Bentuk-bentuk Karangan

 

Deskripsi

 

  • Bentuk karangan yang melukiskan suatu peristiwa sedetail mungkin, serinci mungkin untuk menggambarkan obyek yang sedang dibicarakan
  • Agar pembaca melihat sendiri peristiwa/ obyek yang sedang dibicarakan tersebut

 

Eksposisi

 

  • Bentuk karangan yang memaparkan suatu peristiwa pada pembaca. Untuk memperjelas eksposisi sering digunakan data-data dan fakta-fakta, misalnya grafik, gambar, tabel, peta, statistik, diagram, organogram, dll
  • Agar pembaca memperoleh informasi selengkap-lengkapnya, sejelas-jelasnya, dan pada akhirnya menambah pengetahuan pembaca

 

  • Ada 2 macam eksposisi:
    1. Eksposisi pendek : karangan yang menjelaskan suatu peristiwa secara singkat. Contoh : petunjuk penggunaan pemakaian sampo, alat kosmetik, makanan instan, dll
    2. Eksposisi panjang : karangan yang menguraikan suatu peristiwa secara lengkap dan menyeluruh. Contoh : Artikel-artikel di surat kabar yang membahas permasalahan sosial, ekonomi, politik, budaya, Iptek, dll

 

Persuasi

 

  • Bentuk karangan yang menguraikan suatu peristiwa disertai data dan fakta untuk mempengaruhi, mengajak, membujuk pembaca agar mengikuti seperti yang dikehendaki oleh penulis
  • Agar pembaca terpikat, terpengaruh, dan mengikuti keinginan penulis

Contoh : iklan dan poster

 

Argumentasi

 

  • Bentuk karangan yang menjelaskan suatu peristiwa disertai dengan data dan fakta untuk meyakinkan pembaca
  • Agar pembaca merasa yakin akan suatu kebenaran/pendapat dari penulis
  • Biasanya diakhir tulisan terdapat penanda kata kesimpulan

 

Narasi

 

  • Bentuk karangan yang menguraikan suatu peristiwa berdasarkan urut-urutan waktu secara kronologis
  • Agar pembaca melihat sendiri peristiwa tersebut
  • Contoh : biografi, cerpen, novel, roman, dongeng, hikayat, dll

MENULIS CERPEN

 

Pengertian

  • Karya sastra yang hanya menceritakan peristiwa sesaat yang dianggap penting dan menarik

 

Ciri-ciri

  • Panjang cerita 3-10 halaman
  • Hanya terdapat 1 insiden
  • Konflik dalam cerpen tidak mengakibatkan perubahan nasib
  • Hanya terdapat 1 alur
  • Perwatakan tokoh dilukiskan secara singkat

 

Langkah-langkah

  • Tahap persiapan
    • Sudah memiliki ide yang akan ditulis
  • Tahap inkubasi
    • Ide yang ada disimpan dan dipikirkan serta ditunggu waktu yang tepat untuk menuliskannya

Tahap ini disebut juga tahap pengendapan/merenungkan

  • Tahap inspirasi
    • Ada desakan kuat untuk segera menulis
  • Tahap penulisan
    • Tuangkan segera gagasan yang ada dalam tulisan (pena, mesin tulis, komputer, pensil, dll)
    • Jangan menilai tulisan, biarkan apa adanya mengalir
  • Tahap revisi
    • Periksa dan nilailah berdasarkan pengetahuan dan apresiasi yang dimiliki
    • Meng-edit tulisan
    • Minta orang lain membaca dan menilai
  • Tahap pengiriman
    • Dikirim ke media cetak (koran, majalah)

 

Susunan isi cerpen

  • Permulaan
    • Perkenalan
    • Muncul konflik
  • Pertengahan
    • Pertentangan
    • Suspense
    • Klimaks
  • pengakhiran
    • Pemecahan konflik
    • Surprise

Daftar Pustaka

 

Metode penulisan buku

 

  • Nama Pengarang
  • Tahun terbit
  • Judul buku (dicetak miring)
  • Kota penerbit
  • Nama penerbit

 

Contoh :

Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Ende: Nusa Indah.

 

Metode penulisan majalah, koran, jurnal, dll.

  • Nama Pengarang
  • Tahun Terbit
  • Judul tulisan
  • Judul media cetak
  • Volume/edisi
  • Nomor
  • Halaman
  • Kota penerbit
  • Nama penerbit

 

Contoh :

Dananjaya, James. 1999. “Penelitian Bahasa Indonesia” dalam Kompas. edisi Juni. halaman 14. Jakarta: Gramedia Pustaka.

