturunan)
      • Ia anak buahku (bawahan)
      • Hati-hati anak tangga itu rapuh (bagian tangga yang diinjak)
    • Hiponim
      • Suatu kata yang maknanya telah tercakup olah kata yang lain. Hubungan makna kata satu dengan yang lain menghasilkan kata superordinat dan subordinat
      • Contoh : pakaian (superordinat/hipernim) => baju, celana, kaos (subordinat/hiponim)
    • Hipernim : Kata-kata yang mewakili bagian kata lain.
    • Contoh :Hantu —– hiponim (pocong, sundel bolong, kuntilanak, tuyul, suster ngesot, dll.

 

  • Homonim
    • Kata-kata yang memiliki ejaan dan bunyi sama namun artinya berbeda
    • Contoh : genting =atap dan genting=gawat, dara=gadis dan dara=merpati

 

  • Homofon
    • Kata-kata yang sama lafal tetapi berbeda ejaan dan artinya
    • Contoh : Bank (kantor dagang yang mengurusi uang) X Bang (singkatan dari abang/kakak), dan Massa (masyarakat) X Masa (waktu/tempo)

 

  • Homograf
    • Kata-kata yang sama ejaan tetapi berbeda lafal dan arti
    • Contoh : mental (diucapkan “e” keras = mengenai batin) mental (diucapkan “e” lemah = terpelanting/mantul)

IKHTISAR DAN RINGKASAN

 

Pengertian

  • Ikhtisar :
    • Pemandangan secara garis besar atau pemandangan yang penting-penting saja
  • Ringkasan :
    • Bentuk ringkas dari sebuah karya tulis dengan mempertahankan isi dan diungkapkan secara lengkap

 

Perbedaan

  • Ikhtisar
    • Reproduktor merujuk pada bagian yang ingin diberikan komentar
    • Reproduktor tidak satu pikiran dengan pengarang
  • Ringkasan
    • Reproduktor merujuk pada paragraf pertama lalu diikuti paragraf selanjutnya sampai paragraf terakhir
    • Reproduktor masih satu alur pikiran dengan pengarang (masih memperhatikan urutan isi)

KALIMAT EFEKTIF

 

Pengertian

  • Kalimat yang mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa. Kaidah tata bahasa itu meliputi : gramatikal, pilihan kata, penalaran yang logis, dan serasi. Dengan kata lain kalimat efektif mesti berterima secara tata bahasa dan makna.

 

Kalimat tidak efektif

  • Kalimat yang tidak mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa
  • Contoh :
    • Di Jogja menyelenggarakan pameran seni (gramatikal)
    • Dengan tergesa-gesa ia naik keatas tangga (pilihan kata)
    • Ibu mencuci tanah (penalaran yang logis)
    • Ani memetiki sekuntum bunga (serasi/tepat makna)

Memahami Unsur-unsur Karya Sastra

Unsur intrinsik: Unsur yang membangun sebuah karya sastra dari dalam

  1. Meliputi :
    • Tema : gagasan pokok yang terdapat dalam cerita tersebut/pokok pikiran yang terdapat dalam cerita tersebut.
    • Alur : sambung-sinambungnya suatu peristiwa ke peristiwa lain untuk membentuk suatu jalinan cerita yang utuh
    • Alur terbagi menjadi :
      • Alur maju : Alur yang disusun mendahulukan tahap pengenalan, pertentangan, dan penyelesaian
      • Alur mundur : Alur yang disusun mendahulukan tahap penyelesaian kemudian disusul tahap-tahap lain yang menceritakan peristiwa sebelumnya/yang mendahuluinya
      • Alur gabungan : Alur yang dimulai dari tahap konflik kemudian diakhiri dengan penyelesaian/alur gabungan dari alur maju dan alur mundur
    • Penokohan : Cara pandang pengarang terhadap pelaku-pelaku dalam cerita tersebut
      • Tokoh utama
      • Tokoh pembantu
      • Tokoh protagonis
      • Tokoh antagonis
    • Latar/Setting : situasi yang melatar belakangi kejadian/peristiwa dalam cerita tersebut
      • Latar tempat
      • Latar waktu
      • Latar suasana
    • Sudut pandang/Point of view : cara pandang pengarang dalam menempatkan posisinya dalam cerita tersebut
      • Sudut pandang orang pertama : kata ganti aku, saya
      • Sudut pandang orang ketiga : ia, mereka, dia, nama orang
      • Sudut pandang pengarang serba tahu : terdapat dialog antara pengarang dan pembaca

+ Amanat : pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca

 

  1. Unsur ekstrinsik:  Unsur yang membangun karya sastra itu dari luar
  • Meliputi :
    • Latar belakang pengarang
    • Latar belakang masyarakat/kondisi ketika karya sastra diciptakan
    • Nilai yang terkandung (agama, sosial, budaya, dll)

 

Struktur Teks Cerita Pendek

  1. Pengenalan situasi cerita (exposition,orientation)

Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para tokoh, menata adegan dan hubungan antartokoh.

  1. Pengungkapan peristiwa (complication)

Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.

  1. Menuju pada adanya konflik (risingaction)

Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun keterlibatan berbagi situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh.

  1. Puncak konflik (turningpoint)

Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang paling besar dan mendebarkan. Pada bagian itu pula, ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya, apakah dia kemudian berhasil menyelesaikan masalahnya atau gagal.

  1. Penyelesaian (ending atau coda)

Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang sikap ataupun nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Namun ada pula, cerpen yang penyelesaian akhir ceritanya itu diserahkan kepada imaji pembaca. Jadi, akhir ceritanya itu dibiarkan menggantung, tanpa ada penyelesaian.

 

Kaidah Kebahasaan

 Kaidah kebahasaan teks cerpen adalah seperti berikut.

  1. Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau, yang ditandai oleh fungsi-fungsi keterangan yang bermakna kelampauan, seperti ketika itu, beberapa tahun yang lalu, telah terjadi.
  2. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis). Contoh:sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian.
  1. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, membersihkan, menawari, melompat, menghindar.
  1. Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh Contoh: mengatakan bahwa, menceritakan tentang, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan.
  2. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh Contoh: merasakan,menginginkan, mengarapkan, mendambakan, mengalami.
  3. Menggunakan banyak Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda (“….”) dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung. Contoh:
    1. Alam berkata, “Jangan diam saja, segera temui orang itu!”
    2. “Di mana keberadaan temanmu sekarang?” tanya Ani pada
    3. “Tidak. Sekali saya bilang, tidak!” teriak
  4. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana

Contoh: Segala sesuatu tampak berada dalam kendali sekarang: Bahkan, kamarnya sekarang sangat rapi dan bersih. Segalanya tampak tepat berada di tempatnya sekarang, teratur rapi dan tertata dengan baik. Ia adalah juru masak terbaik yang pernah dilihatnya, ahli dalam membuat ragam makanan Timur dan Barat ‘yang sangat sedap’. Ayahnya telah menjadi pencandu beratnya.

Karya Tulis Ilmiah

 

BAB I Pendahuluan

 

  1. Latar belakang Masalah
  • Alasan memilih topik tersebut
  • Penjelasan tentang hal yang menarik berkaitan dengan topik tersebut
  1. Perumusan masalah
  • Menggunakan kata tanya why (mengapa) dan how (bagaimana)
  • Menghindari kata tanya what (apa)
  • Minimal 2 pertanyaan
  1. Tujuan dan Manfaat
  • Tujuan berisi penjelasan dari perumusan masalah atau mejawab dari pertanyaan yang dibahas
  • Manfaat berisi saran bagi orang lain (siswa, masyarakat, pemerintah, LSM, dll)
  1. Metode penulisan
  • Menguraikan secara cermat prosedur pengumpulan data, pengolahan data, analisis, mengambil kesimpulan, serta merumuskan saran
  • Biasanya menggunakan 2 metode pencarian data :
    1. Data primer : Observasi di lapangan, wawancara, dll
    2. Data sekunder : Studi literatur/kepustakaan (buku-buku, koran, majalah, internet,dll)

 

BAB II Landasan Teori

 

  • Sinonim landasan teori : Studi pustaka atau telaah pustaka
  • Uraian yang menunjukkan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang diteliti
  • Uraian mengenai pendapat yang berkaitan dengan masalah yang diteliti
  • Uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan sebelumnya

 

 

BAB III Pembahasan

 

  • Analisis hasil permasalahan yang didasarkan pada landasan teori untuk menghasilkan alternatif model pemecahan masalah/gagasan kreatif
  • Menjawab keseluruhan dari pertanyaan yang terdapat pada bab I

 

 

BAB IV Penutup

 

  1. Simpulan
  • Harus konsisten dengan analisis permasalahan
  1. Saran
  • Harus berkaitan dengan kesimpulan

 

Daftar Pustaka

 

  • Referensi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti

Penulisan harus sesuai EYD

 

Lampiran

  • Lembar data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti

Teks Observasi

 

Pengertian: Merupakan teks yang berisi suatu informasi secara menyeluruh yang di dalamnya terdapat paparan yang bersifat mengklasifikasikan tentang suatu fenomena secara umum. Tergolong ke dalam jenis karangan faktual (nonfiksi) karangan yang berisikan fakta-fakta .

Pembagian:

  1. Laporan penelitian
  2. Laporan peristiwa
  3. Laporan diskusi
  4. Laporan kegiatan

Struktur:

Pernyataan umum : berisi kalimat-kalimat yang menggambarkan fenomena yang akan dipaparkan secara umum.

Deskripsi bagian : berisi rincian ataupun pembagian dari fenomena yang digambarkan

Deskripsi manfaat : berisi penjelasan tentang manfaat, kegunaa, ataupun dampak dari suatu fenomena

Kebahasaan:

Menggunakan kata benda

Menggunakan kata kerja material: kata kerja yang menunjukkan tindakan

Menggunakan kopula: adalah, merupakan, yaitu, dll.

Menggunakan pengelompokan: dipilah, dikelompokkan, terbagi, terdiri atas, dll.

 

 

 

Pengertian

Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah.

Ciri – Ciri

  1. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
  2. Bentuk teks cerita ulang (recount)
  3. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
  4. Sering menggunakan konjungsi temporal.
  5. Isi berupa fakta.

Struktur

1.      Orientasi

Pada bagian ini berisi tentang pengenalan atau pembukaan dari teks cerita sejarah. Biasanya berisi mengenai penjelasan singkat dari suatu peristiwa yang diceritakan.

2.      Insiden atau Urutan Kejadian

Pada bagian ini berisi mengenai rekaman peristiwa sejarah yang terjadi yang disampaikan menurut urutan kejadian atau waktu dari awal kejadian hingga sampai pada akhir kejadian tersebut. Bagian ini merupakan bagian pokok dari teks cerita sejarah yang biasanya dituliskan secara rinci dan mendetail sehingga para pembaca akan lebih memahami hal apa sebenarnya yang terjadi pada masa lalu.

3.      Reorientasi

Merupakan bagian akhir dari teks tersebut. Biasanya pada bagian ini berisi mengenai komentar pribadi dari si penulis itu sendiri mengenai kejadian yang ditulisnya.

 

Kaidah Kebahasaan

Ciri kebahasaan teks cerita sejarah ditandai dengan adanya pronomina atau kata ganti, kata-kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, adanya kata kerja (verba) material, dan konjungsi (kata penghubung) temporal. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat dibawah ini.

·         Pronomina (Kata Ganti)

merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.

  1. kata ganti orang pertama tunggal, misalnya : saya, aku, beta, sahaya ;
  2. kata ganti orang pertama jamak, misalnya : kami, kita ;
  3. kata ganti orang kedua tunggal, misalnya : kamu,engkau, kau, anda, dikau ;
  4. kata ganti orang kedua jamak, misalnya : kalian
  5. kata ganti orang ketiga tunggal, misalnya : dia, ia, beliau, -nya
  6. kata ganti orang ketiga jamak, misalnya : mereka

·         Frasa adverbial

merupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.

