“The ache for HOME is in all of us. The safe place where we can go as we are and not be questioned” (“Rindu akan rumah ada di dalam diri kita semua. Tempat kita bisa menjadi diri kita sendiri dan tak dipertanyakan”)– Maya Angelou

Surabaya, Krisanonine.com –  Krisanis, kata rumah itu mungkin membuat kalian membayangkan dinding-dinding sebuah bangunan yang dihuni oleh manusia. Namun, sebenarnya rumah bagi saya lebih dari sekadar sebuah bangunan rumah. Rumah ialah suatu tempat untuk kita kembali dan “berpulang” setelah tersesat di jalan kehidupan. Rumah yang menyambut kita dengan segala kehangatan dan kenyamanannya.

Tak terasa, semester pertama kehidupan SMA saya telah berakhir dengan berakhirnya tahun 2019 yang memiliki banyak kenangan tak terlupakan. Seperti yang kalian ketahui saya mengejar ilmu di kota besar yang berarti saya harus melepaskan diri dari dekapan orangtua dan hidup mandiri.

Saya  sungguh senang dapat berkumpul dengan sahabat-sahabat saya sebelum kami yang notabenenya anak rantau semua kembali ke rumah kami masing-masing. Dan akhirnya setelah sekian lama saya dapat kembali  ke tempat di saat semua kegelisahan dan kesedihanku sirna. Suatu tempat yang selalu tersedia untukku kembali. Ya…rumahku.

Hari-hari saya lalui dengan kegembiraan dan kenyamanan melekat  pada diri. Saya dapat kembali pada tempat dimana saya bisa menjadi diri saya sendiri dan melepaskan segala letih dan gelisah akan dunia luar di dalam dinding-dinding kamar. Selama liburan saya dapat menikmati waktu untuk membaca beberapa buku untuk memperluas pengetahuan dan memperdalam karakter. Dan, tak lupa tentunya quality time bersama keluarga juga saya jalani dengan menyenangkan. Saya  akan selalu berterima kasih pada tempat saya kembali merindu, yaitu rumahku.Ya, rumahku adalah keluargaku terbaik.

 (Kontributor: Chaterine Senjaya, Siswi X MIPA 3, SMA Santa Maria Surabaya)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here