 

Catatan

  • Bila ada 2 pengarang, maka penulisan nama orang kedua tidak dibalik
  • Bila ada 3 pengarang atau lebih, maka menggunakan kata “dkk”
  • Bila menemukan pengarang asing lebih dari 2 orang, maka menggunakan kata “et all”
  • Bila menemukan buku yang ada penyelaras bahasa/editor, maka menggunakan kata “Ed”

DRAMA

 

Pengertian

  • Dialog yang dipentaskan
  • Cerita/kisah yang di dalamnya terdapat konflik atau emosi

 

Istilah

  • Dramawan :
    • orang yang memainkan drama/pelaku drama
  • Dramatis :
    • cerita yang menyedihkan
  • Dramatikus :
    • orang yang ahli dalam bidang seni drama
  • Dramaturgi :
    • ilmu tentang drama

 

Macam-macam Drama

  • Tragedi :
    • Cerita atau kisah yang menyedihkan. Pelaku utama selalu ditimpa kemalangan
  • Komedi :
    • Cerita/kisah yang lucu. Pelaku utama selalu dirundung kelucuan
  • Tragedi komedi :
    • Cerita/kisah yang menyedihkan kemudian memberikan kegembiraan pada akhir cerita
  • Pantomim :
    • Cerita/kisah berupa gerak-gerik saja

 

  • Tablo :
    • Cerita/kisah yang pelakunya diam saja, tapi ada seorang narator yang menjelaskan peristiwa tersebut
  • Opera :
    • Cerita/kisah yang dialog-dialognya dilakukan

 

Percakapan dalam drama

  • Dialog :
    • Percakapan 2 orang atau lebih
  • Monolog :
    • Percakapan seorang diri
  • Prolog :
    • Komentar singkat di awal cerita
  • Epilog :
    • Komentar singkat diakhir cerita

 

Pentas drama yang baik

  • Pemain :
    • Tokoh utama, pembantu, figuran
  • Penulis naskah :
    • Orang yang membuat naskah drama
  • Penata musik
  • Penata lampu
  • Penata rias
  • Penata busana
  • Penata panggung

 

 

 

 

 

Unsur-unsur drama

  • Lakon/cerita
  • Sutradara
  • Pemain
  • Panggung
  • Penonton

Menulis Esai

 

Pengertian

 

  • Karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.
  • Lebih menekankan pada unsur pemikiran dan menghindari unsur perasaan.

 

Kriteria

 

  • Head news / kepala berita
    • Mengacu pada judul
    • Bahasa singkat, padat, lugas, menarik, dan provokatif
    • Menghindari bentuk imbuhan

 

  • Teras berita / Lead
    • Begian tulisan yang terletak di paragraf pertama
    • Gagal menulis lead menarik, gagal menarik simpati pembaca

 

  • News body / badan berita
    • Hindarkan ungkapan klise
    • Hindarkan hal-hal yang monoton
    • Variatif dalam diksi
    • Menggunakan data-data yang akurat

 

  • Penutup
    • Judul karangan biasanya diulangi kembali dikalimat terakhir

FRASE

 

Contoh

 

  • Amerika sedang menawarkan konsep keamanan canggih
  • Anggota FAO akan menurunkan produksi pangan mulai saat ini
  • Pemerintah akan menerapkan UU Haki
  • Kakak adiknya memberi Irma hadiah ulang tahun kemarin pagi
  • Negara itu berdasarkan Pancasila

 

Pengertian

  • Satuan gramatik yang terdiri dari 2 kata atau lebih yang membentuk suatu fungsi dan arti dalam kalimat

 

Pembagian

  • Hubungan unsur-unsur yang membentuk frase
    • Inti + Atribut (frase bertingkat)
    • Atribut + Inti (frase bertingkat)
    • Inti + Inti (frase setara)

 

  • Distribusi unsur-unsurnya
    • Frase Endosentrik (frase yang mempunyai hubungan distribusi yang sama).
    • Frase Endosentrik dibagi tiga :
      • Frase Endosentrik koordinatif (frase yang memiliki unsur-unsur yang setara) penandanya : dan, atau
      • Frase Endosentrik atributif (frase yang memiliki unsur-unsur yang tidak setara)
      • Frase Endosentrik apositif (frase yang memiliki keterangan tambahan). Contoh Jogja, kota pelajar merupakan tempat yang baik untuk menempuh studi
      • Frase Eksosentrik (frase yang tidak mempunyai hubungan distribusi yang sama). Contoh berupa kata depan (di, ke, dari, pada) dan kata sambung (untuk, yang, kepada)

HUBUNGAN MAKNA

 

Pembagian

 

