Surabaya, krisanonline.com– Krisanis, sebuah perutusan adalah tugas yang harus dijalani oleh orang-orang yang mengikuti panggilan Tuhan dan menyatukan hidupnya dengan kehendak Tuhan. Perutusan menjadi seorang biarawati, misalnya, merupakan sebuah misi mulia bagi siapa saja yang terpanggil dan terpilih untuk meneruskan karya-karya Allah. Nah, bicara soal perutusan menjadi seorang biarawati ini, dua jurnalis KrisanOnline (Rainer dan Alex) pada hari Jumat (24/05) mendapat kesempatan istimewa untuk mewawancarai Sr. Indira Krisanti Lengkong, OSU atau akrab disapa Suster Ira selaku Ketua III Yayasan Paratha Bhakti. Berikut liputan narasinya secara lengkap yang dituangkan dalam halaman ini.

Apa yang menjadi pendorong atau latar belakang Sr. Ira menjadi seorang biarawati?

Mmm… begini. Sebenarnya, waktu kecil tak pernah terpikir menjadi seorang biarawati.Namun, ketika saya kuliah di FKIP jurusan Bahasa Inggris di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, yang mewajibkan saya harus praktik mengajar, maka saya mencari sekolah yang dekat dengan kampus yaitu SMA Santa Theresia. SMA Santa Theresia adalah sekolah dibawah naungan suster-suster Ursulin. Waktu itu saya masih takut-takut bila harus bertemu dengan suster. Apalagi ketika bertemu dan suster  mengatakan “Ini lagi mahasiswa Atma Jaya. Setiap tahun minta praktik disini. Tapi, pada saat kami butuh guru tidak ada yang mau mengajar.”

Nah, sejak saat itu saya merasa ada sebuah tantangan dalam hidup. Setelah selesai praktik mengajar saya pun bersedia saat diminta untuk mengajar di SMA Santa Theresia. Tak hanya itu saya juga diminta mengajar di Seminari Menengah Wacana Bhakti. Setelah satu tahun mengajar di sekolah seminari tersebut, tiba pada sebuah pertemuan akhir saat para siswa harus melanjutkan ke seminari tinggi.

Nah, inilah momen yang berkesan bagi saya ketika para siswa seminari menyanyikan lagu “I Just Came to Praise The Lord” yang begitu menyentuh dan berkesan. Saya sempat sungguh terharu dan meneteskan air mata. Pada saat itu juga dalam hati saya, mulai tumbuh semacam kegelisahan hidup dan mulai terbesit bahwa menjadi suster adalah salah satu panggilan dan pilihan hidup saya.

Menjadi seorang biarawati pastilah tidak mudah dan ada ujian-ujian hidup yang harus dijalani. Bisa diceritakan sedikit ujian-ujian hidup Sr. Ira ketika menjadi seorang biarawati?

Setiap pilihan hidup itu pasti ada konsekuensi dan godaannya. Namun, bagi saya yang menjadi ujian hidup itu …. ya terletak pada saat saya tidak bisa memenuhi keinginan pribadi. Oleh karena menjadi suster itu khan ada kaul ketaatannya yang tidak bisa seenaknya sendiri. Dalam tugas perutusannya harus mengikuti aturan yang ada. Harus taat dan harus selalu siap dengan tugas perutusan yang kita emban. Apa yang kita lakukan harus seturut dengan kehendak Tuhan. Menerima dengan senang hati dengan penuh suka cita. Meski ada tantangan, tapi kita harus tetap mewartakannya dengan penuh kegembiraan.    

Nah, kalau bicara titik terendah, peristiwa apa yang pernah dialami oleh Sr. Ira saat menjalani biarawati?

Pada saat saya menjadi misionaris di Kamboja. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat sulit tapi juga malah menjadi berkesan buat saya. Ketika saya harus belajar tentang bahasa, budaya dan orang-orangnya. Juga harus mengembangkan Ursulin sebagai pionir yang waktu itu tahun 2012 baru berdiri 2 tahun. Pekerjaannya belum tersruktur dengan baik. Masih perlu penataan dibanyak hal. Namun, menjadi kegembiraan setelah saya mengenal medannya, bahasanya, dan orang-orangnya. Apalagi, saat bertemu, mengenal, dan mengajar anak-anak dengan penuh suka cita dan menolong anak-anak miskin di Kamboja serta membuat anak-anak bergembira setiap hari.     

