Surabaya, KrisanOnlie.com – Krisanis, sejak kecil, aku sudah mengikuti sebuah sanggar ballet di Surabaya. Hal itu atas kehendak mamaku agar aku menjadi pribadi yang percaya diri. Dari umur 7 tahun, aku sudah bertemu dengan banyak orang. Dari yang sepantaran denganku hingga yang lebih dewasa. Aku juga sudah tampil di depan banyak orang. Hal itu membuat aku menjadi pribadi percaya diri dan pekerja keras untuk mencapai sesuatu yang aku inginkan.

Ketika aku duduk di bangku kelas 3 SD, semua kegiatanku berjalan dengan lancar dan sesuai yang aku harapkan. Hingga suatu hari, aku harus terkena sakit typus akibat aktivitasku. Tubuhku kelelahan dan aku terlalu memilih makanan. Hal itu membuat mamaku khawatir akan kesehatanku. Akhirnya, aktivitasku sementara berhenti. Setelah aku sembuh, aku sampaikan ke mama kalau aku ingin kembali menjalankan aktivitasku seperti biasanya. Tapi, ternyata mama kurang percaya denganku. Aku tetap diminta untuk menjaga kesehatanku. Alhasil, semenjak kelas 3 hingga kelas 6, aku berhenti les di sanggar balletku. Padahal dengan menari rasanya membuatku lega dan bisa menyampaikan segala hal yang aku mau.

Saat SMP aku masuk di sebuah kelompok modern dance di sekolah. Waktu itu mengikuti lomba se-Surabaya yang bernama JRBL Indonesia. Dua tahun aku mengikuti lomba itu. Tapi tidak pernah mendapatkan juara. Padahal, aku berharap  mendapatkan juara dengan segala hal yang telah aku korbankan mulai dari waktu, material, dan fisik.

Beranjak SMA, aku mengikuti kembali lomba se-Surabaya yang bernama DBL Indonesia. Aku dan teman-temanku optimis bahwa akan menang. Segala usaha telah kami lakukan. Dari mengorbankan waktu belajar untuk latihan, menyiapkan properti dan banyak materi yang kita keluarkan. Aku dan teman-temanku selalu berharap bahwa kita akan menang. Tapi, ternyata aku dan teman-teman memang belum diijinkan untuk menang. Rasa kecewa dan kesal kami rasakan.

Namun, dari rasa kekecewaan tersebut aku banyak belajar bahwa setiap orang  pastinya mempunyai keinginan hidup. Dengan adanya keinginan di dalam diri kita, maka artinya kita memiliki tujuan hidup yang jelas. Untuk membuat keinginan itu terwujud, kita harus bekerja keras terlebih dahulu.

Meskipun keinginan itu penting,  tapi  jangan sampai kita justru dikendalikan oleh keinginan pribadi kita. Jangan sampai kita menghalalkan segala cara demi membuat keinginan tersebut bisa terwujud.  Krisanis, terkadang hidup memang tak selalu bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita. Terkadang hidup juga membalikkan semua yang kita mau. Oleh karena itu, hidup harus memiliki cara sendiri untuk mengajarkan kita akan arti makna hidup yang sebenarnya.

(Kontributor: Kezia Abelita Katili, Siswi XII IPS 1, SMA Santa Maria Surabaya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here