  • Sinonim
    • Kata-kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan makna
    • Contoh : Siuman = sadar, datang =  tiba = sampai
  • Antonim
    • Kata-kata yang memiliki makna berlawanan
    • Contoh : Besar x kecil, atas x bawah, siang x malam
  • Polisemi
    • Satu kata yang memiliki makna ganda. Namun diantara makna tersebut masih terdapat hubungan makna
    • Contoh :
      • Anak saya sakit (keturunan)
      • Ia anak buahku (bawahan)
      • Hati-hati anak tangga itu rapuh (bagian tangga yang diinjak)
    • Hiponim
      • Suatu kata yang maknanya telah tercakup olah kata yang lain. Hubungan makna kata satu dengan yang lain menghasilkan kata superordinat dan subordinat
      • Contoh : pakaian (superordinat/hipernim) => baju, celana, kaos (subordinat/hiponim)
    • Hipernim : Kata-kata yang mewakili bagian kata lain.
    • Contoh :Hantu —– hiponim (pocong, sundel bolong, kuntilanak, tuyul, suster ngesot, dll.

 

  • Homonim
    • Kata-kata yang memiliki ejaan dan bunyi sama namun artinya berbeda
    • Contoh : genting =atap dan genting=gawat, dara=gadis dan dara=merpati

 

  • Homofon
    • Kata-kata yang sama lafal tetapi berbeda ejaan dan artinya
    • Contoh : Bank (kantor dagang yang mengurusi uang) X Bang (singkatan dari abang/kakak), dan Massa (masyarakat) X Masa (waktu/tempo)

 

  • Homograf
    • Kata-kata yang sama ejaan tetapi berbeda lafal dan arti
    • Contoh : mental (diucapkan “e” keras = mengenai batin) mental (diucapkan “e” lemah = terpelanting/mantul)

IKHTISAR DAN RINGKASAN

 

Pengertian

  • Ikhtisar :
    • Pemandangan secara garis besar atau pemandangan yang penting-penting saja
  • Ringkasan :
    • Bentuk ringkas dari sebuah karya tulis dengan mempertahankan isi dan diungkapkan secara lengkap

 

Perbedaan

  • Ikhtisar
    • Reproduktor merujuk pada bagian yang ingin diberikan komentar
    • Reproduktor tidak satu pikiran dengan pengarang
  • Ringkasan
    • Reproduktor merujuk pada paragraf pertama lalu diikuti paragraf selanjutnya sampai paragraf terakhir
    • Reproduktor masih satu alur pikiran dengan pengarang (masih memperhatikan urutan isi)

KALIMAT EFEKTIF

 

Pengertian

  • Kalimat yang mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa. Kaidah tata bahasa itu meliputi : gramatikal, pilihan kata, penalaran yang logis, dan serasi. Dengan kata lain kalimat efektif mesti berterima secara tata bahasa dan makna.

 

Kalimat tidak efektif

  • Kalimat yang tidak mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa
  • Contoh :
    • Di Jogja menyelenggarakan pameran seni (gramatikal)
    • Dengan tergesa-gesa ia naik keatas tangga (pilihan kata)
    • Ibu mencuci tanah (penalaran yang logis)
    • Ani memetiki sekuntum bunga (serasi/tepat makna)

Memahami Unsur-unsur Karya Sastra

 

  1. Unsur intrinsik

 

  • Unsur yang membangun sebuah karya sastra dari dalam
  • Meliputi :
    • Tema : gagasan pokok yang terdapat dalam cerita tersebut/pokok pikiran yang terdapat dalam cerita tersebut
    • Alur : sambung-sinambungnya suatu peristiwa ke peristiwa lain untuk membentuk suatu jalinan cerita yang utuh
    • Alur terbagi menjadi :
      • Alur maju : Alur yang disusun mendahulukan tahap pengenalan, pertentangan, dan penyelesaian
      • Alur mundur : Alur yang disusun mendahulukan tahap penyelesaian kemudian disusul tahap-tahap lain yang menceritakan peristiwa sebelumnya/yang mendahuluinya
      • Alur gabungan : Alur yang dimulai dari tahap konflik kemudian diakhiri dengan penyelesaian/alur gabungan dari alur maju dan alur mundur
    • Penokohan : Cara pandang pengarang terhadap pelaku-pelaku dalam cerita tersebut
      • Tokoh utama
      • Tokoh pembantu
      • Tokoh protagonis
      • Tokoh antagonis
    • Latar/Setting : situasi yang melatar belakangi kejadian/peristiwa dalam cerita tersebut
      • Latar tempat
      • Latar waktu
      • Latar suasana
    • Sudut pandang/Point of view : cara pandang pengarang dalam menempatkan posisinya dalam cerita tersebut
      • Sudut pandang orang pertama : kata ganti aku, saya
      • Sudut pandang orang ketiga : ia, mereka, dia, nama orang
      • Sudut pandang pengarang serba tahu : terdapat dialog antara pengarang dan pembaca

+ Amanat : pesan yang disampaikanpengarang kepada pembaca

 

  1. Unsur ekstrinsik

 

