Surabaya, Krisanonline.com – Krisanis, liburan bulan desember 2019 kemarin, saya dan keluarga berlibur ke Singapura untuk naik kapal pesiar atau bisa disebut juga cruise. Perjalanan selama 4 hari 3 malam. Perhentian pertama di Penang. Perhentian kedua di Langkawi.

Kapal pesiar yang saya naiki sangat besar dan megah. Interiornya sangat bagus, seperti hotel berbintang 5. Pembedanya ini seperti hotel di atas laut. Banyak permainan dan restoran. Ada kolam renang disertai seluncuran yang sangat besar. Permainan juga beragam seperti bowling, mini golf, hot tub, teater musik, mini bioskop, live musik, lapangan basket dan berbagai resto. Dan …. yang paling menarik adanya flying fox.

Saya tertarik memainkannya, meskipun sebenarnya saya takut. Sebelum menaiki flying fox badan saya dipasangkan alat pengaman agar tidak jatuh. Pada alat pengaman tersebut terdapat 2 kunci untuk dikaitkan di tali yang tergantung. Kunci satunya untuk membuka dan satunya lagi untuk menutup.  Saat berpindah ke babak selanjutnya, maka kita harus memidahkan kunci ke tali selanjutnya dan menutup kunci.

Terdapat 6 babak untuk mencapai flying fox. Babak pertama dimulai dengan jalan di tali yang mengantung berbentuk U. Babak kedua jalan di atas besi yang digantung oleh tali dan terdapat sekat di antara besinya. Babak ketiga sama seperti babak kedua. Babak keempat  harus berjalan di atas besi memanjang tanpa pegangan apapun. Babak kelima memanjat bebatuan menuju ke seberang. Babak keenam yang terakhir berjalan di atas besi dan disebelah kanannya terdapat tali berbentuk jaring laba-laba untuk berpegangan. Babak ini berdampingan dengan laut lepas.Upss…ngeri tapi seru!

Saat melakukan kegiatan ini, kapalnya terus bergerak sehingga saya gemetar jalannya. Setelah semua babak selesai, barulah saya dapat menaiki flying fox. Flying fox tersebut berada di atas 200 m laut lepas, tanpa ada pengaman di bawahnya. Saat mulai berseluncur, saya takut tapi senang. Setelah sampai ke ujung saya merasa ingin mencobanya lagi. Saya senang dapat bermain flying fox di atas kapal pesiar yang megah. Sungguh ini pengalaman tak terlupa.

(Kontributor: Raphaelle Limsky, Siswi X MIPA 1, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here