Surabaya, Krisanonline.com – Krisanis, “Mengabdi pada Negara”, itulah yang dikatakan Ibu saya pada suatu malam di awal bulan Maret 2022. Saat itu beliau sedang membicarakan terbukanya pendaftaran seleksi PASKIBRAKA 2022 yang akan ditugaskan pada Upacara Kemerdekaan RI 2022. Topik ini  sebenarnya sudah pernah beliau singgung beberapa kali dalam 3 tahun terakhir terutama saat beliau pulang dari Istana Merdeka setelah menemani kedua kakak saya bertugas menjadi pemain instrumen musik saat Upacara Kemerdekaan RI 2016 – 2019. Tidak hentinya beliau rutin menyampaikan harapannya agar saya dapat pula mengikuti jejak kakak untuk ikut Mengabdi pada Negara.

Mendengar semangat dan harapan Ibu saya saat itu, entah mengapa saya ikut tergerak dan termotivasi. Dengan bekal ilmu PBB yang sangat minim dari saat saya bertugas menjadi PASKIBRA SMP, saya pun “nekat” mencoba mengikuti seleksi tersebut. 

Bila harus jujur, prosesnya saat itu sangatlah rumit, melelahkan, dan memakan waktu panjang. Saya pribadi sangat bersyukur akan kehadiran orang tua yang selalu mendukung dengan penuh, meluangkan waktunya menyiapkan segala permintaan pendaftaran yang sangatlah rumit, bahkan rela mengeluarkan biaya yang besar agar saya dapat melakukan tes kesehatan lengkap sesuai yang permintaan panitia seleksi.

Setelah pendaftaran selesai dilaksanakan, saya kemudian mendapatkan jadwal seleksi yaitu pada tanggal 20 Maret 2022, bertempat di SMAN 6 Surabaya. Pagi hari sekali pukul 05.00  Wib saya sampai di tempat tersebut. Betapa terkejutnya bahwa peserta yang berdatangan mencapai angka ratusan dari berbagai sekolah. Satu sekolah kira-kira mengirimkan 2-6 anak untuk ikut seleksi. Saya yang saat itu mewakili SMA Santa Maria sendirian di antara puluhan perwakilan sekolah negeri merasa sangatlah kecil dan takut. 

Seleksi di mulai dengan upacara pembukaan. Ketua dinas menyampaikan kata-kata motivasi kepada para peserta. Setelah dilaksanakan upacara, panitia mengarahkan peserta untuk tes kesehatan. Seleksi berjalan sangatlah ketat dan rumit. Peserta yang kesehatannya tidak sesuai dengan ketentuan langsung diminta untuk pulang.

Saat saya menyadari betapa ketatnya seleksi ini dilaksanakan. Di waktu yang sama saya juga merasa ketakutan karena banyak gerakan PBB dan slogan-slogan PAKIBRAKA yang tidak saya mengerti. Saat itu saya hanya bisa pura-pura percaya diri dan dengan diam-diam mengikuti peserta lainnya saat ada perintah yang tidak saya mengerti.

Saat itu dibenak saya, seleksi akan berpusat pada pengetahuan PBB dan kemampuan fisik (lari 12 menit, push up, sit up, dan lainnya), tapi ternyata saya salah besar. Terdapat pula tes kesenian bakat, kemampuan berbahasa Inggris dan pengetahuan mengenai Surabaya, serta tes psikologi yang secara spontan harus saya jalani tanpa ada persiapan.

Satu hal paling dominan yang saya rasakan saat itu adalah “menderita”. Saya merasa sangat tidak biasa dengan apa yang terjadi. Dibenak saya hanya ada orang tua saya. Saya berharap “penderitaan” saya saat itu dapat menjadi suatu kebanggaan dan kebahagiaan di masa depan.

Seleksi berakhir pukul 20.00 Wib. Saya terpilih menjadi salah satu dari tiga perempuan yang mewakili kota Surabaya untuk ikut maju seleksi PASKIBRAKA tingkat provinsi. Perasaan bangga sangat terasa saat itu, tetapi saya tahu perjuangan saya belum berhenti. Dari bulan Maret hingga saat ini (Juli) saya terus rutin melakukan latihan (dengan petinggi TNI sebagai pelatih) dan tugas PASKIBRAKA sebagai perwakilan kota Surabaya. Dari sanalah saya merasakan betapa beratnya permintaan dari instansi pemerintah yang harus dijalani dengan baik dan tepat waktu.

Namun, prioritas saya untuk mengabdi pada negara dan membanggakan orang tua saya menjadi dorongan terbesar dalam usaha saya. Satu hal yang saya tahu, saya bangga menjadi anggota PASKIBRAKA dan saya yakin bahwa segala perjuangan yang telah saya lalui saat ini akan menjadi salah satu titik kehidupan saya yang paling berkesan di kelak kemudian hari.

(Kontributor : Ruth Mulyawan, Siswi XI MIPA1, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here