  • Unsur yang membangun karya sastra itu dari luar
  • Meliputi :
    • Latar belakang pengarang
    • Kondisi masyarakat ketika karya sastra diciptakan
    • Latar belakang karya sastra tersebut

Karya Tulis Ilmiah

 

BAB I Pendahuluan

 

  1. Latar belakang Masalah
  • Alasan memilih topik tersebut
  • Penjelasan tentang hal yang menarik berkaitan dengan topik tersebut
  1. Perumusan masalah
  • Menggunakan kata tanya why (mengapa) dan how (bagaimana)
  • Menghindari kata tanya what (apa)
  • Minimal 2 pertanyaan
  1. Tujuan dan Manfaat
  • Tujuan berisi penjelasan dari perumusan masalah atau mejawab dari pertanyaan yang dibahas
  • Manfaat berisi saran bagi orang lain (siswa, masyarakat, pemerintah, LSM, dll)
  1. Metode penulisan
  • Menguraikan secara cermat prosedur pengumpulan data, pengolahan data, analisis, mengambil kesimpulan, serta merumuskan saran
  • Biasanya menggunakan 2 metode pencarian data :
    1. Data primer : Observasi di lapangan, wawancara, dll
    2. Data sekunder : Studi literatur/kepustakaan (buku-buku, koran, majalah, internet,dll)

 

BAB II Landasan Teori

 

  • Sinonim landasan teori : Studi pustaka atau telaah pustaka
  • Uraian yang menunjukkan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang diteliti
  • Uraian mengenai pendapat yang berkaitan dengan masalah yang diteliti
  • Uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan sebelumnya

 

 

BAB III Pembahasan

 

  • Analisis hasil permasalahan yang didasarkan pada landasan teori untuk menghasilkan alternatif model pemecahan masalah/gagasan kreatif
  • Menjawab keseluruhan dari pertanyaan yang terdapat pada bab I

 

 

BAB IV Penutup

 

  1. Simpulan
  • Harus konsisten dengan analisis permasalahan
  1. Saran
  • Harus berkaitan dengan kesimpulan

 

Daftar Pustaka

 

  • Referensi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti

Penulisan harus sesuai EYD

 

Lampiran

  • Lembar data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti

Klausa

 

Pengertian

 

  • Satuan gramatik yang terdiri dari subjek dan predikat, baik disertai objek, keterangan, pelengkap atau tidak
  • Contoh :
    • Ia membaca buku (1 klausa/kalimat tunggal)
    • Ia membaca dan adiknya menulis (2 klausa/ kalimat majemuk)

 

Macam Kalimat Majemuk

 

  • Kalimat majemuk setara
    • Kalimat yang memiliki pola kalimat setara atau sederajat/tidak ada pola lain yang lebih tiggi yang menerangkan pola satu dengan pola lainnya
    • Kalimat mejemuk setara dibagi 3 macam:
      • Setara menggabungkan : konjungsi dan, berserta, kemudian, setelah itu
      • Setara memilih : konjungsi atau
      • Setara mempertentangkan : konjungsi tetapi, akan tetapi, namun, melainkan

 

  • Kalimat majemuk bertingkat
    • Kalimat yang memiliki pola-pola kalimat yang tidak setara/tidak sederajat/ada pola lain yang lebih tinggi/yang menerangkan pola satu dengan yang lain
    • Ciri khas : ada anak kalimat dan induk kalimat
    • Induk kalimat = klausa utama = klausa atasan = klausa inti
    • Anak kalimat = klausa bawahan

KONJUNGSI

Pengertian

  • Kata tugas yang menghubungkan 2 klausa atau lebih

 

Pembagian

  1. Konjungsi Koordinatif => konjungsi yang menghubungkan 2 unsur atau lebih dan kedua unsur tersebut masih dalam sintaksis yang sama
    1. Dan >> menandai penambahan
    2. Atau >> menandai pemilihan
    3. Tetapi >> menandai perlawanan

 

  1. Konjungsi Subordinatif => konjungsi yang menghubungkan 2 unsur atau lebih dan kedua unsur tersebut tidak dalam sintaksis yang sama
    1. Konjungsi Subordinatif waktu : sesudah, setelah, sewaktu, sebelum, sementara
    2. Konjungsi Subordinatif syarat : jika, kalau, jikalau, asal (kan), bila, manakala
    3. Konjungsi Subordinatif pengandaian : andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya
    4. Konjungsi Subordinatif pemiripan : seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, … seperti, sebagai, laksana
    5. Konjungsi Subordinatif penyebaban : sebab, karena, oleh karena
    6. Konjungsi Subordinatif pengakibatan : (se) hingga, sampai (-sampai), maka (nya)
    7. Konjungsi Subordinatif penjelasan : bahwa
    8. Konjungsi Subordinatif cara : dengan

