Surabaya, KrisanOnline– Krisanis, belakangan ini media sosial sedang viral dengan film bergenre horor, yaitu Antrum: The Deadlist Film Ever Made. Film ini dikabarkan membawa kutukan bagi orang yang menonton. Oleh karena itu, disebut film paling “mematikan”. Film ini sebenarnya merupakan film lama yang telah diproduksi pada tahun 1970-an, kemudian di re-make oleh sutradara David Amito dan Michael Laicini pada tahun 2018 lalu.

Pada scene pertama, kita disuguhkan prolog berupa video dokumenter yang mengisahkan sejarah film yang memakan banyak korban jiwa dalam penayangannya sehingga harus dihentikan. Kemudian ada tampilan peringatan untuk mempersiapkan diri menonton film antrum beserta hitungan mundur, sehingga menimbulkan suasana mencekam.

Film ini mengisahkan tentang kakak beradik yang sedih karena anjing peliharaannya di suntik mati. Sang adik, Nathan sering mimpi buruk dan memikirkan apakah anjingnya itu akan masuk surga atau neraka.Kemudian sang adik menanyakan hal tersebut kepada Ibunya. Sang ibu menjawab anjing mereka akan masuk neraka karena telah membuat celaka orang lain. Karena merasa khawatir dengan keadaan adiknya, maka kakak perempuan, Oralee mengajak adiknya pergi ke hutan untuk melakukan sebuah ritual agar sampai ke portal neraka dan menemui anjingnya, Maxine. Singkat cerita, mereka sampai di tempat tersebut dan selanjutnya mereka membuat simbol pentagram dan menggali tanah di hutan tersebut. Selanjutnya mulai terjadi hal-hal aneh yang dialami mereka berdua hingga di akhir film.

Menurut saya, film ini merupakan salah satu film horor psikologis yang menarik karena di dalam film ini tidak ada jumpscare melainkan permainan pikiran yang membuat kita membayangkan terus akan wujud hantu atau setan yang ada di film ini. Selain itu di dalam film ini juga banyak ditampilkan efek-efek dan simbol setan yang ditampilkan sekilas, sehingga menambah suasana horor. Namun, kekurangannya adalah cerita dalam film ini sedikit terasa hambar dan dibeberapa scene ada hal yang membosankan.

(Kontributor: Richard Darmawan, Siswa XI IPS 3, SMA Santa Maria Surabaya)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here