·         Verba material

adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu aktivitas yang menggunakan fisik dalam melakukannya, misalnya membaca, melempar, mendorong, dan lainnya.

·         Konjungsi Temporal (kata sambung waktu)

berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal. Contohnya yaitu “kemudian”, “setelah”, “lalu” dan lainnya.

 

Jenis – Jenis

·         Sejarah Fiksi

Novel adalah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, umumnya dalam bentuk cerita. Penulisnya disebut novelis

Cerpen adalah cerita pendek berbentuk prosa naratif fiktif. Cenderung padat dan langsung pada tujuan nya dibandingkan dengan karya fiksi lainnya yang umumnya lumayan panjang.

Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi.

Roman adalah jenis karya sastra berbentuk prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan jiwa masing-masing. Roman bisa juga disebut kisah percintaan

 

·         Sejarah Non-Fiksi

Biografi adalah keterangan kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.

Autobiografi adalah kisah atau keterangan hidup yang ditulis oleh orang itu sendiri.

Cerita Perjalanan adalah teks yang menceritakan tentang perjalanan.

Catatan Sejarah adalah teks yang menceritakan fakta atau kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang sesuatu mempunyai nilai sejarah.

 

Contoh : TSUNAMI ACEH

Orientasi

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.


Urutan Peristiwa

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi

Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

 

 

 

Klausa

Pengertian: Satuan gramatik yang terdiri dari subjek dan predikat, baik disertai objek, keterangan, pelengkap atau tidak

  • Contoh :
    • Ia membaca buku (1 klausa/kalimat tunggal)
    • Ia membaca dan adiknya menulis (2 klausa/ kalimat majemuk)

 

Macam Kalimat Majemuk

 Kalimat majemuk setara

    • Kalimat yang memiliki pola kalimat setara atau sederajat/tidak ada pola lain yang lebih tiggi yang menerangkan pola satu dengan pola lainnya
    • Kalimat mejemuk setara dibagi 3 macam:
      • Setara menggabungkan : konjungsi: dan, beserta, kemudian, setelah itu
      • Setara memilih : konjungsi: atau
      • Setara mempertentangkan : konjungsi tetapi, akan tetapi, namun, melainkan

 

  • Kalimat majemuk bertingkat
    • Kalimat yang memiliki pola-pola kalimat yang tidak setara/tidak sederajat/ada pola lain yang lebih tinggi/yang menerangkan pola satu dengan yang lain
    • Ciri khas : ada anak kalimat dan induk kalimat
    • Induk kalimat = klausa utama = klausa atasan = klausa inti
    • Anak kalimat = klausa bawahan

Contoh:

  1. Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur.Ayah   mencuci motor : induk Kalimat                                                   ketika matahari berada di ufuk timur = anak kalimat

 

Penyanyinya orang yang berbaju merah

Penyanyinya= Induk kalimat

Orang yang berbaju merah = Anak kalimat

 

Yang mencuri sepeda saya, telah ditangkap polisi.

Yang mencuri sepeda saya= Anak kalimat

telah ditangkap polisi = Induk kalimat

 

Pelatihan:

  1. Pak Yono telah mengantar anak yang membuat kericuhan di Kampung Kulon.
  2. Anita datang ketika hari sudah malam.
  3. Karena terus tertawa, ibu mematikan televisi.
  4. Akibat terlambat datanganak itu dilarang masuk kelas.
  5. Tara belajar supaya  lulus Ujian Nasional (UN).

KONJUNGSI

Pengertian

  • Kata tugas yang menghubungkan 2 klausa atau lebih

 

Pembagian

  1. Konjungsi Koordinatif => konjungsi yang menghubungkan 2 unsur atau lebih dan kedua unsur tersebut masih dalam sintaksis yang sama
    1. Dan >> menandai penambahan
    2. Atau >> menandai pemilihan
    3. Tetapi >> menandai perlawanan

 

  1. Konjungsi Subordinatif => konjungsi yang menghubungkan 2 unsur atau lebih dan kedua unsur tersebut tidak dalam sintaksis yang sama
    1. Konjungsi Subordinatif waktu : sesudah, setelah, sewaktu, sebelum, sementara
    2. Konjungsi Subordinatif syarat : jika, kalau, jikalau, asal (kan), bila, manakala
    3. Konjungsi Subordinatif pengandaian : andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya
    4. Konjungsi Subordinatif pemiripan : seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, … seperti, sebagai, laksana
    5. Konjungsi Subordinatif penyebaban : sebab, karena, oleh karena
    6. Konjungsi Subordinatif pengakibatan : (se) hingga, sampai (-sampai), maka (nya)
    7. Konjungsi Subordinatif penjelasan : bahwa
    8. Konjungsi Subordinatif cara : dengan

 

  1. Konjungsi Korelatif => konjungsi yang menghubungkan 2 kata, frase, klausa, tetapi masih dalam status sintaksis yang sama :  baik…maupun…, (maupun)…tidak hanya…, tetapi (…) ….juga…demikian(rupa)…sehingga…, apa(kah)…atau…, entah…entah…, jangankan…pun…

 

  1. Konjungsi Antar Kalimat => konjungsi yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain
    1. Biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu,
    2. Meskipun demikian/begitu, kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya
    3. Tambahan pula, lagi pula, selain itu
    4. Sebaliknya
    5. Sesungguhnya, bahwasannya
    6. Malah (an), bahkan
    7. (Akan) tetapi, namun
    8. Kecuali itu
    9. Dengan demikian
    10. Oleh karena itu, oleh sebab itu
    11. Sebelum itu

 

  1. Konjungsi Antar Paragraf => konjungsi yang menghubungkan paragraf satu dengan paragraf yang lain
    1. Adapun, akan hal, mengenai, dalam pada itu
    2. Alkisah, arkian, sebermula, syahdan

Daftar Riwayat Hidup

 

Nama lengkap (center)

Alamat (center)

Mobile (center)

 

Data Pribadi

Tempat/tgl lahir:

Jenis kelamin:

Agama:

Kebangsaan:

Status:

 

Riwayat  Pendidikan

Sarjana…

SMA…

SMP…

SD…

 

Pengalaman Berorganisasi

 

Pengalaman Bekerja

2.

 

Hobi dan Minat:

 

Contoh Daftar Riwayat Hidup

Makalah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makalah diartikan dalam dua pengertian yakni tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan atau karya tulis pelajar/mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Sederhananya, makalah itu karya tulis bersifat ilmiah yang pembahasannya difokuskan pada suatu masalah tertentu, telah melalui proses penelitian, observasi dan riset lapangan secara benar dan aktual.

Sistematika Makalah

1. Cover/Sampul Makalah/Halaman Judul

Cover adalah sampul dari makalah yang memuat judul logo, identitas penulis, serta tempat dan tahun terbit. Untuk bagian cover, sebaiknya menggunakan pengaturan rata tengah (center) agar cover terlihat lebih rapi.

2. Kata pengantar

Kata pengantar sebagai pengantar agar pembaca memiliki pandangan umum terhadap makalah yang dibuat dan berisikan sambutan atau ucapan syukur karena telah menyelesaikan  makalah tersebut  terselesaikan dengan baik .

3. Daftar isi

Daftar isi susunan sebuah halaman yang memuat informasi halaman dari isi makalah yang dibuat. Untuk memudahkan pembaca dalam menemukan informasi tertentu, maka harus memberikan keterangan halaman pada setiap bab maupun sub-bab di makalah.

4. Bab I : Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan biasanya terdiri atas 3 sub-bab yaitu latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan. Latar belakang harus ditulis dengan jelas dan mudah dimengerti, selain memuat jawaban dari sebuah pertanyaan, latar belakang juga harus memuat data-data atau fakta yang mendukung. Di bagian rumusan masalah, Anda bisa mengisinya dengan beberapa pertanyaan yang nantinya akan dijelaskan di bagian pembahasan nanti. Pada  isi tujuan, Anda bisa menuliskannya secara singkat dan menggambarkan secara jelas manfaat dari makalah yang  dibuat

5. Bab II : Pembahasan

Pembahasan merupakan bagian yang paling penting dari sebuah makalah. Ini adalah bagian yang berisi uraian pokok dari permasalahan yang akan dibahas. Bagian pembahasan harus sesuai dengan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan membuat makalah. Biasanya pembahasan mencakup tentang landasan teori uraian materi, solusi dan penyelesaian dari suatu permasalahan.

6. Bab III : Penutup

Pada bagian penutup biasanya berisi simpulan dan saran. Simpulan berisikan tentang ringkasan dari hasil pembahasan rumusan makalah. Pada bagian ini, Anda bisa mengambil poin penting pada setiap bagian sebelumnya untuk menghasilkan sebuah kesimpulan. Saran merupakan suatu bagian dalam makalah yang ditujukan untuk si penulis. Saran dapat berisikan harapan Anda sebagai penulis agar makalah yang Anda buat bisa bermanfaat untuk pembaca. .

7. Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisikan daftar referensi yang Anda pakai sebagai sumber atau bahan penelitian di dalam penulisan makalah. Referensinya bisa dari buku, jurnal, atau informasi valid yang Anda dapatkan dari internet maupun dari perpustakaan.

 

Asal Mula : Debate (Bahasa Inggris) = Pemahaman

Pengertian : Kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih dalam rangka untuk mendiskusikan masalah/perbedaan

Tujuan : Mengeksplorasi  alasan-alasan di setiap sudut pandang agar alasan tersebut dapat dimengerti secara baik  dan persuasif serta untuk meyakinkan pendapat.

Debat bukan arena saling menjatuhkan pihak lawan, melainkan usaha untuk meyakinkan dan menyetujui pendapat yang kita sampaikan. Oleh karena itu, kita memerlukan sejumlah alasan bahkan bukti-bukti yang kuat sehingga orang lain membenarkan pendapat-pendapat yang kita sampaikan.

Mengapa perlu debat?  Untuk menyakinkan orang lain bahwa opini/pendapat kita/pembicara lebih baik dari orang lain berkaitan dengan suatu topik tertentu.

Karakteristik utama debat:

  1. Melibatkan dua pihak
  2. Berbentuk komunikasi langsung (tatap muka)
  3. Menyangkut suatu tema atau permasalahan yang mengandung konflik, pertentangan ataupun perselisihan
  4. Menyelesaikannya melalui adu argumentasi dengan saling meyakinan dan memengaruhi (persuasif) yang disertai sejumlah alasan dan fakta-fakta
  5. Berujung pada dua hal: Sepemahaman atau tidak sepemahaman

Norma debat

  1. Pengetahuan yang komprehensif
  2. Kemampuan menganalisis tema/topik untuk memberikan argumentasi
  3. Memahami prinsip-prinsip argumentasi
  4. Memiliki keterampilan pembuktian kesalahan
  5. Adanya kelancaran, keterarahan, dan kekuatan cara menyampaikan argumentasi

Macam debat

  1. Debat kompetitif, misalnya, di sekolah dan di kampus. Ada pihak pro dan kontra
  2. Debat proposal, misalnya membicarakan suatu rancangan proposal kebijakan/perencanaan tertentu. Ada pihak yang mendukung proposal dan pihak yang menentang proposal

Struktur debat  

  1. Pengenalan masalah
  2. Penyampaian argumentasi
  3. Simpulan

Kaidah kebahasaan

  1. Banyak menggunakan pelesapan kalimat: Tenang…Tenang
  2. Menggunakan sapaan: Anda, Bapak, Ibu, Saudara
  3. Menggunakan kata ganti orang pertama: saya atau kami
  4. Memiliki keragamaan jenis kalimat: Berita, tanya, perintah, seru dll.
  5. Menggunakan konjungsi

Beda debat dan diskusi:

Hasil debat tidak ada kompromi /persetujuan bersama karena pembicara benar-benar mencari argumentasi yang kuat. Hasil diskusi menghasilkan kompromi dan dilaksanakan  bersama.

