Surabaya, KrisanOnline.com–Krisanis, banyak peristiwa yang telah terjadi dalam kehidupan setiap orang, termasuk dalam hidup saya. Perisitwa tersebut dapat “menggoreskan” sebuah pengalaman hidup tak terlupa. Entah pengalaman tersebut baik ataupun buruk, semuanya harus bisa kita terima dengan ikhlas.

Tepatnya, waktu itu saya kelas XI. Saya dan beberapa teman ekskur Deutsch Club mengikuti Olimpiade Bahasa Jerman di Wisma Jerman Surabaya. Jauh sebelum tiba hari pelaksanaan Olimpiade, saya dan teman-teman telah mempersiapkan diri cukup matang. Oleh karena, siapapun yang berhasil maju ke tahap selanjutnya, memiliki kesempatan untuk memenangkan Olimpiade pada tingkat Nasional. Jika berhasil memenangkan pada tingkat tersebut, pemenang akan diberangkatkan ke Jerman. Wow…sangat menarik, bukan? Oleh karena itu, kami dipersiapkan khusus dengan cara berlatih mengerjakan soal-soal, membuat tulisan ataupun membaca bacaan-bacaan dalam Bahasa Jerman, dan lain-lain.

Pada awal kami dipilih untuk ikut Olimpiade kami dipersiapkan agar tidak mudah pesimis dan berkecil hati. Melalui Olimpiade ini saya dan teman-teman dapat menambah pengalaman, khususnya dalam mengembangkan diri di bidang Bahasa Jerman. Meskipun, pada awalnya saya cukup takut untuk mencoba hal baru ini. Namun,  akhirnya saya mampu menjalani proses yang diberikan.

Jika sedikit mengingat kembali masa sebelum Olimpiade, saya jadi teringat akan diri saya yang mudah sekali pesimis, takut, dan rendah diri. Saya khawatir bahwa saya tidak mampu melewati proses yang ada. Oleh karena, hal yang selalu saya pikirkan adalah selalu pada hasil akhir dan keberhasilannya. Saya terkadang mengabaikan bahwa sebuah pengalaman baru nanti, maka kita akan mendapat pengalaman yang lebih berharga daripada sebuah keberhasilan semata. Orangtua pun juga mendukung hal yang sama. Beliau juga meyakinkan bahwa saya mampu. Apapun hasilnya nanti. Nah, sejak saat itu, saya mulai mengubah cara berpikir saya dan selalu bersemangat untuk menikmati proses yang terjadi.  

Hari Olimpiade pun tiba. Saya dan teman-teman mengikutinya dengan lancar.  Meski saya akui saat mengerjakan soal-soal bahwa saya merasa kurang beruntung saja. Saya tidak dapat mengerjakan soal sesuai harapan yang saya inginkan. Namun, saya bersyukur karena saya telah melewati proses itu dan mengalahkan ketakutan pada diri saya sendiri. Saya juga merasa bangga meskipun belum berhasil, saya telah menjalani segala proses dan tahapan dengan baik. Semoga ini menjadi bekal berharga untuk kompetisi Olimpiade berikutya.  

(Kontributor: Evelyn Patricia, Siswi Jurusan Bahasa, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here