Surabaya, KrisanOnline.com – Krisanis, mendengar frase “upacara bendera” mungkin yang terlintas dibenak sebagian besar orang, terutama para siswa adalah bentuk “ketidaksukaan.” Bisa jadi, bagi sebagian dari mereka menganggap bahwa upacara bendera tak lebih dari sekadar kewajiban dan formalitas belaka. Lantas, apakah pentingnya upacara bendera? Masihkah upacara bendera relevan di zaman ini?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), upacara adalah suatu perbuatan atau perayaan yang dilakukan atau diadakan sehubungan dengan peristiwa penting. Peristiwa penting yang dimaksud dalam hal ini adalah hari-hari Nasional seperti Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Pahlawan, dan lain-lain.

Pada hari-hari tersebut, sudah menjadi semacam tradisi bahwa di setiap sekolah akan diadakan upacara bendera.Lalu, apakah maknanya? Untuk menjawabnya penulis ingin menggunakan Dasar Konstitusional Negara kita, Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD NRI tahun 1945). Berdasarkan UUD NRI tahun 1945 pasal 27 ayat3, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”

Marilah membedah kalimat di atas, yang pertama adalah setiap warga negara berarti semua orang berkewarganegaraan Indonesia, tanpa terkecuali. Kemudian “berhak dan wajib” menyatakan bahwa kegiatan yang dimaksud adalah suatu hak sekaligus kewajiban bagi warga negara. “Ikut serta” memiliki sinonim terlibat. Dalam hal ini ingin penulis tekankan bahwa makna dari keterlibatan bukan hanya sekadar hadir secara fisik melainkan terlibat pula secara penuh. Dan yang terakhir adalah “bela negara” yang berarti sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945. Pendeknya, bela negara adalah semua hal baik yang dilakukan untuk negara. Mengingat bahwa upacara bendera merupakan salah satu bentuk bela negara. Oleh karena itu, sudahmenjadi hak sekaligus kewajiban bagi seluruh warga negara terutama para generasi muda untuk melaksanakannya.

Krisanis, tujuh puluh empat tahun sudah bangsa Indonesia berproses, tapi belum sepenuhnya benar-benar “merdeka.” Jalan menuju kesejahteraan masih terhambat akibat banyaknya tantangan yang tak jarang berasal dari diri kita sendiri. Korupsi, intoleransi, radikalisme, misalnya, masih terjadi. Itu semua dapat menghambat kemajuan bangsa.

Nah, disalah satu kalimat bijak mainstream Ir. Soekarno, beliau menegaskan betapa hebatnya peran pemuda yang mampu “mengguncangkan dunia”.  Pemuda memiliki kekuatan untuk memajukan bangsa Indonesia.  Itu semua dimulai dari upacara bendera. Upacara bendera mengajarkan bagaimana kita mencintai tanah air kita Indonesia, menghargai jasa para pahlawan yang telah membawa kita menuju kemerdekaan.

Krisanis, dari upacara bendera pula, kita dapat memetik makna bahwa betapa mahalnya harga sebuah kemerdekaan. Kita mampu belajar bagaimana menghargai jasa-jasa para pahlawan dan makna penting untuk terus menjaga kemerdekaan itu.

Oleh karena itu, marilah kita, para pemuda, generasi penerus bangsa, seperti di Lagu Bangun Pemudi Pemuda menyingsingkan lengan baju, mencintai tanah air kita dan bekerja segiat-giatnya untuk kemajuan bangsa.

(Kontributor: Christian Viming, Siswa XII IPS 2, SMA Santa Maria Surabaya)

gambar etalase: www.google.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here