Etika Debat:

  1. Bertanya Secara Serius: Ketika bertanya kepada lawan debat harus bersungguh-sungguh, bandingkan paparannya dengan data-data yang memang sudah dihimpun.
  2. Tidak Menyinggung Lawan Debat: Tidak boleh menyinggung lawan debat mengenai kekurangan fisik dalam debat, kondisi yang diutamakan yaitu pertarungan ide gagasan. Untuk itu, jika hendak menyinggung atau menyerang lawan debat dalam debat maka harus menyerang ide gagasannya, bukan fisik dari lawan debat.
  3. Bicara Sesuai Data dan Fakta: agar dapat mematahkan argumentasi lawan debat, maka harus mengadu argumentasinya dengan data dan fakta. Jangan adu ide gagasan lawan dengan informasi- informasi yang belum jelas.
  4. Patuhi Peraturan Debat

 

Instrumen Penilaian Keterampilan (Praktik debat)

Indikator Aspek yang Dinilai Skor
Isi/materi

Argumentasi yang dibangun (referensi, fakta, dan data)

30
Gaya Penggunaan bahasa (pengucapan, intonasi  dan cara menyampaikan) 30
Strategi Metode penyampaian argumen (kronologis, akurat, efektif) 30
Kelengkapan Keaktifan dan tata laku 10
       Total skor 100
  1. Eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya bisa terjadi. Suatu peristiwa baik peristiwa alam maupun sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses
  2. Tujuan teks eksplanasi:
    1. menjelaskan fenomena yang terjadi
    2. menjelaskan sebab akibat suatu peristiwa
  3. Gagasan umum atau gagasan utama adalah jenis gagasan yang sering dijadikan sebagai dasar pengembangan suatu paragraf. Gagasan utama ini letaknya bisa di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif) dan paragraf campuran yang keberadaannya di awal dan di akhir paragraf (deduktif – induktif).
  4. Fakta mengacu kepada sesuatu hal yang memang ada atau yang memang terjadi. Jadi, secara umum bisa kita simpulkan bahwasanya fakta adalah sebuah kenyataan yang sejatinya memang ada atau berdasarkan kejadian nyata.
  5. Ada 2 pola pengembangan teks eksplanasi meliputi:

A. Pola Pengembangan Sebab Akibat

Pengembangan teks eksplanasi dapat menggunakan pola sebab akibat. Dalam hal ini sebab dapat bertindak sebagai gagasan umum, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Namun demikian, dapat juga terbalik. Akibat dijadikan sebagai gagasan umum, maka perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagaiperinciannya. Persoalan sebab akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses. Jika disusun untuk mencari hubungan antara bagian- bagiannya, proses itu dapat disebut proses kausalitas.

Contoh: Gempa bumi melanda wilayah bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 27 Mei 2006 pukul 05.54 WIB. Kekuatan gempa bumi tercatat 6,2 skala Richter pada kedalaman 17,1 km. Pusat gempa terletak pada posisi ± 25 km barat daya Kota Yogyakarta. Gempa bumi ini mengakibatkan puluhan orang meninggal. Beberapa orang luka–luka. Sejumlah bangunan roboh dan mengalami kerusakan. Selain itu, dilaporkan juga terjadi longsoran dan kerusakan berat pada permukiman dan bangunan lainnya di Kabupaten Bantul karena dekat dengan sumber gempa bumi

 

B. Pola Pengembangan Proses

merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan- perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau perurutan dari suatu kejadian atau peristiwa.

Contoh: Pada bulan keempat, muka telah kian tampak seperti manusia. Dalam bulan kelima rambut-rambut mulai tumbuh pada kepala. Selama bulan keenam, alis dan bulu mata timbul. Setelah tujuh bulan, fetus mirip kulit orang tua dengan kulit merah berkeriput. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, lemak ditimbun di bawah kulit sehingga perlahan-lahan menghilangkan sebagian keriput pada kulit. Kaki membulat. Kuku keluar pada ujung-ujung jari. Rambut asli rontok dan fetus menjadi sempurna dan siap dilahirkan

Struktur teks eksplanasi terdiri dari:

    1. Identifikasi fenomena
    2. Proses kejadian
    3. Ulasan

Contoh:

Identifikasi Fenomena

Pelangi dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Rainbow. Pelangi merupakan suatu peristiwa optik atau sejenis meterologi yang berbentuk cahaya dengan berbagai warna yang antara warna satu dengan warna lainnya bersifat paralel sehingga mewujud di langit atau media yang lain dengan sangat indah. Ketika di langit terjadi yang namanya hujan ringan, maka pelangi biasanya akan terlihat layaknya cahaya yang menuju cakrawala. Selain itu, pelangi yang amat indah juga kerap dijumpai di air terjun.

Proses Kejadian

Munculnya pelangi di cakrawala selama ini sesungguhnya terjadi dengan empat siklus. Salah satunya adalah karena pembiasan matahari. Hal itu dikarenakan, terciptanya pelangi itu sendiri disebabkan karena adanya pembiasan cahaya atau sinar matahari yang dibelokkan ke arah lain dari sebuah medium oleh tetesan air yang ada pada atmosfer bumi. Kemudian, tetesan air itu dilewati oleh sinar matahari. Saat tetesan airnya dilewati oleh sinar matahari, maka cahayanya aka dibiaskan sehingga mampu memunculkan warna warni yang indah dan mampu terpisah secara sendiri-sendiri.

Ulasan

Dari fenomena ini, maka Anda bisa melihat pelangi yang sangat lengkap warnanya karena ada geometri optik saat proses penguraian dari warnanya. Ketika hujan yang ringan bersama dengan kemunculan sinar matahari, maka di situlah Anda bisa melihat fenomena pelangi. Namun, itu harus dari arah yang berlawanan dengan Anda. Keberadaan Anda harus tepat di antara posisi matahari di belakang. Sementara pusat dari busur pelangi dan mata Anda harus berada pada garis lurus.

 

Berdasarkan kaidah kebahasaan secara umum, teks eksplanasi sama dengan kaidah pada teks prosedur. Sebagai teks yang berkategori faktual (nonsastra), teks eksplanasi menggunakan banyak kata yang bermakna denotatif.

  1. Penggunaan Konjungsi

Sebagai teks yang berisi paparan proses, baik itu secara kausalitas maupun kronologis, teks eksplanasi menggunakan banyak konjungsi kausalitas ataupun kronologis.

A.Konjungsi kausalitas, antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu,

Contoh : Ada beberapa faktor yang paling mendasar yang menjadi penyebab terjadinya pengangguran. Pengangguran biasanya terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja.

B.Konjungsi kronologis (hubungan waktu), seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya. Teks eksplanasi yang berpola kronologis juga menggunakan banyak keterangan waktu pada kalimat-kalimatnya.

Contoh : Pada bulan keempat, muka telah kian tampak seperti manusia. Dalam bulan kelima rambut-rambut mulai tumbuh pada kepala. Selama bulan keenam, alis dan bulu mata timbul. Setelah tujuh bulan, fetus mirip kulit orang tua dengan kulit merah berkeriput. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, lemak ditimbun di bawah kulit sehingga perlahan-lahan menghilangkan sebagian keriput pada kulit. Kaki membulat. Kuku keluar pada ujung-ujung jari. Rambut asli rontok dan terus menjadi sempurna dan siap dilahirkan.

  1. Penggunaan Kata Ganti

Berkenaan dengan kata ganti yang digunakan, teks eksplanasi langsung merujuk pada jenis fenomena yang dijelaskannya, yang bukan berupa persona. Kata ganti yang digunakan untuk fenomena itu berupa kata benda, baik konkret maupun abstrak, seperti demonstrasi, banjir, gerhana, embrio, kesenian daerah; dan bukan kata ganti orang, seperti ia, dia, mereka. Karena objek yang dijelaskannya itu berupa fenomena, tidak berbentuk personal (nonhuman participation), dalam teks eksplanasi itu pun ditemukan banyak kata kerja pasif. Hal itu seperti kata-kata berikut: terlihat, terbagi, terwujud, terakhir, dimulai, ditimbun, dan dilahirkan.

  1. Penggunaan Kata Teknis

Di dalam teks eksplanasi pun dijumpai banyak kata teknis atau peristilahan, sesuai dengan topik yang dibahasnya. Apabila topiknya tentang kelahiran, istilah- istilah biologi yang muncul. Demikian pula apabila topiknya tentang kesenian daerah, istilah-istilah budaya sering digunakan. Apabila topiknya tentang fenomena kebaikan BBM, istilah ekonomi dan sosial akan sering muncul. Pemaknaaan terhadap istilah-istilah seperti itu memerlukan bantuan kamus istilah, bukan lagi kamus umum. Dengan demikian, pemahamannya pun akan lebih tepat, sesuai dengan bidang masing-masing.

MENULIS KRITIK

 

Asal Mula

  • Krinein (bahasa yunani : menghakimi)

 

Pengertian

Tanggapan yang berisi uraian atau pertimbangan baik dan buruk dalam menilai suatu karya

 

Pendekatan

  • Objektif :
    • Pendekatan yang memiliki kebulatan makna karena perpaduan isi dan bentuk (tema, plot, penokohan, gaya bahasa, latar belakang, dll)
  • Sosiologis :
    • Pendekatan yang mendekatkan aspek-aspek sosial dalam masyarakat
  • Psikologis :
    • Pendekatan yang menitik beratkan pada segi-segi kejiwaan / psikologis
  • Moral :
    • Pendekatan yang menitikberatkan penelitian dari segi etika dan nilai-nilai agama
  • Reseptif/Pragmatis :
    • Pendekatan yang menitikberatkan pada segi manfaat atau faidah karya tersebut bagi masyarakat pembaca
  • Mimesis :
    • Pendekatan yang menitikberatkan bahwa karya sastra benar-benar tiruan kehidupan atau tiruan kenyataan alam
  • Semiotik :
    • Pendekatan terhadap segala unsur yang terdapat dalam karya sastra

 

 

Sistematika

  • Judul
    • Dibuat semenarik mungkin agar pembaca menjadi penasaran
  • Pembukaan
    • Biasanya dijelaskan latar belakang pengarang
  • Isi
    • Dijelaskan mengenai sinopsis atau inti dari karya tersebut
    • Dijelaskan keunggulan dan kelemahan karya tersebut
    • Dikupas hal-hal apa saja yang perlu dikritik
  • Penutup
    • Berisi kesimpulan analisis karya tersebut

Surat Lamaran Kerja

 

Pengertian

  • Surat resmi perseorangan yang ditujukan pada suatu instansi/lembaga, baik negeri maupun swasta
  • Menggunakan bahasa baku sesuai EyD (tertulis)
  • Pekerjaan yang diinginkan sesuai kompetensi pelamar
  • Lampiran : kelengkapan surat lamaran sebagai bahan pertimbangan
  • Pemakaian bahasa Indonesia sesuai EyD, sopan, dan beretika (wawancara)

Jenis-jenis Surat Lamaran

  1. Surat lamaran pekerjaan yang digabungkan dengan riwayat hidup (curriculum vitae). Dalam cara ini, riwayat hidup termasuk isi surat karena isinya berupa gabungan. Cara ini juga disebut dengan model menyatu.
  2. Surat lamaran yang dipisahkan dari riwayat Dalam cara ini riwayat hidup merupakan lampiran dan cara ini disebut model terpisah.

