Surabaya, Krisanonline.com – Krisanis, Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966. Istri beliau bernama Dra. Maria Stefania Ekowati dan dikaruniai oleh Tuhan dua putera. Beliau bersekolah di SMA Kolase de Britto Yogyakarta dan sudah tertarik dengan dunia perpolitikan semenjak itu. Karena ketertarikannya, beliau gemar membaca buku bertema politik. Setelah lulus SMA, beliau melanjutkkan studinya di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus ditahun 1991 dan bergelar Insinyur.

Saat beliau berstatus sebagai mahasiswa, ia sangat suka dan tanggap mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Beliau dipercayakan menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM,  dan sejak saat itu, tekad beliau untuk masuk ke dunia perpolitikan semakin besar. Beliau mengatakan tekadnya untuk masuk ke dunia perpolitikan tidak lepas dengan dari campur tangan gereja. Menurut beliau, gereja berperan besar dalam membenteuk kepribadiannya menjadi seorang pemimpin yang besar. Hingga saat ini, beliau aktif mengikuti bimbingan rohani bersama Pastor Herman Joseph Suhardiyanto SJ.

Prestasi yang sudah dicapai oleh Hasto Krisityanto adalah menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Selain menjadi Sekretaris Jenderal, ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Marketing di PT Rekayasa Industri pada tahun 1992-2203 dan menjadi Direktur PT Prada Nusa Perkasa di tahun 2003. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2004 hingga 2009. Hasto Kritiyanto memberikan kontribusinya bagi kemajuan Negara Indonesia yaitu saat beliau menjadi anggota DPR RI. Beliau menolak beberapa RUU, karena menurutnya dalam RUU tersebut terdapat kepentingan para investor-investor besar.

Kini Hasto Kritiyanto melanjutkan studi S3 nya di Universitas Pertahanan untuk menambah pengetahuannya. Beliau berkata bahwa Tugu Perdamaian dunia tidak hanya sebagai perkataan dan Pancasila tidak hanya sebagai falsafah negara, tetapi juga bagaimana Indonesia bertanggung jawab dalam perdamaian dunia.  Dari pemikiran-pemikiran tersebut, Hasto Kristiyanto mengajarkan kita untuk melaksanakan tugas tidak hanya dengan perkataan, namun dengan terus menggali ilmu untuk mengintepretasikan tugas-tugas kita. Ia juga mengajarkan kita untuk tidak lepas tangan dari kegiatan Gereja, karena menurut beliau dengan bantuan Tuhan-lah kita bisa menjadi kuat seperti sekarang.

Hasto Kritiyanto adalah salah satu politikus yang beragama Katolik di Indonesia. Meskipun beliau terjun di dunia perpolitikan, beliau tidak lupa dengan kewajibannya sebagai umat Katolik.Hingga saat ini, beliau masih mengikuti bimbingan rohani. Saat vacuum dari dunia perpolitikan, beliau mengajar di Sekolah Partai. Bahkan saat ditunjuk untuk menjadi menteri, beliau menolaknya. Karena menurut beliau menjadi seorang menteri tidaklah mudah, sehingga beliau meminta untuk tetap di partai. Alasan lainnya karena beliau ingin partainya bisa mempersiapkan calon-calon kepala daerah yang lebih baik. Beliau mengajarkan saya untuk selalu melihat sisi positif dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Selain menjadi politikus, beliau juga menjadi mahasiswa S3 di Universitas Pertahanan dimana ia ingin menambah ilmunya untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi.

(Kontributor: Gianchinta Sheilla Kirrana Fadjriasti, Mahasiswi Universitas Airlangga Surabaya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here