Surabaya, Krisanonline.com – Krisanis, kalian tahu? Aku dulunya adalah orang yang memiliki sifat pemalu dan kurang percaya diri. Waktu kecil, aku sudah diikutkan kursus piano oleh orangtua. Awalnya, terasa berat bagiku untuk memainkan piano. Namun, tanpa terasa aku mulai menikmatinya dan hal itu menjadi hobiku.

Ketika acara perpisahan, aku diminta untuk memainkan piano. Peristiwa ini terulang terus sampai aku duduk dibangku SMP. Saat dibangku SMP, aku bertemu dengan banyak teman yang memiliki hobi yang sama. Aku banyak belajar dari mereka. Di sekolahku, aku memenuhi setiap permintaan bila diminta untuk mengiringi koor, paduan suara, dan upacara bendera.

Lama kelamaan, aku juga sadar bahwa tidak semua orang puas dengan apa yang aku mainkan. Padahal, aku sudah berusaha dengan sangat keras. Kritikan pedas sering datang dan kemudian pergi begitu saja. Membuatku terkadang menangis. Misalnya, ketika aku diminta untuk mencari nada dari suatu lagu dan aku sudah mencarinya. Eh, malah diminta mengganti lagi ataupun mengganti lagunya. Sampai-sampai aku sempat berpikir bahwa “Aku benci musik. Musik selalu membuatku sedih dan kecewa.”

Sampai suatu saat, ada kerinduan kembali bermusik dari hatiku. Aku pun mulai mendengarkan musik. Aku juga mulai belajar gitar. Tanpa terasa, aku kembali pada hobiku. Aku lalu bertekad, akan selalu menjadikan musik sebagai bagian dari hidupku karena ketika mendengar musik, hatiku merasa gembira.

Aku juga sadar bahwa musik mengubah 180o hidupku. Awalnya, aku yang pemalu berubah menjadi pemberani berkat sering tampil mengiringi orang lain. Kepercayaan diriku juga tumbuh. Aku juga bersyukur karena Tuhan memberikan bakat yang luar biasa, meski untuk mengembangkan itu harus mendaki dan menuruni gunung kehidupan.  Sekarang, aku menyukai musik dan ingin terus totalitas bermusik.

(Kontributor : Michelle Angelica, Siswi X MIPA 2, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here