Nb* Di dalam praktiknya, jenis yang sering dipakai adalah model terpisah. Walaupun dalam pembuatannya memerlukan dua kali kerja, tapi model ini lebih digemari oleh pelamar kerja karena suratnya tidak terlalu panjang.

Unsur-unsur Surat Lamaran Pekerjaan

 

  1. Tesis

Bagian surat diawali dengan pernyataan umum (tesis), yaitu bagian surat lamaran pekerjaan yang menyajikan pengantar surat pernyataan umum ini berfungsi sebagai informasi awal terkait dengan pekerjaan yang akan dilamar. Pada bagian Ini pelamar menyajikan informasi berupa salam pembuka, pembuka dan biodata.

2. Argumentasi

Argumentasi adalah bagian surat lamaran pekerjaan yang menyajikan alasan bagi pemilik lowongan pekerjaan untuk menerima pelamar. Pada bagian ini pelamar menyajikan informasi berupa foto kopi ijazah, curikulum vitae, dan keterangan lain yang mendukung kompetensi pelamar.

3. Penegasan

Bagian surat lamaran pekerjaan yang berfungsi sebagai penutup, seperti harapan pelamar, salam penutup dan nama dan tanda tangan.

Catatan:

Unsur kebahasaan pada surat lamaran pekerjaan adalah ketentuan yang harus diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan, hal tersebut terkait dengan aturan dan ketentuan dalam penggunaan bahasa. Ketentuan-ketentuan tersebut meliputi:

  1. Bentuk surat yang standar

Surat lamaran yang dibuat sudah menggunakan format standar. Format surat standar adalah bentuk surat yang biasa digunakan dalam surat formal atau surat resmi. Dalam surat lamaran pekerjaan dinyatakan secara jelas bahwa seseorang sedang melamar suatu pekerjaan atau posisi pada instansi atau perusahaan tertentu yang dilamar oleh pelamar.

2. Menggunakan bahasa yang baik dan benar

Surat lamaran pekerjaan harus menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (PUEBI). Dalam menulis surat lamaran pekerjaan, harus menggunakan bahasa dan kata-kata yang tidak bertele-tele, agar maksud yang ingin disampaikan jelas.

3. Menggunakan kata-kata sopan

Kata-kata yang dipakai dalam surat lamaran kerja harus sopan, sederhana, dan ringkas, surat lamaran kerja tidak boleh bernada meminta belas kasihan atau yang bersifat merendahkan martabat sendiri pelamar.

4. Menggunakan kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaran.

Isi surat lamaran pekerjaan harus menggambarkan informasi tentang pelamar dan kemampuan kerja pelamar. Serta meyakinkan bahwa bidang atau posisi pekerjaan yang dilamar sesuai dengan kemampuan dan tingkat pendidikan orang yang melamar.

5. Penyampaian maksud surat pada isi surat

Penggunaan kalimat yang jelas untuk melamar kerja, termasuk dalam menentukan jabatan yang diinginkan oleh pelamar menjadi hal yang sangat penting dalam menyusub surat lamaran pekerjaan.

6. Menggunakan kalimat permohonan pada paragraf penutup

Kalimat penutup berisi harapan dan permohonan kepada pimpinan institusi yang dilamarnya agar bisa diterima.

7. Menggunakan penulisan dan tanda baca

Melengkapi bagian-bagian surat dengan norma bahasa surat (seperti penulisan unsur hal, tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama terang).

Unsur Kebahasaan Teks Prosedur

Pada umumnya teks prosedur memiliki struktur kebahasaan sebagai berikut:

  1. Banyak menggunakan kata kerja perintah (imperatif). Kata kerja imperatif dibentuk dengan akhiran -kan, -i, dan partikel-lah.

 

Bentuk Dasar Imbuhan/Partikel Bentukan Kata
pasti -kan pastikan
tunjuk -kan tunjukkan
cerita -kan ceritakan
hindar -i hindari
jadi -lah jadilah

 

Ciri-ciri kalimat imperatif adalah berisikan perintah, imbauan atau larangan serta diakhiri dengan tanda seru (!) di akhir kalimat.

 

  1. Banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang dibahasnya. Kata teknis adalah kata-kata yang memiliki makna khusus pada suatu bidang Makna dari kata teknis ini adalah makna leksikal atau makna kamus. Apabila teks tersebut berkenaan dengan masalah komunikasi, akan digunakan istilah-istilah komunikasi pula, misalnya tanya jawab, kontak mata, pewawancara, verbal, nonverbal, bahasa tubuh, dan negosiasi.

 

  1. Banyak menggunakan konjungsi dan partikel yang bermakna penambahan. Konjungsi penambahan adalah sebuah konjungsi bermakna tambahan yang diberikan untuk menggabungkan kalimat sederhana menjadi kalimat kompleks. Contoh: selain itu, pun, kemudian, selanjutnya, oleh karena itu, lalu, setelah itu, dan di samping itu.

 

4. Banyak menggunakan pernyataan persuasif

Kalimat persuasif merupakan kalimat ajakan kepada seseorang atau banyak orang. Tidak hanya berisi ajakan, kalimat persuasif juga berisi tentang suatu permintaan atau imbauan,  contohnya:

  1. Penggunaan bahasa yang baik juga menjadi keharusan.
  2. Singkatnya, akan lebih baik bila kita mampu menampilkan sikap yang antusias, baik secara verbal maupun nonverbal.

5. Apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna.

Contoh

Cara Mendirikan Tenda Kemah

Ada beberapa jenis tenda yang dapat digunakan dalam kegiatan kepramukaan, tetapi untuk kegiatan berkemah yang baik, tenda yang digunakan hendaknya merupakan tenda standar yang mendirikannya dengan menggunakan tali dan patok. Hal ini untuk melatih keterampilan dan ketangkasan anggotanya dalam kegiatan berkemah tersebut.

Berikut ini cara mendirikan tenda yang benar dan baik dalam kegiatan berkemah pramuka yaitu :

  1. Periksa, bersihkan dan amankan terlebih dahulu area atau wilayah tempat yang akan dipasangi tenda
  2. Persiapan perlengkapan dan peralatan untuk memasang tenda seperti ; tenda, tiang, patok, tali, palu kecil, dll.
  3. Buka lembaran tenda untuk mengetahui besarnya dan tentukan arah dan sudut tenda.
  4. Pasang tiang tenda sesuai posisinya, dalam hal ini pada sudut-sudut tenda yang bersangkutan.
  5. Tancapkan patok-patok pada tiap sudut tenda dan pintu tenda.
  6. Setelah menegakan tiang tongkat, ambil tali, lalu ikatkan pada patok yang sudah tertancap di tanah.
  7. Begitupun dengan tiang depan, ikatkan (Alangkah lebih bagus jika menggunakan tali ganda).
  8. Pasang pendukung tenda, seperti, lampu, pagar, gerbang dan lain sebagainya.

 

Kita coba menganalisis kebahasaan pada teks prosedur di atas. Kebahasaan pada teks prosedur yang berjudul “ Cara Mendirikan Tenda Kemah”, yaitu tulisan yang bercetak miring pada bagian contoh kalimat dalam tabel di bawah ini.

 

Kaidah Kebahasaan Contoh Kalimat
Kata kerja imperatif Periksa, bersihkan dan amankan terlebih dahulu area atau wilayah tempat yang akan dipasangi tenda
Pernyataan persuasif Begitupun dengan tiang depan, ikatkan talinya. (Alangkah lebih bagus jika menggunakan tali ganda).
Kata teknis Pasang pendukung tenda, seperti, lampu, pagar, gerbang dan lain sebagainya.
Konjungsi penambahan Setelah menegakkan tiang tongkat, ambil tali, lalu ikatkan pada patok yang sudah tertancap di tanah.
Deskripsi alat Persiapan perlengkapan seperti ; tenda, tiang, patok, tali, palu kecil, dll.

 

A.      Rangkuman

Unsur Kebahasaan Teks Prosedur. Pada umumnya, teks prosedur memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut.

  1. Banyak menggunakan kata-kata kerja perintah (imperatif). Kata kerja imperatif dibentuk dengan akhiran -kan, -i, dan partikel-lah.
  2. Banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang dibahasanya.
  3. Banyak menggunakan konjungsi dan partikel yang bermakna penambahan.
  4. Banyak menggunakan pernyataan persuasif.
  5. Apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna.

 

Bacalah Teks Prosedur di bawah ini!

Cara Mengurus Visa

Secara umum, visa merupakan tanda bukti izin untuk berkunjung ke suatu Negara dengan tujuan wisata atau bekerja selama jangka waktu tertentu.

Visa biasanya diberikan oleh Negara asal untuk digunakan pada Negara tujuan. Berikut tahapan cara pengurusan visa yang harus dilakukan:

  1. Menyiapkan segala keperluan identitas seperti KTP, SIM, Akta Lahir, Ijazah, dan identitas lainnya beserta copy dari keseluruhan identitas tersebut
  2. Mendatangi kantor imigrasi dan mengisi formulir permohonan pembuatan visa
  3. Mengisi dan melengkapi segala hal yang dibutuhkan dalam formulir kemudian menyerahkannya pada petugas yang berwenang
  4. Setelah itu petugas akan memberikan tanda terima beserta jadwal untuk melakukan foto yang akan ditempelkan pada visa
  5. Ikuti jadwal foto sesuai waktu yang tertera, biasanya sekaligus dilakukan rekam sidik jari
  6. Tunggu sesi wawancara dan siapkan dokumen asli untuk ditunjukkan
  7. Usai wawancara akan dijelaskan mengenai metode pembayaran buku visa serta jadwal pengambilan visa.
  8. Pada tanggal yang ditentukan, bayarlah semua syarat administrasi, kemudian anda bisa mengambil visa pada jadwal yang juga sudah diberikan
  9. Visa biasanya selesai dalam waktu satu minggu sejak pengurusan dilakukan.

 

Tentukan kaidah kebahasaan yang digunakan pada teks prosedur “Cara Mengurus Visa”, lalu tulis jawabanmu pada format di bawah ini!

 

Kaidah Kebahasaan Contoh Kalimat
Kata kerja imperatif
Pernyataan persuasif
Kata teknis
Konjungsi penambahan
Deskripsi alat

 

Pelatihan

  1. Buatlah kalimat dengan menggunakan kata kerja imperatif
  2. Buatlah dua buah contoh kalimat bermakna persuasif
  3. Tentukan makna kata teknis di bawah ini:
    1. visa
    2. negosiasi
    3. wawancara
  4. Lengkapi kalimat di bawah ini dengan konjungsi penambahan:

Pada tanggal yang ditentukan, bayarlah semua syarat administrasi, ….Anda bisa mengambil visa pada jadwal yang juga sudah diberikan.

  1. Buatlah sebuah kalimat yang berisi pendeskripsian alat!

Krisanis, ketika seseorang menyampaikan informasi di depan umum dengan tujuan memberi nasihat dan petunjuk tentang suatu hal yang bersifat aktual, kegiatan tersebut dapat dinamakan ceramah.

Selain ceramah, dikenal pula sebutan pidato, khotbah, dan sambutan.

  1. Pidato adalah pembicaraan di depan umum yang cenderung bersifat persuasif, yakni bersifat ajakan ataupun dorongan pada khalayak untuk berbuat
  2. Khotbah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampian pengetahuan keagamaan atau praktik beribadah dan ajakan-ajakan untuk memperkuat keimanan.
  3. Sambutan adalah pidato singkat yang disampaikan pada pembukaan suatu acara atau kegiatan

Dibandingkan pidato ataupun khotbah, ceramah merupakan bentuk berbicara di depan umum yang lebih menekankan pada penyampaian informasi daripada bujuk- membujuk. Oleh karena itu, setelah mendengarkan ceramah, pendengar diharapkan memperoleh informasi yang berguna bagi pengetahuan dan pemahaman tentang topik tertentu.

