Surabaya, Krisanonline.com – Krisanis, Child’s Play merupakan versi kedua dari Child’s Play yang tayang pada tahun 1988. Boneka Buddi atau yang biasa dikenal Chucky dijadikan sebagai ikon dari film ini. Peran boneka Buddi tetap sama dengan versi sebelumnya, yaitu melakukan aksi pembunuhan pada orang-orang tertentu saja.

Terdapat banyak perbedaan antara kedua film tersebut, terutama pada konsep cerita yang disajikan. Konsep cerita yang disajikan pada film versi kedua ini didasarkan pada hal yang bersifat ilmiah. Pada versi sebelumnya, tindakan membunuh yang dilakukan oleh boneka Buddi disebabkan oleh adanya arwah atau roh jahat yang menggunakan boneka tersebut sebagai perantaranya. Sedangkan pada versi kedua disebabkan oleh kesalahan yang muncul dari teknologi. Perbedaan lain tidak hanya itu saja, tetapi juga dapat dilihat dari sisi fisik, senjata yang digunakan, target pembunuhan, dan motif pembunuhan.

Kisah ini berawal dari diluncurkannya boneka Buddi versi kedua dari perusahaan Kaslan. Henry Kaslan dalam video promosi produknya mengatakan bahwa boneka Buddi versi kedua ini memiliki beberapa kemampuan tertentu. Lebih tepatnya boneka tersebut dapat disebut sebagai robot serba guna semacam Siri. Terdapat hal yang berbeda dari salah satu produk perusahaan tersebut. Singkat cerita, hal tersebut berangkat dari rasa kekecewaan seorang programmer yang merasakan arogansi atasannya. Akhirnya, sang programmer yang kecewa tadi menambahkan program baru yang membuat  boneka Buddi menjadi lebih brutal dengan tujuan menghancurkan perusahaannya dan pada akhirnya si programmer bunuh diri.

Karen Barclay, salah satu pegawai di Zed Mart (perusahaan retur barang) dalam beberapa hari mendapatkan boneka Chucky sebagai barang retur. Alasan dari pelanggan yang mengembalikan boneka tersebut yaitu kondisi fisik boneka yang cacat dan juga kesalahan dari sistem teknologi boneka tersebut. Beberapa boneka Buddi yang ia terima langsung diberikan kepada temannya yang bernama Wes untuk dikembalikan pada perusahaan Kaslan. Hingga pada suatu ketika, Karen mendapatkan boneka itu kembali dan ia memutuskan untuk mengambil boneka hasil retur tersebut. Boneka tersebut ia jadikan hadiah ulang tahun untuk anaknya, Andy Barclay. Karen merasa Andy membutuhkan boneka tersebut karena Andy dapat disebut sebagai anak yang memiliki jiwa sosial rendah (kurang pergaulan). Perlahan namun pasti, Andy mulai senang memiliki teman baru yang ia beri nama Chucky.

Namun seiring berjalannya waktu,Chucky ternyata tidak seramah yang dibayangkan. Chucky memiliki sikap yang sangat loyal dan memiliki keinginan yang sangat besar untuk menjadi teman Andy satu – satunya  yang paling setia. Chucky rela melakukan segala cara untuk mencapai posisinya tersebut, bahkan dengan cara membunuh semua orang yang secara tidak langsung ingin menggeser posisinya. Segala sesuatu yang membuat Andy bersedih atau tidak bahagia akan Chucky singkirkan. Film ini diwarnai dengan adegan gore yang kental. Banyaknya adegan yang menegangkan juga siap memacu adrenalin para penonton yang menyaksikannya.

Film ini mendapat rating 6.3/10 di IMDb (Internet Movie Database). Bagi saya, film ini sangat mudah ditebak karena apa yang dilakukan Chucky diulang secara terus – menerus. Selain itu, sensasi horor atau  jumpscare tidak begitu terlihat dalam film ini. Film ini mengungkap nilai persahabatan yang sangat erat bahkan intim, hingga muncul rasa kecemburuan antara Chucky terhadap teman – teman Andy lainnya. Bagi para penonton yang telah menyaksikan film Child’s Play versi sebelumnya, pastinya akan tidak terlalu suka dengan versi remake ini karena banyak hal yang telah hilang dari sosok Chucky. Meskipun film ini memuat adegan – adegan yang sadis, akan tetapi adegan tersebut tak jarang mengundang tawa dari para penonton.

(Kontributor: Gabriella Patricia, Siswi XII IPS 1, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here