Surabaya, KrisanOnline.com- Krisanis, nuansa dan semangat hari Pahlawan yang kita rayakan pada tanggal 10 November kemarin, greget-nya masih kita rasakan hingga sekarang. Dalam majalah Arsip Edisi 64/Juli-Desember 2014 tercatat kala itu Bung Karno menghadiri peringatan Hari Pahlawan di Bali pada tahun 1958. Pada saat itu Bung Karno memberi sambutan dihadapan pemuda dan pelajar Indonesia.

Sementara itu, di kota Surabaya sendiri yang notabene sebagai tuan rumah kota-nya kota Pahlawan ini, setiap tanggal 10 November selalu diadakan perayaan meriah dan seru seperti pawai atau karnaval yang melintasi jalan-jalan utama di kota Surabaya. Tak terkecuali, Teristimewa melewati Hotel Orange atau dikenal sebagai Hotel Yamato. Sebab, di tempat itulah bendera Belanda diturunkan oleh para pemuda Surabaya dan menggantinya dengan bendera Merah Putih.

“Menurutku, Hari Pahlawan itu hari untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan yang sudah berjuang untuk Bangsa dan Negara Indonesia. Lewat peringatan hari Pahlawan ini pula, maka kita dapat belajar sifat kepemimpinan dari para pendahulu  yang tidak mudah menyerah. Nah, kita sebagai anak muda di era now seharusnya wajib memiliki karakter kuat kepemimpinan yang dapat diandalkan. Jauh dari hal-hal negatif dan tak mudah terprovokasi untuk kegiatan-kegiatan yang tidak berguna. Isi hidup kita dengan prestasi nyata,” aku Sisilia Felicia Lim, Mahasiswi Fakultas Bisnis, Jurusan Manajemen, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. (dya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here