 

Tahapan menyusun kerangka ceramah

Kerangka ceramah memuat pokok-pokok materi yang akan diceramahkan. Kerangka akan memudahkan kita dalam menyusun ceramah. Ceramah menjadi lebih sistematis, pengulangan pembahasan dapat dihindari, serta pengumpulan data dan sumber-sumber menjadi lebih terukur. Adapun kerangka ceramah yang baik memiliki ciri-ciri berikut.

  1. Meliputi tiga bagian pokok struktur, yakni 1) Pendahuluan/Tesis (pengenalan isu permasalahan dan pandangan pembicara) 2. Isi (rangkaian argumen pembicara), dan 3. Penutup (penegasan kembali/simpulan)
  2. Mengungkapkan maksud yang jelas.
  3. Setiap bagian dalam kerangka hanya mengandung satu gagasan.
  4. Bagian-bagian dalam kerangka karangan harus tersusun secara logis.

 

Adapun pemilahan materi ceramah diakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. pilihlah materi yang aktual (sedang hangat diperbincangkan),
  2. pisahkan materi pokok dengan materi penunjang, dan
  3. usahakan materi padat sehingga ceramah tidak terlalu lama dan membosankan.

 

Kebahasaan teks ceramah:

1.Menggunakan kata ganti orang pertama (tunggal) dan kata ganti orang kedua jamak, sebagai Kata ganti orang pertama, yakni saya, aku. Mungkin juga menggunakan kata kami apabila penceramahnya mengatasnamakan kelompok. Teks ceramah sering kali menggunakan kata sapaan yang ditujukan pada orang banyak, seperti hadirin, kalian, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara.

2. Menggunakan kata-kata teknis ataupun peistilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas. Dengan topik tentang masalah kebahasaan yang menjadi fokus pembahasannya istilah-istilah yang muncul dalam teks tersebut adalah sarkastis, eufemistis, tata krama, kesantunan berbahasa, etika berbahasa.

3. Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (sebab- akibat). Misalnya, jika… maka, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu. Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang yang menyatakan hubungan temporal ataupun perbandingan/ pertentangan, seperti sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, berbeda halnya, namun.

4. Menggunakan kata kerja mental. Kata kerja mental seperti memprihatinkan, mengagumkan, menduga, dan lain- lain.

5. Menggunakan kata kerja persuasif. Kata-kata persuasif seperti hendaklah, sebaiknya, perlu, harus.

 

Beberapa topik yang dapat dijadikan bahan ceramah adalah:

  1. pengalaman pribadi,
  2. hobi dan keterampilan,
  3. pengalaman dalam pekerjaan,
  4. pelajaran sekolah ataukuliah,
  5. pendapat pribadi,
  6. peristiwa hangat dan pembicaraan publik,
  7. masalah keagamaan,
  8. problem pribadi,
  9. biografi tokoh terkenal, dan
  10. minat

 

Cermati teks ceramah di bawah ini!

Topik: Era Globalisasi

Yang terhormat Kepala Sekolah ….

Yang saya hormati Wakil Kepala Sekolah ….

Yang saya hormati guru-guru ….

Beserta seluruh murid….. yang berbahagia.

Salam sejahtera,

Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan YME atas segala karunia-Nya, Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang telah menyelenggarakan acara ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung sehingga acara ini bisa terselenggara seperti saat ini.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak semua untuk mengingat kembali, beberapa pola hidup yang telah kita lakukan sehari-hari sehingga tanpa disadari hal tersebut menjadi penyebab terjadinya globalisasi. Apakah globalisasi sangat berpengaruh dalam kehidupan kita?

Pada abad ke 21 ini, globalisasi menjadi hal yang biasa bagi kita. Globalisasi, berarti proses yang mendunia. Tentunya, semua aspek kehidupan merasakan pengaruhnya. Misalnya, di bidang transportasi. Setiap hari kita dapat melihat seluruh jalan raya dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor. Contohnya mobil. Padahal, sebelum mobil ditemukan, biasanya orang akan berjalan kaki untuk menempuh suatu perjalanan, bahkan yang sangat panjang sekalipun. Selain di bidang transportasi, aspek kehidupan yang terkena dampak globalisasi adalah telekomunikasi. Saat ini hand phone adalah alat komunikasi yang sudah dimiliki oleh setiap orang. Selain hand phone, yang tak kalah penting adalah internet. Globalisasi seperti mengharuskan kita untuk memiliki komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet.

Bidang olahraga juga merasakan dampak globalisasi. Saat ini seluruh dunia sangat meminati pertandingan sepak bola, basket, bulu tangkis, dan lain sebagainya. Bukan hanya kegiatan olahraganya, alat-alat pendukung pun ikut merasakan dampak globalisasi. Contohnya sepatu. Sepatu menjadi alat pendukung yang sangat penting. Model dan bentuk sepatu pun harus disesuaikan dengan olahraganya.

Di bidang kuliner, pengaruh globalisasi juga cukup besar. Makanan khas Barat menjadi sangat populer di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan makanan khas dalam negeri menjadi kurang diminati. Yang tak kalah penting, aspek kehidupan yang juga merasakan dampak globalisasi adalah fesyen. Saat ini tren yang sangat mendunia adalah dari negara-negara barat. Jika orang Indonesia lebih memilih tren luar negeri, siapakah yang akan melestarikan budaya Indonesia?

Dari beberapa aspek yang saya sebutkan tadi, jelas bahwa globalisasi sangat berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Setiap orang memang dapat merasakan pengaruhnya. Sebagai warga masyarakat yang baik, kita harus bisa menghadapi pengaruh globalisasi dengan mengambil nilai-nilai positif dan membuang nilai-nilai negatifnya. Misalnya, dengan menyeleksi budaya asing yang masuk ke dalam negeri kita. Kita harus bisa memilih budaya yang baik, yang tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di negeri kita. Budaya dari negeri sendiri harus kita jaga dan lestarikan.

Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Hanya itu yang dapat saya sampaikan, apabila ada kesalahan dalam perkataan yang tidak berkenan di hati para hadirin, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Berdasarkan isi ceramah di atas, informasi apa yang Anda dapatkan!
  2. Bagaimana sikap Anda sebagai pelajar menghadapi era globalisasi!
  3. Simpulkan solusi dalam ceramah di atas!
  4. Carilah sebuah infografis dengan tema bebas. Susunlah sebuah ceramah berdasarkan data yang ada di dalamnya!

MEMO

 

Pengertian

  • Surat dari seorang atasan (orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi) kepada bawahan

 

Isi Memo

  • Saran, petunjuk, instruksi, dan informasi yang penting-penting saja

 

Sistematika

  • Kepala memo (kop surat sampai dengan dari:)
  • Badan memo (isi memo secara singkat)
  • Kaki memo (tanda tangan)

Membuat Majalah Digital

Majalah digital adalah majalah dalam format file –biasanya Pdf– yang tersedia secara online dan bisa di-download untuk disimpan dan dibaca kapan saja, online maupun offline.

Majalah digital sering disebut majalah online (online magazine), majalah elektronik (electronic magazine) atau e-Magazine,atau  e-magz. Majalah digital tidak menggunakan kertas, melainkan dalam bentuk file digital yang dapat diakses melalui komputer, laptop, handphone, android, iPhone, iPad, dan lainnya.

Redaksional Majalah Digital

1. Menentukan judul majalah digital.  (a. Judul singkat, padat, lugas, dan menarik. b.Judul mencerminkan hal yang positif)

2. Menentukan tagline majalah digital (a. Tagline singkat, padat, dan menarik. b.Tagline mendidik dan memberi semangat/inspiratif)

3. Menentukan logo sekolah (Serviam)

  1. Menentukan susunan redaksi (pemimpin redaksi, sekretaris redaksi, staf redaksi, fotografer, layouter, editor)

5. Menentukan rubrikasi (liputan hard news, liputan soft news, sketsa, komik, kartun, polling, puisi, foto-foto, dll.)

6. Layouting di Corel, InDesign, PageMaker, MS Word, dll.

7. Convert ke Pdf

8. Publikasi ke media digital

 

Penilaian Majalah Digital

Tata Wajah (komposisi, foto, desain)                                                                                                        .

Read Ability (mudah dimengerti, jalan pikiran sistematis, bahasa baik dan benar)

Editorial Content (nilai berita, kecermatan/akurasi, kesesuaian dengan pembaca)

Main Story (seleksi, ketuntasan, kejelasan)

Lain-lain (kelengkapan, kerapian)

              

PENALARAN

 

 

Pengertian

 

  • Proses berpikir manusia untuk menghubungkan data dan fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan

 

Pembagian

  • Hubungan sebab akibat
  • Hubungan akibat sebab
  • Penalaran deduksi
    • Silogisme
      • PU (Premis Umum) menyatakan bahwa semua angggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu pada (= B)
      • PK (Premis Khusus) menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (= C) adalah anggota golongan tertentu itu (= A)
      • K (Kesimpulan) menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (= C) memiliki sifat atau hal tersebut pada (= B)

PERIODISASI SASTRA INDONESIA

 

Pembagian:

 PUJANGGA LAMA

A. Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasikan karya sastra Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20, periode sastra indonesia klasik pada masa ini karya sastra didominasi oleh syair, pantun, gurindam, dan hikayat. 

B. SASTRA MELAYU LAMA merupakan karya satra yang dihasilkan antara tahun 1870-1942 yang berkembang di lingkungan masyarakat sumatra seperti “Langkat, Tapanuli, Minangkabau dan Sumatra lainnya”, orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat, dan terjemahan novel barat.

C. Angkatan Balai Pustaka / 20

  • Tema umumnya kawin paksa
  • Aliran romantis sentimentil
  • Umumnya berbentuk roman
  • Contoh :
    • Merari Siregar : Azab dan Sengsara
    • Marah Rusli : Siti Nurbaya
    • Tulis Sutan Sati : Sengsara Membawa Nikmat
    • Abdul Muis : Salah Asuhan
    • Suman HS : Mencari Pencuri Anak Perawan

 

D. Angkatan Pujangga Baru / 33

  • Tema persatuan
  • Aliran romantis idealis
  • Lebih mementingkan bahasa daripada isi
  • Karya utama berupa novel dan roman
  • Contoh :
    • Armin Pane : Belenggu
    • Sanusi Pane : Manusia Baru
    • Amir Hamzah : Buah Rindu
    • Sutan Takdir Alisyahbana : Dian Yang Tak Kunjung Padam

E. Angkatan 45 / Chairil Anwar

  • Lebih mementingkan isi daripada bentuk
  • Karya utama cerpen, puisi, kritik, esai
  • Aliran ekspresionisme dan simbolisme
  • Contoh :
    • Idrus : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
    • Chairil Anwar : Yang Terhempas dan Yang Putus

 

F. ANGKATAN 1950-1960-an
Angkatan ’50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah Asuhan H.B. Jassin. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi oleh cerita pendek dan kompulan puisi. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya, Sastra.
Pada angkatan ini muncul gerakan komunis di kalangan sastrawan, yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (lekra) yang berkonsep sastra Realisme-Sosialis.

