Surabaya, KrisanOnline.com – Krisanis, bagi kalian yang bosan dengan film horor hantu yang ada di setiap bulan ini, atau kamu sedang mencari beberapa film thriller tentang binatang buas, film Crawl akan menjadi penyegar karena mengusung horor thriller dengan aligator buas dan badai besar sebagai sumber teror. Film garapan Paramount Pictures ini disutradarai oleh Alexander hadir untuk mengajak kita semua ikut merasakan ketegangan karena serangan sekelompok buaya yang terlepas.

Dalam film ini, badai besar kategori 5 tengah melanda Florida. Ayah dari Haley tinggal di daerah rawan banjir saat badai berlangsung. Mau tidak mau, Haley Keller yang diperankan oleh Kaya Scodelario mengabaikannya dan menerebos jalanan untuk menjemput sang ayah. Sampailah Haley di rumah lamanya, tapi tetap tidak menemukan ayahnya. Namun, anjing mereka, Sugar, menemukan keberadaan Dave (Barry Pepper) yang ternyata di basement. Haley pun penasaran dan membawa senter menuruni ke tangga bawah rumah dan mencari ayahnya.

Ketika Haley sedang dalam pencarian, badai besar datang dan membuat air sungai meluap. Buaya-buaya kelaparan juga terlepas.  Haley menemukan peralatan ayahnya dan radio yang sedang mengabarkan berita badai. Akhirnya, Haley melihat ayahnya yang pingsan dan penuh luka. Haley pun merasakan ada sesuatu yang mengawasinya dan mulailah muncul teror-teror buaya ganas yang berusaha memangsanya juga ayahnya. Nah, tegang, bukan?

Kekuatan film ini ada pada jumpscare. Seluruh adegan dijamin akan membuat kamu teriak ketakutan di sepanjang film. Seperti beberapa adegan ketika mereka bertemu dengan buaya di hampir seluruh bagian rumah, lalu kemudian kita akan dibuat ngilu dengan beberapa adegan gigitan yang berdarah.

 Ada banyak adegan yang terlihat nyata dan ada juga beberapa yang terlihat tidak begitu meyakinkan. Namun, tetap saja film ini sukses menyuguhkan banyak adegan yang mengejutkan plus mencekam hampir di keseluruhan film. Benar-benar bisa dinikmati dan tidak membosankan.

Akting Barry Pepper dan Kaya Scodelario cukup solid. Sedangkan untuk peran pembantu, mereka mendapatkan porsi yang sangat sedikit bahkan terasa tidak begitu berguna. Apalagi, ketika bertemu dengan buaya. Walaupun ceritanya bisa dikategorikan klise dan memiliki peran tambahan yang hambar, film ini punya pemeran utama yang berakting dengan baik. Visual yang membetot mata dan mencekam, serta scoring yang bagus. Tidak lupa skenario yang dibuat begitu realistis seakan-akan bisa kita alami di dunia nyata. Upssss….!

 (Kontributor: Elvicha Edley, Siswi XII IPS 2, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here