Surabaya, Krisanonline.com – Krisanis, perkenalkan nama saya Evelyn. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita. Ketika liburan kenaikan kelas 9 tiba, saya dan keluarga berkunjung ke sebuah panti asuhan yang dikelola oleh Yayasan Katolik. Tepatnya di perbatasan kota Surabaya–Sidoarjo. Ini untuk kali pertama saya melihat secara langsung kehidupan anak–anak dan para lansia di panti asuhan.

Saat kami tiba yang pertama kali terlihat adalah sebuah papan nama bertuliskan “BHAKTI LUHUR.” Ketika kami masuk ke ruangan panti, terlihat beberapa pengasuh sedang membagikan makan siang kepada anak-anak yang bisa makan sendiri. Sementara, untuk anak-anak yang mempunyai keterbatasan fisik, masih harus dibantu disuapi oleh pengasuh.

Kehilangan orangtua, tidak mempunyai keluarga, dan tidak memiliki  tempat tinggal pribadi tak membuat mereka berputus-asa menjalani kehidupannya. Sebenarnya ada di antara mereka masih memiliki orangtua atau keluarga, tapi mereka “sengaja” dititipkan ke panti asuhan dengan alasan keluarga tidak memiliki biaya untuk membesarkan anaknya.

Saat saya mengunjungi area panti jompo. Terlihat para lansia yang tergambar jelas rambut yang sudah memutih, kulit keriput, fisik sudah rapuh. Ya, itulah pemandangan saya rasakan. Mmmm…rasa haru menyelubungi seluruh tubuh saat melihat kondisi mereka. Melihat senyum merekah di bibir para penghuni panti, serta keramahan mereka. Tentu saja membuat hati saya bergetar keras. Mereka tetap tersenyum dan berdiri tegar, meskipun keadaan mereka bukan bisa dikatakan beruntung.

Krisanis, dari kunjungan tersebut saya mendapatkan nilai – nilai kehidupan. Janganlah kita membuang peluang untuk berbuat kebaikan hanya karena kita sendiri juga sedang mengalami masalah, atau karena keadaan ekonomi keluarga kita belum dikatakan cukup makmur.

Hidup tidak hanya berisi kesenangan dan hura-hura. Masih anak-anak pun kita bisa belajar untuk hidup lebih sederhana. Lebih mensyukuri keberadaan  bersama keluarga tercinta kita masing-masing. Tidak hanya menuntut untuk mengisi liburan ke tempat-tempat wisata yang membutuhkan biaya besar.

Kepekaan sosial penting sekali ditanamkan sejak dini, agar kelak kita bisa tumbuh menjadi manusia dewasa yang memiliki empati dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya. Berusahalah untuk memiliki kemampuan menjadikan diri sebagai pribadi yang bermanfaat. Tentu saja baik bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Tetap semangat, ya Krisanis!

(Kontributor : Evelyn, Siswi X MIPA 1 SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here