Surabaya,Krisanonline.com – Krisanis, Ketika saya duduk di bangku kelas 2 SMP, saya pergi ke panti asuhan bersama teman – teman. Dalam perjalanan menuju ke panti asuhan, saya merasa gugup karena ini kali pertama.

Ketika saya telah sampai di panti asuhan, saya dan teman – teman disambut dengan sangat riang oleh anak – anak panti asuhan. Seketika rasa gugup menjadi hilang. Saya dan teman – teman bernyanyi memuji nama Tuhan dan bermain bersama anak- anak panti asuhan.

Ketika saat makan, saya melihat ada satu anak yang terampil bermain gitar. Lalu, saya hampiri dan mengajaknya berbicara. Ketika saya dekati, ternyata anak tersebut memiliki keterbatasan fisik, yaitu buta. Saya terkejut. Permainan gitarnya sangat ciamik.

Saya sempat berbincang dan bertanya mengapa dia pintar bermain gitar? Anak tersebut menjawab, “Saya bisa bermain gitar karena saya tidak mudah menyerah. Saya sering mendengarkan instrumen musik gitar lagu-lagu rohani. Saya pelajari setiap hari sampai bisa,”ujarnya.

Saya terkejut dengan jawabannya. Betapa hebatnya. Lalu, anak tersebut berkata,” Tuhan pasti memberikan masing-masing orang talenta yang berharga. Jika semua orang memanfaatkannya dengan baik, maka akan bisa. Percayalah itu. Dulu banyak yang merendahkan saya karena saya tidak bisa melakukan apa-apa. Namun, saya tidak diam. Saya terus berusaha. Saya terus mencari bakat dan talenta yang bisa saya kembangkan. Dan bermain gitar adalah talenta yang telah Tuhan berikan ke saya,” pesannya menginspirasi.

 (Kontributor: Febronia Ardisa, Siswi X MIPA 2, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here