 

  1. Konjungsi Korelatif => konjungsi yang menghubungkan 2 kata, frase, klausa, tetapi masih dalam status sintaksis yang sama :  baik…maupun…, (maupun)…tidak hanya…, tetapi (…) ….juga…demikian(rupa)…sehingga…, apa(kah)…atau…, entah…entah…, jangankan…pun…

 

  1. Konjungsi Antar Kalimat => konjungsi yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain
    1. Biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu,
    2. Meskipun demikian/begitu, kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya
    3. Tambahan pula, lagi pula, selain itu
    4. Sebaliknya
    5. Sesungguhnya, bahwasannya
    6. Malah (an), bahkan
    7. (Akan) tetapi, namun
    8. Kecuali itu
    9. Dengan demikian
    10. Oleh karena itu, oleh sebab itu
    11. Sebelum itu

 

  1. Konjungsi Antar Paragraf => konjungsi yang menghubungkan paragraf satu dengan paragraf yang lain
    1. Adapun, akan hal, mengenai, dalam pada itu
    2. Alkisah, arkian, sebermula, syahdan

MENULIS KRITIK

 

Asal Mula

  • Krinein (bahasa yunani : menghakimi)

 

Pengertian

Tanggapan yang berisi uraian atau pertimbangan baik dan buruk dalam menilai suatu karya

 

Pendekatan

  • Objektif :
    • Pendekatan yang memiliki kebulatan makna karena perpaduan isi dan bentuk (tema, plot, penokohan, gaya bahasa, latar belakang, dll)
  • Sosiologis :
    • Pendekatan yang mendekatkan aspek-aspek sosial dalam masyarakat
  • Psikologis :
    • Pendekatan yang menitik beratkan pada segi-segi kejiwaan / psikologis
  • Moral :
    • Pendekatan yang menitikberatkan penelitian dari segi etika dan nilai-nilai agama
  • Reseptif/Pragmatis :
    • Pendekatan yang menitikberatkan pada segi manfaat atau faidah karya tersebut bagi masyarakat pembaca
  • Mimesis :
    • Pendekatan yang menitikberatkan bahwa karya sastra benar-benar tiruan kehidupan atau tiruan kenyataan alam
  • Semiotik :
    • Pendekatan terhadap segala unsur yang terdapat dalam karya sastra

 

 

Sistematika

  • Judul
    • Dibuat semenarik mungkin agar pembaca menjadi penasaran
  • Pembukaan
    • Biasanya dijelaskan latar belakang pengarang
  • Isi
    • Dijelaskan mengenai sinopsis atau inti dari karya tersebut
    • Dijelaskan keunggulan dan kelemahan karya tersebut
    • Dikupas hal-hal apa saja yang perlu dikritik
  • Penutup
    • Berisi kesimpulan analisis karya tersebut

Surat Lamaran Kerja

 

Pengertian

 

  • Surat resmi perseorangan yang ditujukan pada suatu instansi/lembaga, baik negeri maupun swasta

 

  • Menggunakan bahasa baku sesuai EyD

 

  • Pekerjaan yang diinginkan sesuai kompetensi pelamar

 

  • Lampiran : kelengkapan surat lamaran sebagai bahan pertimbangan

 

  • Pemakaian bahasa Indonesia sesuai EyD, sopan, dan beretika (wawancara)

MEMO

 

Pengertian

  • Surat dari seorang atasan (orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi) kepada bawahan

 

Isi Memo

  • Saran, petunjuk, instruksi, dan informasi yang penting-penting saja

 

Sistematika

  • Kepala memo (kop surat sampai dengan dari:)
  • Badan memo (isi memo secara singkat)
  • Kaki memo (tanda tangan)

PENALARAN

 

 

Pengertian

 

  • Proses berpikir manusia untuk menghubungkan data dan fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan

 

Pembagian

  • Hubungan sebab akibat
  • Hubungan akibat sebab
  • Penalaran deduksi
    • Silogisme
      • PU (Premis Umum) menyatakan bahwa semua angggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu pada (= B)
      • PK (Premis Khusus) menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (= C) adalah anggota golongan tertentu itu (= A)
      • K (Kesimpulan) menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (= C) memiliki sifat atau hal tersebut pada (= B)

PERIODISASI SASTRA INDONESIA

 

Pembagian

  • Angkatan Balai Pustaka / 20
  • Angkatan Pujangga Baru / 33
  • Angkatan 45 / Chairil Anwar
  • Angkatan 66

 

Ciri-ciri Angkatan 20

  • Tema umumnya kawin paksa
  • Aliran romantis sentimentil
  • Umumnya berbentuk roman
  • Contoh :
    • Merari Siregar : Azab dan Sengsara
    • Marah Rusli : Siti Nurbaya
    • Tulis Sutan Sati : Sengsara Membawa Nikmat
    • Abdul Muis : Salah Asuhan
    • Suman HS : Mencari Pencuri Anak Perawan