G. Angkatan 66

  • Tema protes dan politik
  • Aliran realisme dan puisi berbau protes
  • Memperhatikan isi dan nilai estetis
  • Contoh :
    • NH Dini : Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko
    • Mochtar Lubis : Harimau-harimau, Jalan Tak Ada Ujung
    • Iwan Simatupang : Merahnya-merah
    • A A Navis : Robohnya Surau Kami

 

H. ANGKATAN 1980 – 1990-an
Karya sastra Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980, ditandai dengan banyaknya roman percintaan, dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. Karya sastra Indonesia pada angkatan ini tersebar luas di berbagai majalah dan penerbitan umum.
Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an antara lain adalah : Rami Sylado,Yudistria Ardinugraha, Noorca Mahendra, Seno Gumira Aji Darma, Pipiet Senja, Kurniawan Junaidi, Ahmad Fahrawie, Micky Hidayat, Arifin Noor Hasby, Tarman Efendi Tarsyad, Noor Aini Cahaya Khairani, dan Tajuddin Noor Ganie.

I. ANGKATAN REFORMASI
Seiring terjadinya pergeseran kekuasaran politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdulrahman Wahid (Gusdur) dan Megawati Soekarno Putri, muncul wacana tentang “Sastrawan Angkatan Reformasi”. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra, puisi, cerpen, maupun novel yang bertema sosial-politik, khususnya seputar Reformasi.

J. ANGKATAN 2000-an
Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya “Angkatan 2000”. Sebuah buku tebal tentang angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia, Jakarta pada tahun 2002. Seratus lebih penyair, cerpenis, novelis, esais, dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam angkatan 2000, termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an, seperti Afrizal Malna, Ahmad Yosi Herfanda, dan Seno Gumira Ajidarma, serta yang muncul pada 1990-an seperti Ayu Utami, dan Dhorotea Rosa Herliany.

K. CYBER SASTRA
Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasikan melalui buku, namun tayang di dunia maya (internet), baik yang dikelola resmi oleh pemerintah, organisasi non-profit, maupun situs-situs pribadi.

Pengertian

Merupakan teks cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan. Teks anekdot biasanya bertopik tentang layanan publik, politik, lingkungan, dan sosial. Tergolong ke dalam jenis teks yang mengandung pesan moral/amanat

Ciri-ciri:

  1. Teks yang mendekati perumpamaan.
  2. Menampilkan karakter yang sering dilihat.
  3. Memiliki sifat humor.
  4. Mengandung kritikan.
  5. Mengandung pesan moral.

 

Struktur:

  1. Abstrak : pengantar yang berisi gambaran secara umum mengenai teks yang ditulis. Tujuannya adalah agar pembaca dapat membayangkan terlebih dahulu apa yang nantinya terkandung dalam teks tersebut.
  2. Orientasi: Orientasi merupakan awal kejadian pada cerita atau juga bagian yang menjelaskan latar belakang mengapa peristiwa utama dalam cerita dapat terjadi.
  3. Krisis : Peristiwa yang disampaikan pada bagian orientasi akan memiliki permasalahan. Puncak dari permasalahan tersebut akan diceritakan di bagian krisis.
  4. Reaksi: Permasalahan yang terjadi akan diselesaikan pada bagian reaksi. Terkadang, solusi yang digunakan terkesan unik dan menghibur.
  5. Koda: Pada umumnya koda berisi tentang pesan moral yang didapatkan dari cerita yang ada pada teks anekdot.

 

Kebahasaan:

  1. Memakai pertanyaan dengan keterampilan bahasa yang kreatif dan efektif atau retorik.
  2. Menulis sesuai struktur: diawali dengan bagian abstrak dan diakhir dengan bagian koda.
  3. Menyatakan peristiwa serta bagian dari peristiwa dengan menggunakan konjungsi.
  4. Memakai kata keterangan waktu lampau.
  5. Memakai kata predikat atau kata kerja.
  6. Memakai kalimat yang berbau perintah.
  7. Dibuat secara berurutan dan kronologis.

PERUBAHAN MAKNA

 

  • Meluas :
    • Makna kata sekarang lebih luas daripada makna kata asalnya
    • Contoh : berlayar, bapak, putra

 

  • Menyempit :
    • Makna kata sekarang lebih sempit daripada makna kata asalnya

Contoh : pendeta, sarjana

 

  • Amelioratif :
    • Makna kata sekarang lebih baik daripada makna kata asalnya
    • Contoh : Wanita lebih baik daripada perempuan
    • Contoh : busana lebih baik daripada pakaian

 

  • Peyoratif :
    • Makna kata sekarang lebih jelek daripada makna kata asalnya
    • Contoh : Hostes dulu nyonya rumah, kini bermakna negatif

Contoh : simpanan dulu harta kini istri muda

 

  • Sinestesia :
    • Makna kata yang timbul karena tanggapan 2 indera yang berbeda
    • Contoh : hatiku panas mendengar sindirannya
    • Contoh : namanya harum
  • Asosiasi :
    • Makna kata yang timbul karena persamaan sifat
    • Contoh : hati-hati menghadapi tukang catut di bioskop itu

Contoh : berikan saja dia amplop

Krisanis, setiap hari kita selalu melakukan suatu kegiatan, misalnya membaca buku, naik kendaraan, menggunakan alat-alat elektronik, dan melayani tamu. Agar dapat melakukannya dengan benar, kita memerlukan serangkaian petunjuk melakukan kegiatan tersebut. Banyak istilah yang digunakan untuk menyebut petunjuk-petunjuk itu. Ada yang menyebutnya kiat, tips, resep, cara jitu, dan sebutan lainnya. Mari kita sebut saja semuanya itu dengan istilah prosedur. Penting sekali kita mempelajarinya agar dapat memahami dan menyusun prosedur, bahkan dapat melakukan suatu kegiatan sesuai dengan prosedur. Dengan begitu, kita dapat memberikan penjelasan kepada teman, kerabat, atau orang lain tentang cara melakukan sesuatu sesuai dengan tahapan yang benar.

 

Pengertian Teks Prosedur

Teks Prosedur adalah teks yang berisi cara, tujuan untuk membuat atau melakukan sesuatu hal dengan langkah demi langkah yang tepat secara berurutan sehingga menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. Teks prosedur biasanya terdapat pada tulisan yang mengandung cara, tips atau tutorial melakukan langkah tertentu. Di dalam teks prosedur terdapat kata imperatif atau kata perintah untuk melakukan apa yang dibahas pada teks agar si pembaca melakukan apa yang diperintahkan pada isi teks tersebut.

Misalnya kamu sedang mencari tulisan cara memutihkan wajah melalui internet. Nah, pada teks tulisan tersebut akan terdapat cara atau langkah bagaimana memutihkan wajah sehingga menghasilkan wajah yang putih bersih seperti yang kamu inginkan. Cara yang disajikan pun langkah demi langkah secara berurutan agar si pembaca mampu mengikuti tutorial yang disajikan.

 

Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur bertujuan untuk memudahkan pembaca maupun pendengar agar dapat mengikuti langkah atau perintah dari isi teks yang tujuan akhirnya bisa sesuai keinginan pembaca maupun pendengar.

Jenis-Jenis Teks Prosedur

Teks prosedur terdiri atas tiga jenis, yaitu teks prosedur sederhana, kompleks, dan protokol.

  1. Teks Prosedur Sederhana

Teks prosedur sederhana yaitu teks yang berisi langkah-langkah sederhana yang biasaya hanya terdiri atas 2-4 langkah saja dalam melakukannya. Contohnya, cara login facebook, membuka WA, twitter, instagram, dan sebagainya.

  1. Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur kompleks yaitu teks yang berisi banyak langkah dalam melakukannya. contohnya, cara membuat sambal balado, cara mengajukan pembuatan kartu SIM, cara memperpanjang STNK, prosedur pembuatan KTP, pembuatan paspor, dan sebagainya.

  1. Teks Prosedur Protokol

Teks prosedur protokol adalah teks yang pada setiap langkahnya bisa diubah tidak harus runut, walaupun berubah, tetapi hasil akhirnya tetap sama. misalnya, jika memasak mie instan kita bisa merebus dengan memasukan mie dan bumbu kedalam air rebusan dari tungku atau bisa memasukkan air panas ke dalam wadah yang berisi mie lalu memasukkan bumbu.

 

Struktur Teks Prosedur

  1. Tujuan

Untuk struktur tujuan yang ada di dalam teks prosedur memang cukup beragam, contoh yang paling sering kita jumpai ialah pengantar topik. Tak hanya itu saja, bisa saja tujuan tersebut berisi mengenai kenapa teks prosedur tersebut di buat. Yang artinya, tujuan ini merupakan hasil akhir jika kita melakukan suatu hal yang mana mengikuti pedoman langkah- langkah yang ada di dalam teks prosedur tersebut.

  1. Langkah-langkah (petunjuk)

Untuk bagian yang ke dua ialah bagian langkah- langkah yang mana di dalamnya menerangkan mengenai proses dari tahapan maupun langkah yang wajib untuk di laksanakan demi memperoleh hasil yang jauh lebih maksimal dimana sesuai dengan tujuan dari pembuatan teks prosedur.

Pada bagian ini, langkah- langkah wajib di susun dengan cara yang berurutan sebab nantinya akan membahas dari tahapan nol sampai pembahasan hasil pencapaian. Misalnya saja, pada saat kita membuat sebuah teks prosedur mengenai memasak tidak mungkin sekali jika kita akan menulis langsung mengenai menghidangkan masakan sebelum kita menjelaskan langkah- langkah dari proses penyiapan bahan dan proses memasaknya.

  1. Penegasan ulang (penutup)

Untuk penegasan ulang berupa harapan ataupun manfaat apabila petunjuk- petunjuk itu dijalankan dengan baik.

 

Contoh Teks Prosedur

Cara Membuat Akun Twitter

Twitter merupakan salah satu media sosial layaknya seperti Facebook. Twitter bukan hanya digunakan di Indonesia, namun Twitter telah banyak digunakan di seluruh dunia, pengguna twitter hampir menyentuh semua lapisan masyarakat, baik dari kalangan menengah keatas ataupun sebaliknya. Bagaimana cara mendaftar akun Twitter? Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mendaftar akun Twitter dengan baik dan benar.

  1. Langkah pertama, silahkan Anda pergi menuju halaman Twitter atau dengan menggunakan link berikut ini https://twitter.com/.
  2. Selanjutnya Anda akan melihat kolom-kolom untuk mendaftar twitter, silahkan isi semua kolom-kolom tersebut dengan baik dan
  3. Tahap berikutnya yaitu tahap konfirmasi data pendaftaran dan memasukan data nama
  4. Pada tahap yang ini Anda akan diperkenalkan mengenai Twitter. Silahkan Anda klik “Ayo!” untuk menuju tahap
  5. Lalu tahap selanjutnya Anda akan diminta untuk memilih minat Anda, minat yang dipilih akan menentukan halaman-halaman yang akan Anda ikuti pertama
  6. Anda akan diminta melihat 40 daftar untuk Anda ikuti. Jika sudah selesai, silahkan klik “ikuti dan lanjutkan” untuk menuju tahap
  7. Selanjutnya Anda akan diminta mengupload foto untuk profil
  8. Pada tahap ini Anda diminta untuk memasukkan email, setelah itu Anda harus verifikasi Setelah itu akun Twitter Anda berhasil digunakan.

