Surabaya KrisanOnline.com – Krisanis, semua orang pasti ingin semua yang terjadi dalam kehidupannya adalah hal yang baik. Namun, ketika hal yang tidak diinginkan terjadi, terkadang kita hanya fokus terhadap hal buruk yang menimpa kita.

Begini, saya merupakan anak bungsu dari dua bersaudara di keluarga. Dari kecil, saya dan kakak saya selalu ditempatkan di sekolah yang sama. Dengan selisih usia yang hanya 2 tahun menjadikan para guru semakin mudah untuk membandingkan. Apalagi ditambah kakak saya yang selalu mendapat rangking 1 paralel di angkatannya. Hingga puncaknya pada saat saya masuk SMP.

Ketika hari pertama masuk SMP, saya tidak menyangka semua guru dan kakak panitia MPLS sudah mengenali wajah saya. Yang mereka kenal bukanlah saya sebagai sosok Jeanne Prasetyo, tapi saya sebagai ‘adik dari Ketua OSIS’. Hal ini semakin membuat saya menjadi tidak pede karena selalu dibandingkan dengan kakak saya yang berprestasi, aktif, dan selalu menyabet ranking 1 paralel.

Sampai akhirnya, pada saat kelas 7 saya merasa harus tidak mau kalah dengan kakak saya. Oleh karena itu, saya mendaftar dalam kepengurusan OSIS. Mungkin pada saat itu keberuntungan tidak di pihak saya. Yah, saya tidak terpilih menjadi pengurus OSIS. Sejak saat itu, saya tidak lagi dikenal lagi sebagai ‘adik dari ketua OSIS’, tapi sebagai ‘adik ketua OSIS yang tidak terpilih dalam kepengurusan OSIS’.

Tentu saja, pada saat itu saya merasa sedih. Saya merasa sudah melakukan yang terbaik, tapi tetap saja selalu dibandingkan dengan kakak saya. Namun, saya tidak putus asa dan berusaha mencoba mendaftar lagi pada saat kelas 8. Puji Tuhan, akhirnya saya terpilih menjadi pengurus OSIS.

Saat saya sudah kelas 9, waktu dimana mencari sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke SMA. Singkat cerita, saya memang memilih untuk berbeda sekolah dengan kakak saya. Ya. Saya memilih SMA Santa Maria Surabaya. Motivasi saya pada saat itu supaya tidak dibandingkan lagi.

Akhirnya di SMA santa Maria, saya menemukan buminya. Setelah masuk dan beradaptasi, saya baru menyadari bahwa untuk mengambil suatu langkah yang baru ternyata bukan pilihan yang buruk. Selama menjadi siswi SMA Santa Maria, mulai dari kelas 10 saya mengikuti ajang Pa/Pi SanMar. Lalu kelas 11 menjadi Pengurus OSIS, sampai – sampai menjadi calon Ketua OSIS 2017/2018. Intinya saya menjadi sosok pribadi yang aktif dan dinamis.

Sebenarnya, hal tersebut tidak pernah terbayangkan oleh saya. Namun, saya bersyukur akan anugerah itu semua. Dari situ saya tersadar bahwa Tuhan selalu menyediakan yang terbaik bagi kita. Pasti di setiap perjalanan hidup kita, akan ada ‘kerikil-kerikil’ yang merintangi kita bahkan membuat kita bisa terjatuh. Namun, dari apa yang saya alami, saya mencoba untuk tidak berpikir dari sakitnya jatuh karena ‘kerikil’ tersebut. Namun, menjadikan hal “jatuh” tersebut menjadi sebuah motivasi untuk bangkit dan terus berusaha tidak terjatuh lagi dari ‘kerikil’yang sama.

(Kontributor: Jeanne Prasetyo, Alumni XII IPA 4, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here