Surabaya, krisanonline.com – Krisanis, cerita saya dimulai saat saya pulang dari Dubai. Memang, saya dulunya tinggal di Dubai selama 5 tahun. Saat saya pulang dari Dubai, saya masih kelas 5 SD. Waktu kelas 5 SD, saya suka bermain game dan sering mengganggu teman. Saya naik kelas pun dengan nilai yang tidak terlalu baik. Saat saya kelas 6 SD, saya masih belum berubah. Saya masih menjadi pribadi yang kurang bertanggung jawab. Meski, akhirnya saya bisa lulus dengan nilai yang juga tidak terlalu bagus.

Ketika saya SMP kelas 7, saya masih tetap belum berubah. Parahnya, saya tidak mempunyai banyak teman dan kalau punya teman pun aktivitasnya juga kurang baik.  Saat saya naik kelas 8, nilai-nilai saya, masih belum bagus dan sekali lagi masih “terselamatkan” untuk naik kelas.

Nah, mulai di kelas 8, saya mulai berubah. Eitsss…jangan salah sangka.  Saya berubahnya pun masih saja belum ke arah yang lebih baik. Saat saya di kelas 8 inilah, emosimulai berkecamuk seperti rollercoaster. Saya mengalami banyak kegundahan hidup sampai terbawa menggangu perjalanan studi saya. Hingga suatu hari, saya berjumpa dan dibantu oleh seorang Suster dan beliau berkata,  “Bram, Suster akan beri kamu satu kesempatan lagi untuk melanjutkan studi di sini. Jadi, manfaatkanlah itu.”

Sejak saat itu, saya mulai bangkit untuk belalajar lebih giat lagi dan hidup lebih baik dengan siapa saja. Saya tidak ingin membuat orang tua kecewa. Ini kesempatan emas sekaligus kesempatan kedua saya yang diberikan oleh Tuhan. Saat saya kelas 9 SMP,  nilai saya, sudah mulai  bagus. Nilai-nilai saya hampir semuanya di atas rata-rata. Bahkan nilai UN saya melebihi ekspektasi saya dan orang tua saya. Saya juga mendapat salah satu nilai terbaik dalam mata pelajaran bahasa Inggris.

Nah, Krisanis, berkaca dari cerita saya ini  jika kita berada di titik terendah dalam hidup  maka jalan terbaik adalah selalu berdoa dan mencari jalan pada Tuhan. Isi hidup dengan karya nyata dan prestasi. Hidup hanya sekali dan jangan sampai disia-siakan.

(Kontributor: Abraham Yedija Kristianto, Siswa X MIPA 2, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here