Struktur  Surat Lamaran Kerja

——————– a)

——————— b)

——————— c)

 

——————— d)

——————— e)

 

          f)———————————————————————-

———————————————————————————-

———————————————————————————-

 

———————————————————————————–

———————————————————————————–

———————————————————————————–

 

—————— g)

—————— h)

—————— i)

 

Keterangan:

a) tanggal surat

b) hal

c) lampiran

d) alamat surat

e) salam pembuka

f) isi surat

g) salam penutup

h) tanda tangan

i) nama terang

 

Contoh surat lamaran kerja

Perihal    : Permohonan  Bogor, 10 Oktober 2020

Lampiran: Tujuh lembar

 

Yth. General Manager PT Sarana Jaya

Jalan Ujung Batu Rokan No. 30 Medan

 

Dengan hormat,

Setelah membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar Media Kota, pada tanggal 3 Oktober 2020 yang menyatakan bahwa PT SaranaJaya membutuhkan karyawan untuk mengisi posisi Akuntan, Manager Marketing, dan Teknisi. Oleh karena itu, melalui surat ini saya mengajukan lamaran pekerjaan di perusahaan Bapak/Ibu pimpin untuk mengisi posisi Akuntan. Berikut adalah identitas diri saya:

 

nama : Ria Ananta
jenis kelamin : Laki – Laki
tempat, tanggal lahir : Bogor, 1 Januari 1995
pendidikan terakhir : Sarjana Akuntansi Universitas Indonesia
alamat : Jalan Padjajaran No. 60 Bogor
Nomor Telp      : 081231183211

Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan, bersama dengan surat lamaran ini saya melampirkan:

  1. pas foto terbaru 3 X 4, 2 lembar;
  2. fotokopi KTP;
  3. fotokopi Ijazah S1 dan transkip nilai;
  4. fotokopi sertifikat kursus/pelatihan;
  5. surat berkelakuan baik dari kepolisian;
  6. riwayat hidup;
  7. surat pengalaman

 

Demikianlah surat lamaran pekerjaan ini saya buat. Saya berharap dapat diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Atas perhatian dan kebijakan Bapak/Ibu, saya menyampaikan terimakasih.

 

Hormat  saya,

Ttd

Ria Ananta

 

:

SAMBUTAN / PIDATO

 

Pengertian

  • Pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang disampaikan unuk orang banyak secara lisan

 

Tujuan

  • Memberikan informasi
  • Memberikan argumen
  • Memberikan persuasi / bujukan
  • Memberikan hiburan

 

Metode

  • Impromtu
    • Serta merta
    • Harus pintar berbicara, harus ahli
  • Naskah
    • Monoton
  • Menghafal
    • Sangat sulit menghafal
  • Ekstemporan
    • Metode yang sering dipakai
    • Menggunakan poin-poin penting/kerangkanya saja

Pola pengembangan paragraf

 

  1. Pengembangan hal-hal yang khusus
  • Umum-khusus (paragraf deduktif) : kalimat utama pada awal
  • Khusus-Umum (paragraf induktif) : kalimat utama pada akhir

 

  1. Pengembangan dengan alasan-alasan
  • Sebab-akibat
  • Akibat-sebab

 

  1. Pengembangan contoh-contoh
  • Dikemukakan suatu pernyataan kemudian disebutkan rincian-rinciannya dalam bentuk contoh-contoh

 

  1. Pengembangan perbandingan
  • Dipaparkan semua persamaan atau perbedaan, meliputi :
    • Menyebutkan persamaan
    • Menyebutkan perbedaan
    • Menyebutkan persamaan dan perbedaan (gabungan)

 

  1. Pengembangan Campuran
  • Memaparkan sebuah cerita yang terdiri dari 2 atau lebih pola pengembangan paragraf, misalnya : sebab-akibat digabung dengan contoh-contoh, akibat-sebab digabung dengan perbandingan

PROPOSAL

Pengertian

 

  • Rencana kegiatan yang dituliskan dalam bentuk rancangan kerja

 

Sistematika

  1. Pendahuluan
  • Latar belakang masalah
  • Tujuan
  1. Ruang lingkup
  • Bentuk kegiatan
  • Peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan
  1. Kepanitiaan
  2. Rencana anggaran
  • Pemasukan
  • Pengeluaran
  1. Penutup

PUISI BARU

 

Pembagian menurut isi

  • Balada :
    • puisi baru yang berisi tentang cerita yang berbentuk epik
  • Ode :
    • puisi baru yang berisi sanjungan kepada orang yang telah berjasa pada negara (pahlawan)
  • Hymne :
    • puisi baru yang berisi pujian (pujaan kepada Tuhan)
  • Romance :
    • puisi baru yang bercerita tentang perasaan kepada kekasih
  • Epigram :
    • puisi baru yang ringkas dan tepat penuh semangat berisi tentang kehidupan
  • Satire :
    • puisi baru yang berisi sindiran kritikan kepada pemerintah
  • Elegi :
  • puisi baru yang berisi tentang kesedihan

 

Pembagian menurut jumlah baris

  • Disthikon :
    • puisi yang terdiri dari 2 baris
  • Terzina :
    • puisi yang terdiri dari 3 baris
  • Quantrain :
    • puisi yang terdiri dari 4 baris
  • Quint :
    • puisi yang terdiri dari 5 baris
  • Sextet :
    • puisi yang terdiri dari 6 baris
  • Septima :
    • puisi yang terdiri dari 7 baris
  • Oktaf :
    • puisi yang terdiri dari 8 baris
  • Soneta :
    • puisi yang terdiri dari 14 baris
  • Sajak bebas

PUISI KONTEMPORER

 

Pengertian

  • Puisi inkonvensional yang menyimpang dari karya sastra pada umumnya
  • Oleh karena menyimpang, maka cara memahami maknanya pun berbeda pula

 

Ciri-ciri

  • Penulisan kata, baris, dan bait menyimpang dari penulisan puisi pada umumnya
  • Terjadi kemacetan bunyi karena kadang-kadang hanya berupa beberapa tanda baca yang disejajarkan
  • Banyak pengulangan kata, frase, atau klausa
  • Menggunakan idiom-idiom inkonvensional
  • Memperhatikan kemerduan bunyi
  • Mencampuradukkan kata/kalimat bahasa Indonesia dengan kata/kalimat bahasa asing dan bahasa daerah

 

Macam-macam

  • Puisi Mantra :
    • Puisi yang menggunakan bentuk-bentuk mantra
  • Puisi Mbeling :
    • Bersifat klakar
    • Berisi kritik sosial
    • Ejekan terhadap sikap penyair yang sungguh-sungguh dalam menghadapi puisi
  • Puisi Konkret :

Mementingkan bentuk grafis dan gambar

Pengertian

Jika kalian mendengar kata ceramah, sebagian dari kita mungkin akan langsung berpikir tentang pemuka agama, entah itu Ustadz, Pastor, dan lain sebagainya. Padahal, ceramah bukan semata bisa dilakukan atau berkaitan dengan agama saja. Ceramah bisa dilakukan oleh siapapun, dan biasanya, ada teks pendukung untuk itu. Kita mengenalnya dengan istilah teks ceramah.

 

Tujuan

Teks ceramah biasanya memiliki pesan yang bertujuan untuk memberikan nasihat, petunjuk, atau petuah secara lisan. Khalayak yang mendengarkan pun bisa siapa saja. Tetapi umumnya khalayak dari teks ceramah bersifat spesifik karena diumumkan di komunitas atau kelompok masyarakat tertentu.

Struktur

  1. Pendahuluan (tesis)

Berupa pengenaan isu, masalah, ataupun pandangan pembicara tentang topik yang akan dibahasnya. Bagian ini sama dengan isi dalam teks eksposisi, yang disebut dengan isu.

2. Isi (rangkaian argumentasi)

Berupa argumen pembicara barkaitan dengan pendahuluan atau tesis. Pada  bagian ini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argumen-argumen pembicara.

3. Penutup (penegasan)

Berupa penegasan kembali atas pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

 

Langkah-langkah

  1. menentukan topik
  2. merumuskan tujuan ceramah
  3. menyusun kerangka ceramah
  4. menyusun ceramah berdasarkan kerangka

 

Kebahasaan

  1. Menggunakan kata ganti orang pertama (tunggal) dan kata ganti orang kedua jamak, sebagai sapaan
  2. Menggunakan kata-kata teknis ataupun peistilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas
  3. Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (sebab- akibat).
  4. Menggunakan kata kerja mental.
  5. Menggunakan kata kerja persuasif.

 

PUISI LAMA

 

Pembagian

  • Pantun
    • Bersajak ab ab
    • Setiap bait terdiri dari 4 baris
    • Setiap baris terdiri dari 4-5 kata
    • Baris 1 dan 2 merupakan sampiran, baris 3 dan 4 merupakan isi

Macam:

  1. Berdasar Isi ( Pantun anak-anak, pantun muda, pantun tua)
  2. Berdasar Bentuk ( Pantun biasa, pantun kilat/karmina, Talibun, Pantun Berantai)

 

  • Bidal :
    • puisi lama yang mengungkapkan atau berisi nasihat, sindiran, peringatan Setiap baris terdiri dari 4-5 kata

Macam: Pepatah, ungkapan, perumpamaan, tamsil, ibarat, dan pemeo

 

  • Mantra :
    • puisi lama yang diucapkan seorang pawang untuk mendatangkan kekuatan gaib Setiap bait terdiri dari 4 baris

 

  • Seloka :
    • puisi lama yang terdiri dari 2 baris atau peribahasa yang mendapat sampiran Baris pertama merupakan sampiran
  • Syair
    • Terdiri dari 4 baris
    • Rumusnya a a a a
    • Semua baris merupakan isi

 

  • Gurindam
    • Terdiri dari 2 baris
    • Baris pertama merupakan sebab, baris kedua merupakan akibat

MENULIS PUISI

 

Asal Mula

  • Poesis (bahasa Yunani : penciptaan)

 

Pengertian

  • Bentuk ekspresi pancaran rasa dari pemusatan / konsentrasi dan pengamatan jiwa penyair
  • Hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat-syarat tertentu dengan menggunakan irama dan kata-kata kiasan

 

Langkah-langkah

  • Menentukan tema
  • Menentukan diksi
    • Menggunakan kata-kata dasar/tanpa imbuhan
    • Menggunakan kata-kata mengejutkan
    • Menggunakan kata-kata bersayap/konotatif dan emotif
    • Biasanya menggunakan majas tertentu
    • Harus ada pesan
  • Menentukan rima dan irama
  • Contoh :

Malam lebaran

Bulan di atas kuburan

 

Membaca Puisi

  • Kriteria :
    • Interpretasi (mampu menafsirkan isi puisi dengan baik)
    • Artikulasi (mengucapkan secara tepat dan jelas)
    • Volume (lemah dan kerasnya suara)
    • Tempo (cepat dan lambatnya suara)
    • Modulasi (mengubah suara dalam puisi)
    • Intonasi (tekanan dan lagu kalimat)
    • Teks puisi (tidak menutupi wajah)

 

Pelatihan: Tontonlah video berjudul melisankan puisi (1) pada channel youtube krisanonline dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

Jawablah dan analisislah video puisi tersebut dari segi:

1. Tema apa yang muncul dari ketiga judul puisi yang dilisankan tersebut!

2. Pesan apa yang ingin disampaikan pada pembaca dari tiga judul puisi tersebut!

3. Tentukan amanat dari masing-masing ketiga puisi tersebut!

4. Komentar Anda berkaitan dengan teknik melisankan ketiga puisi tersebut. Mana yang paling baik? Berikan alasan Anda!

 

 

Resensi

 

Istilah

  • Resensie (Belanda)
  • Recenco (Italia)
  • Review (Inggris)
  • Recensiere (Latin)
  • Indonesia :
    • Ulasan buku
    • Timbangan buku
    • Bedah buku
    • Sorotan buku
    • Pembicaraan buku

 

Pengertian

  • Membaca sambil menilai buku

 

Tahap – tahap resensi

  • Menentukan identitas buku
    • Judul buku
    • Pengarang
    • Penerbit
    • Tahun terbit
    • Tebal buku
    • Harga buku
  • Menentukan Latar belakang pengarang

 

  • Menentukan isi buku
    • Sinopsis/unsur intrinsik buku tersebut

 

  • Menentukan keunggulan dan kelemahan
    • Organisasi buku
    • Bahasa yang digunakan
    • Teknik penyajian

 

  • Menilai buku
    • Baik atau tidak dibaca
    • Siapa yang pantas membaca
  • Bahasa persuasif

STRUKTUR KARANGAN

 

TEMA

+

+

PIKIRAN UTAMA

+

+

PIKIRAN UTAMA

+

+

KALIMAT UTAMA

+

+

KALIMAT PENJELAS

 

Pengertian

 

  • Tema
    • Ide pokok dalam sebuah karangan
  • Pikiran Utama
    • Gagasan pokok dalam sebuah paragraf
  • Kalimat Utama
    • Kalimat yang mengandung pikiran utama
  • Kalimat Penjelas
    • Kalimat yang menjelaskan kalimat utama

 

Menentukan kalimat utama

 

  • DEDUKTIF
  • INDUKTIF
  • CAMPURAN
  • DESKRIPTIF/NARATIF

Menulis Surat Dinas

 

Pengertian

Sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tertulis dari suatu pihak ke pihak lain.  Informasi yang diberikan dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, permintaan, perintah, atau laporan. Hubungan antara pihak-pihak yang terkait dalam pernyataan tersebut di atas disebut korespondensi

 

Fungsi Surat

  • Sebagai alat komunikasi
  • Sebagai alat bukti tertulis. Misalnya : surat perjanjian
  • Sebagai alat pengingat. Misalnya : surat-surat yang diarsipkan
  • Sebagai alat pedoman karya. Misalnya : surat perintah, permohonan.