Hal apa yang membuat Sr. Ira merasa bahagia saat mengemban tugas sebagai Ketua III di Yayasan Paratha Bhakti ini?

Ya …Tuhan telah menitipkan anak-anak untuk bersekolah disini dan kita harus sungguh-sungguh menjaganya dengan baik. Mendidik anak-anak itu menyenangkan karena mereka memiliki harapan. Oleh sebab itu, kita harus membimbingnya dengan baik dan sungguh-sungguh agar anak-anak mampu berkembang seutuhnya. Misalnya, kaitkanlah pembelajaran di kelas dengan pembelajaran hidup sehari-hari agar anak-anak benar-benar memiliki nilai-nilai hidup yang berharga dan berguna untuk masa depannya kelak. 

Kalau boleh tahu siapa yang menjadi sosok idola bagi Sr. Ira?

Idola saya adalah Mother Theresa, Beliau memiliki hati yang luar biasa dalam membantu sesama. Membawa kasih Yesus untuk semua orang. Beliau juga mengajarkan bahwa mencintai orang itu harus sampai sakit. Sungguh-sungguh memberikan yang terbaik pada sesama. Meski kita sakit, tapi kita harus tetap bisa memberikan yang terbaik pada siapa saja.

Baik, beralih ke topik lain Suster.  Pesan apa yang ingin Suster sampaikan pada generasi milenial yang saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0?

Begini …memasuki revolusi industri 4.0 bagi anak-anak muda zaman milenial itu tak hanya dibutuhkan pengetahuan semata, tapi perlunya diimbangi pula dengan sikap yang humanis. Artinya, sikap yang mencerminkan sisi-sisi kemanusiaan. Misalnya saat kita menggunakan internet. Apa yang kita lakukan haruslah yang membangun dan mempersatukan. Jangan provokatif. Jangan menyebarkan ujaran kebencian. Jangan terburu-buru untuk upload. Harus dipikir-pikir dulu. Harus cek dan ricek dulu. Saringlah info-info dengan benar. Konten-konten yang kita kirim harus yang berguna dan jangan menjatuhkan. Semoga anak-anak menyadari ini dan tetap selalu eksis dengan kreativitas serta inovasi yang mencerminkan nilai-nilai humanis.      

Apa pendapat Sr.Ira tentang literasi digital?

Baik… literasi digital itu artinya….ya memahami, menganalisis, dan memanfaatkan informasi-informasi di media digital. Artinya kita harus menggunakannya itu secara positif. Harus di-sharing terlebih dahulu agar tidak menjadi berita hoaks. Harus kritis, kreatif sesuai nilai-nilai dan visi misi di sekolah kita.   

Seperti kita ketahui bersama, selama ini Sr. Ira khan sudah mengenal KrisanOnline. Bagaimana sih pendapat Suster dengan KrisanOnline?

Menurut saya bagus ya…dan sesuai dengan era serta zamannya. Mengingat anak-anak muda saat ini lebih suka membaca segala informasi lewat hp-nya dibanding harus membaca cetaknya. Jadi, ini sangat baik dan saya sungguh mendukung.Saya juga pernah membacanya. Berita-berita KrisanOnline itu ditulis selalu menarik. Kontennya bagus, padat, dan singkat

Persona

Nama Lengakap      : Sr. Indira Krisanti Lengkong, OSU

Nama Panggilan      : Suster Ira

Tokoh Idola               : Ibu Theresa

Hobi                            : Membaca Buku dan Menyanyi

Penyanyi favorit       : Celine Dion

Buku Favorit             : Can You Drink The Cup (Henri Nouwen)

Makanan Favorit      : Soto Ayam

Minuman Favorit     : Lemon Tea (Jeruk Nipis)

Motto                         : Bertekunlah dengan suka cita dan gembira dengan apa yang telah Anda mulai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here