 

Ciri-ciri Angkatan 33

  • Tema persatuan
  • Aliran romantis idealis
  • Lebih mementingkan bahasa daripada isi
  • Karya utama berupa novel dan roman
  • Contoh :
    • Armin Pane : Belenggu
    • Sanusi Pane : Manusia Baru
    • Amir Hamzah : Buah Rindu
    • Sutan Takdir Alisyahbana : Dian Yang Tak Kunjung Padam

 

Ciri-ciri Angkatan 45

  • Lebih mementingkan isi daripada bentuk
  • Karya utama cerpen, puisi, kritik, esai
  • Aliran ekspresionisme dan simbolisme
  • Contoh :
    • Idrus : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
    • Chairil Anwar : Yang Terhempas dan Yang Putus

 

Ciri-ciri Angkatan 66

  • Tema protes dan politik
  • Aliran realisme dan puisi berbau protes
  • Memperhatikan isi dan nilai estetis
  • Contoh :
    • NH Dini : Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko
    • Mochtar Lubis : Harimau-harimau, Jalan Tak Ada Ujung
    • Iwan Simatupang : Merahnya-merah
    • A A Navis : Robohnya Surau Kami

PERUBAHAN MAKNA

 

  • Meluas :
    • Makna kata sekarang lebih luas daripada makna kata asalnya
    • Contoh : berlayar, bapak, putra

 

  • Menyempit :
    • Makna kata sekarang lebih sempit daripada makna kata asalnya

Contoh : pendeta, sarjana

 

  • Amelioratif :
    • Makna kata sekarang lebih baik daripada makna kata asalnya
    • Contoh : Wanita lebih baik daripada perempuan
    • Contoh : busana lebih baik daripada pakaian

 

  • Peyoratif :
    • Makna kata sekarang lebih jelek daripada makna kata asalnya
    • Contoh : Hostes dulu nyonya rumah, kini bermakna negatif

Contoh : simpanan dulu harta kini istri muda

 

  • Sinestesia :
    • Makna kata yang timbul karena tanggapan 2 indera yang berbeda
    • Contoh : hatiku panas mendengar sindirannya
    • Contoh : namanya harum
  • Asosiasi :
    • Makna kata yang timbul karena persamaan sifat
    • Contoh : hati-hati menghadapi tukang catut di bioskop itu

Contoh : berikan saja dia amplop

SAMBUTAN / PIDATO

 

Pengertian

  • Pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang disampaikan unuk orang banyak secara lisan

 

Tujuan

  • Memberikan informasi
  • Memberikan argumen
  • Memberikan persuasi / bujukan
  • Memberikan hiburan

 

Metode

  • Impromtu
    • Serta merta
    • Harus pintar berbicara, harus ahli
  • Naskah
    • Monoton
  • Menghafal
    • Sangat sulit menghafal
  • Ekstemporan
    • Metode yang sering dipakai
    • Menggunakan poin-poin penting/kerangkanya saja

Pola pengembangan paragraf

 

  1. Pengembangan hal-hal yang khusus
  • Umum-khusus (paragraf deduktif) : kalimat utama pada awal
  • Khusus-Umum (paragraf induktif) : kalimat utama pada akhir

 

  1. Pengembangan dengan alasan-alasan
  • Sebab-akibat
  • Akibat-sebab

 

  1. Pengembangan contoh-contoh
  • Dikemukakan suatu pernyataan kemudian disebutkan rincian-rinciannya dalam bentuk contoh-contoh

 

  1. Pengembangan perbandingan
  • Dipaparkan semua persamaan atau perbedaan, meliputi :
    • Menyebutkan persamaan
    • Menyebutkan perbedaan
    • Menyebutkan persamaan dan perbedaan (gabungan)

 

  1. Pengembangan Campuran
  • Memaparkan sebuah cerita yang terdiri dari 2 atau lebih pola pengembangan paragraf, misalnya : sebab-akibat digabung dengan contoh-contoh, akibat-sebab digabung dengan perbandingan

PROPOSAL

Pengertian

 

  • Rencana kegiatan yang dituliskan dalam bentuk rancangan kerja

 

Sistematika

  1. Pendahuluan
  • Latar belakang masalah
  • Tujuan
  1. Ruang lingkup
  • Bentuk kegiatan
  • Peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan
  1. Kepanitiaan
  2. Rencana anggaran
  • Pemasukan
  • Pengeluaran
  1. Penutup

PUISI BARU

 