 

Jenis Surat

  • Surat resmi / surat dinas
  • Surat tidak resmi / surat pribadi

 

Contoh

  • Surat permohonan
  • Surat undangan kedinasan
  • Surat nota dinas
  • Surat pengumuman

 

Surat pribadi

  • Surat yang menyangkut keperluan pribadi
  • Bahasa yang dipakai menggunakan bahasa tidak baku

 

Contoh

  • Surat keluarga
  • Surat ucapan terima kasih
  • Surat permintaan maaf
  • Surat perkenalan
  • Surat undangan

 

Contoh surat resmi :

 

Keterangan :

  1. Kepala surat
  2. Nomor surat
  3. Tanggal surat
  4. Lampiran
  5. Perihal
  6. Alamat  tujuan
  7. Salam pembuka
  8. Isi surat  / tubuh surat
  9. Salam penutup
  10. Nama instansi yang mengeluarkan surat
  11. Tanda tangan
  12. Nama pengirim
  13. Tembusan
  14. Inisial pengetik / pengonsep

TAJUK RENCANA

 

Pengertian

  • Komentar sebuah institusi pers terhadap suatu fakta yang terjadi. Penulis tajuk rencana adalah pemimpin redaksi dari koran/majalah tersebut

 

Isi Penulisan

  • Tajuk rencana yang menerangkan suatu fakta
  • Tajuk rencana yang mempermasalahkan suatu fakta
  • Tajuk rencana yang menggerakkan masyarakat untuk bertindak
  • Tajuk rencana yang memperjuangkan suatu hal secara terus-menerus
  • Tajuk rencana persuasi yang berisi alternatif solusi pemikiran

 

Sistematika

  • Pihak pertama :
    • Pemilik peristiwa / kejadian / masalah
  • Pihak kedua :
    • Masyarakat pembaca
  • Pihak ketiga :
    • Penulis tajuk / pemred

 

Simpulan Penulisan

  • Mengkritik tanpa solusi
  • Mengkritik dan memberi solusi
  • Mengajak pembaca mengembangkan pemikiran yang lebih luas / berpikir jernih
  • Mengajak pembaca merenung/berefleksi

Kompetensi Dasar

3.5 Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi, dan simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial.

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.5.1 Mengidentifikasi isi teks editorial.

3.5.2 Mengidentifikasi pendapat (opini) teks editorial.

3.5.3 Mengidentifikasi fakta teks editorial.

3.5.4 Menyimpulkan informasi teks editorial.

 

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan model pembelajaran discovery learning peserta didik dapat  mengidentifikasi isi, pendapat, fakta, dan menyimpulkan informasi teks editorial dengan menyuarakan kebenaran sehari-hari.

 

Pengertian Teks editorial

  • Teks yang berisi pandangan, pendapat, aspirasi, atau sikap redaksi terhadap sebuah permasalahan yang sedang berkembang di tengah masyarakat.

 

Sinonim Teks Editorial

  • Tajuk rencana
  • Catatan redaksi
  • Induk karangan
  • Editorial
  • Dll.

Teks editorial merupakan suatu teks yang berisi pendapat pribadi pada suatu isu yang terjadi. Isu tersebut bisa saja masalah ekonomi, masalah politik, atau masalah sosial. teks editorial berhubungan dengan isu, isu yang menjadi perbincangan publik. Teks editorial ini terdapat di majalah atau koran. Teks editorial memiliki tiga struktur yaitu pernyataan pendapat (tesis), Argumentasi, dan Penegasan Pendapat.

  1. Pernyataan Pendapat (tesis), berisi pendapat penulis tentang masalah yang di lihat.
  2. Argumentasi, bukti yang digunakan untuk memperkuat pendapatnya berupa hasil penelitian, atau fakta – fakta yang bisa dipercaya. dan
  3. Penegasan Pendapat, menguatkan kembali pendapat yang telah disimpulkan.

 

Opini dan Fakta dalam Teks Editorial

Dalam bentuk tulisan, suatu opini sebenarnya mudah dikenali. Berikut adalah penanda-penanda opini dalam  suatu paragraf.

  1. Menggunakan kutipan kata-kata seseorang, biasanya ditandai dengan adanya tanda baca petik dua (”. . . .”).
  1. Menggunakan sudut pandang penulis dalam bentuk penafsiran terhadap fakta.
  1. Menggunakan kata yang tidak pasti (mungkin, rasanya, dll).
  2. Menggunakan kata yang bertujuan menyampaikan sesuatu (sebaiknya, saran, pendapat, dll).

Inti dari paragraf opini adalah dapat ditemukan kata atau kalimat yang menunjukan bahwa itu adalah sebuah pendapat pribadi ataupun pandangan seseorang yang belum tentu benar, hanya berdasarkan pemikiran seseorang.

Berikut contoh teks opini

Contoh teks opini

Opini 1

Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata merupakan novel yang sangat bagus. Novel ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan melibatkan emosi para pembacanya. Tak hanya itu, novel ini juga memberikan pengalaman kepada pembacanya seolah-olah mereka ikut terlibat di dalam cerita tersebut. Terlebih lagi, novel ini juga sangat dicintai para pecinta novel karena mengangkat budaya lokal. Mereka menganggap bahwa Laskar Pelangi merupakan karya terbaik Andrea Hirata. Tak heran novel ini laku keras di pasaran.

 

Opini 2

Menurut Alex Sudrajat, Jokowi adalah presiden yang sangat sederhana. Dia juga menambahkan bahwa Jokowi sangatlah ramah dan tidak suka dengan hal yang berbau mewah. Dengan pesonanya, Jokowi berhasil merebut hati para pemilih yang kebanyakan ibu-ibu. Mereka jatuh cinta dengan kesederhanaan dan kepolosan yang ada pada sosok Jokowi. Meskipun ramah dan sederhana, Jokowi merupakan pemimpin yang cukup tegas.

Fakta adalah suatu informasi yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi. Fakta disertai dengan bukti bukti yang mendukung kebenarannya. Oleh karena itu, fakta lebih sering sulit dibantah oleh opini seseorang. Berikut adalah ciri-ciri fakta:

  1. merupakan suatu kebenaran umum;
  2. menyertakan bukti berupa data-data yang akurat;
  3. mengungkapkan peristiwa yang benar-benar terjadi.

Berikut contoh kalimat fakta.

  1. Di Kabupaten Pangandaran terdapat pantai yang indah dan sering dijadikan objek wisata.
  1. Tasikmalaya adalah salah satu kota yang ada di Jawa Barat.
  2. Julukan untuk Kota Bandung adalah Kota Kembang.

 

 Contoh teks editorial!

 Meningkatkan Minat Baca

Ajang tahunan Indonesia international book fair 2019 patut diapresiasi, sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca dan daya baca masyarakat.

Pameran buku tahunan yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) sejak 1980 tersebut, semula bernama Indonesia Book Fair. Sejak 2014 hingga kini, pameran buku itu bernama Indonesia International Book Fair (IIBF) dengan mengundang sejumlah negara sebagai peserta pameran.

Tahun ini IIBF diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 4-8 September 2019 dan diikuti 40 penerbit dalam negeri serta penerbit dari 20 negara.

Pameran buku di tengah euforia penggunaan gadget di semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tentu harus diapresiasi karena tantangannya tidaklah mudah. Gadget dengan segala kelebihannya, seperti praktis, murah, dan informasi yang disajikan beragam serta tak terbatas, bisa menurunkan minat masyarakat untuk membaca buku.

Untunglah kekhawatiran itu tidak seluruhnya benar. Berdasarkan data Gramedia, jaringan toko buku terbesar se-Indonesia, tahun 2018 misalnya, Gramedia bisa menjual 34,7 juta buku. Jumlah ini meningkat dari tahun 2017 sebanyak 29,7 juta buku dan tahun 2016 sebanyak 18,6 juta buku.

Perpustakaan Nasional mencatat, judul buku yang diterbitkan setiap tahun fluktuatif dan menjadi tantangan. Tahun 2016, misalnya, diterbitkan 57.090 judul buku. Tahun 2017 memang turun menjadi 47.506 judul buku, tetapi tahun 2018 melonjak menjadi 68.290 judul buku.

Seperti dikatakan Ketua Ikapi Rosidayati Rozalina, pada IIBF 2019 buku fiksi dan buku anak-anak masih menjadi andalan. Meskipun demikian, kategori nonfiksi, termasuk tulisan-tulisan akademik, mulai digarap serius.

Apa pun kategorinya, upaya promosi dan penjualan buku-buku ini harus kita hargai karena Indonesia masih menghadapi tantangan dalam soal minat baca di kalangan pelajar. Berdasarkan tes Program Asesmen Siswa Internasional (PISA), siswa Indonesia masih lemah dalam kemampuan membaca. Akibatnya, mereka sulit memahami dan menganalisis teks yang serius serta padat informasi.

Di sisi lain, Indonesia juga masih menghadapi persoalan buta aksara usia 15-59 tahun yang jumlahnya, 2,06 persen dari total penduduk atau sekitar 3,4 juta orang.

Menghadapi persoalan ini, semua pihak sudah selayaknya bekerja sama untuk meningkatkan minat baca dan daya baca masyarakat. Misalnya, pemerintah mempertimbangkan keringanan pajak untuk penulis dan harga kertas. Penerbit bisa menekan harga buku dan tidak hanya melakukan pameran besar di Jakarta. Sementara keluarga bisa berperan dengan menanamkan kegemaran membaca pada anak sejak dini disertai contoh nyata dari orangtua.

Semua pihak harus menyadari, membaca bukanlah sekadar kewajiban akademik, tetapi investasi yang sangat penting bagi masa depan anak serta kemajuan bangsa.

(Sumber: Tajuk Rencana, ‘’KOMPAS”, 7 September 2019)

 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Apa yang menjadi isu permasalahan teks editorial di atas!

2. Sebutkan dua kalimat opini/pendapat teks editorial di atas!

3. Sebutkan dua kalimat fakta teks editorial di atas!

4. Simpulan apa yang disampaikan penulis dalam teks editorial di atas!