Citra Diri

Pendidikan yang Membebaskan

Pendidikan harus berorientasi pada pengenalan realitas diri yang lebih menekankan pada proses pendewasaan pemikiran dalam memaknai realitas sosial yang ada di lingkungannya. Melalui pendidikan pulalah setiap individu dapat membebaskan dirinya agar mampu mewujudkan segala potensi dalam kehidupan yang bermartabat dan berkualitas. Sekelumit filosofi makna pendidikan itulah yang menginspirasi Bernadus Khrisma Wibisono atau biasa disapa Bapak Khrisma menekuni dunianya saat ini menjadi seorang guru.

“Dulu, sebenarnya saya memang pernah bercita-cita ingin menjadi seorang pastor. Menjadi pastor adalah salah satu bagian dari mimpi saya. Namun, setelah mengalami “pergulatan” yang panjang dan proses refleksi yang sarat makna, akhirnya saya menambatkan hati untuk menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi seorang pendidik saja. Sebab, saya suka dengan dunia pengajaran. Saya senang dengan sharing ilmu dan berbagi cerita dengan anak-anak,” ujar pria yang hobi bermain futsal, traveling, dan menonton film.  

Saat jurnalis Krisan berbincang face to face di pertengahan Januari 2018 lalu, Pak Khrisma juga ngobrol tentang kiat-kiat dalam mengekspresikan diri. “ Menjadi remaja zaman now itu  harus berani menjadi diri sendiri. Jadilah dirimu sendiri karena itu penting dan utama. Tidak perlu takut tentang apa yang akan orang lain katakan. Bebaskan dirimu dalam berekspresi lewat tingkah laku dan tutur kata tanpa perlu berpura-pura seolah-olah ada topengnya. Pendeknya, percaya diri dan be yourself,” pesan Bapak yang lulus S-1 bidang Filsafat dan akhir Maret 2018 lalu berhasil meraih Master Psikologi ini. (Elizabeth).