Pembagian menurut isi

  • Balada :
    • puisi baru yang berisi tentang cerita yang berbentuk epik
  • Ode :
    • puisi baru yang berisi sanjungan kepada orang yang telah berjasa pada negara (pahlawan)
  • Hymne :
    • puisi baru yang berisi pujian (pujaan kepada Tuhan)
  • Romance :
    • puisi baru yang bercerita tentang perasaan kepada kekasih
  • Epigram :
    • puisi baru yang ringkas dan tepat penuh semangat berisi tentang kehidupan
  • Satire :
    • puisi baru yang berisi sindiran kritikan kepada pemerintah
  • Elegi :
  • puisi baru yang berisi tentang kesedihan

 

Pembagian menurut jumlah baris

  • Disthikon :
    • puisi yang terdiri dari 2 baris
  • Terzina :
    • puisi yang terdiri dari 3 baris
  • Quantrain :
    • puisi yang terdiri dari 4 baris
  • Quint :
    • puisi yang terdiri dari 5 baris
  • Sextet :
    • puisi yang terdiri dari 6 baris
  • Septima :
    • puisi yang terdiri dari 7 baris
  • Oktaf :
    • puisi yang terdiri dari 8 baris
  • Soneta :
    • puisi yang terdiri dari 14 baris
  • Sajak bebas

PUISI KONTEMPORER

 

Pengertian

  • Puisi inkonvensional yang menyimpang dari karya sastra pada umumnya
  • Oleh karena menyimpang, maka cara memahami maknanya pun berbeda pula

 

Ciri-ciri

  • Penulisan kata, baris, dan bait menyimpang dari penulisan puisi pada umumnya
  • Terjadi kemacetan bunyi karena kadang-kadang hanya berupa beberapa tanda baca yang disejajarkan
  • Banyak pengulangan kata, frase, atau klausa
  • Menggunakan idiom-idiom inkonvensional
  • Memperhatikan kemerduan bunyi
  • Mencampuradukkan kata/kalimat bahasa Indonesia dengan kata/kalimat bahasa asing dan bahasa daerah

 

Macam-macam

  • Puisi Mantra :
    • Puisi yang menggunakan bentuk-bentuk mantra
  • Puisi Mbeling :
    • Bersifat klakar
    • Berisi kritik sosial
    • Ejekan terhadap sikap penyair yang sungguh-sungguh dalam menghadapi puisi
  • Puisi Konkret :

Mementingkan bentuk grafis dan gambar

PUISI LAMA

 

Pembagian

  • Pantun
    • Bersajak ab ab
    • Setiap bait terdiri dari 4 baris
    • Setiap baris terdiri dari 4-5 kata
    • Baris 1 dan 2 merupakan sampiran, baris 3 dan 4 merupakan isi

Macam:

  1. Berdasar Isi ( Pantun anak-anak, pantun muda, pantun tua)
  2. Berdasar Bentuk ( Pantun biasa, pantun kilat/karmina, Talibun, Pantun Berantai)

 

  • Bidal :
    • puisi lama yang mengungkapkan atau berisi nasihat, sindiran, peringatan Setiap baris terdiri dari 4-5 kata

Macam: Pepatah, ungkapan, perumpamaan, tamsil, ibarat, dan pemeo

 

  • Mantra :
    • puisi lama yang diucapkan seorang pawang untuk mendatangkan kekuatan gaib Setiap bait terdiri dari 4 baris

 

  • Seloka :
    • puisi lama yang terdiri dari 2 baris atau peribahasa yang mendapat sampiran Baris pertama merupakan sampiran
  • Syair
    • Terdiri dari 4 baris
    • Rumusnya a a a a
    • Semua baris merupakan isi

 

  • Gurindam
    • Terdiri dari 2 baris
    • Baris pertama merupakan sebab, baris kedua merupakan akibat

MENULIS PUISI

 

Asal Mula

  • Poesis (bahasa Yunani : penciptaan)

 

Pengertian

  • Bentuk ekspresi pancaran rasa dari pemusatan / konsentrasi dan pengamatan jiwa penyair
  • Hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat-syarat tertentu dengan menggunakan irama dan kata-kata kiasan

 

Langkah-langkah

  • Menentukan tema
  • Menentukan diksi
    • Menggunakan kata-kata dasar/tanpa imbuhan
    • Menggunakan kata-kata mengejutkan
    • Menggunakan kata-kata bersayap/konotatif dan emotif
    • Biasanya menggunakan majas tertentu
    • Harus ada pesan
  • Menentukan rima dan irama
  • Contoh :

Malam lebaran

Bulan di atas kuburan

 

Membaca Puisi

  • Kriteria :
    • Interpretasi (mampu menafsirkan isi puisi dengan baik)
    • Artikulasi (mengucapkan secara tepat dan jelas)
    • Volume (lemah dan kerasnya suara)
    • Tempo (cepat dan lambatnya suara)
    • Modulasi (mengubah suara dalam puisi)
    • Intonasi (tekanan dan lagu kalimat)
    • Teks puisi (tidak menutupi wajah)

Resensi

 

Istilah

  • Resensie (Belanda)
  • Recenco (Italia)
  • Review (Inggris)
  • Recensiere (Latin)
  • Indonesia :
    • Ulasan buku
    • Timbangan buku
    • Bedah buku
    • Sorotan buku
    • Pembicaraan buku

 

Pengertian

  • Membaca sambil menilai buku

 

Tahap – tahap resensi

  • Menentukan identitas buku
    • Judul buku
    • Pengarang
    • Penerbit
    • Tahun terbit
    • Tebal buku
    • Harga buku
  • Menentukan Latar belakang pengarang

 

  • Menentukan isi buku
    • Sinopsis/unsur intrinsik buku tersebut

 

  • Menentukan keunggulan dan kelemahan
    • Organisasi buku
    • Bahasa yang digunakan
    • Teknik penyajian

 

  • Menilai buku
    • Baik atau tidak dibaca
    • Siapa yang pantas membaca
  • Bahasa persuasif

STRUKTUR KARANGAN

 

TEMA

+

+

PIKIRAN UTAMA

+

+

PIKIRAN UTAMA

+

+

KALIMAT UTAMA

+

+

KALIMAT PENJELAS

 

Pengertian

 

  • Tema
    • Ide pokok dalam sebuah karangan
  • Pikiran Utama
    • Gagasan pokok dalam sebuah paragraf
  • Kalimat Utama
    • Kalimat yang mengandung pikiran utama
  • Kalimat Penjelas
    • Kalimat yang menjelaskan kalimat utama

 

Menentukan kalimat utama

 

  • DEDUKTIF
  • INDUKTIF
  • CAMPURAN
  • DESKRIPTIF/NARATIF

Menulis Surat Dinas

 

Pengertian

Sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tertulis dari suatu pihak ke pihak lain.  Informasi yang diberikan dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, permintaan, perintah, atau laporan. Hubungan antara pihak-pihak yang terkait dalam pernyataan tersebut di atas disebut korespondensi

 

Fungsi Surat

  • Sebagai alat komunikasi
  • Sebagai alat bukti tertulis. Misalnya : surat perjanjian
  • Sebagai alat pengingat. Misalnya : surat-surat yang diarsipkan
  • Sebagai alat pedoman karya. Misalnya : surat perintah, permohonan.

 

Jenis Surat

  • Surat resmi / surat dinas
  • Surat tidak resmi / surat pribadi

 

Contoh

  • Surat permohonan
  • Surat undangan kedinasan
  • Surat nota dinas
  • Surat pengumuman

 

Surat pribadi

  • Surat yang menyangkut keperluan pribadi
  • Bahasa yang dipakai menggunakan bahasa tidak baku

 

Contoh

  • Surat keluarga
  • Surat ucapan terima kasih
  • Surat permintaan maaf
  • Surat perkenalan
  • Surat undangan

 

Contoh surat resmi :

 

Keterangan :

  1. Kepala surat
  2. Nomor surat
  3. Tanggal surat
  4. Lampiran
  5. Perihal
  6. Alamat  tujuan
  7. Salam pembuka
  8. Isi surat  / tubuh surat
  9. Salam penutup
  10. Nama instansi yang mengeluarkan surat
  11. Tanda tangan
  12. Nama pengirim
  13. Tembusan
  14. Inisial pengetik / pengonsep

TAJUK RENCANA

 

Pengertian

  • Komentar sebuah institusi pers terhadap suatu fakta yang terjadi. Penulis tajuk rencana adalah pemimpin redaksi dari koran/majalah tersebut

 

Gaya Penulisan

  • Tajuk rencana yang menginterpretasikan suatu fakta
  • Tajuk rencana yang mempermasalahkan suatu fakta
  • Tajuk rencana yang menggerakkan masyarakat untuk bertindak
  • Tajuk rencana yang memperjuangkan suatu hal secara terus-menerus
  • Tajuk rencana yang menerangkan suatu fakta
  • Tajuk rencana persuasi yang berisi alternatif pemikiran yang mengarah ke pemecahan masalah

 

Sistematika

  • Pihak pertama :
    • Pemilik peristiwa / kejadian / masalah
  • Pihak kedua :
    • Masyarakat pembaca
  • Pihak ketiga :
    • Penulis tajuk / pemred

 

Solusi Penulisan

  • Mengkritik tanpa solusi
  • Mengkritik dan memberi solusi
  • Menolak dan memberi solusi
  • Mengajak pembaca mengembangkan pemikiran yang lebih luas / berpikir jernih
  • Mengajak pembaca merenung dan mencari solusi