Surabaya, KrisanOnline.com – Kini waktunya saat pribadi biasa itu berubah menjadi luar biasa. Percayalah, semua perubahan ini berawal dari sebuah “melodi” singkat.

“Hai”

“Haloooo”

Obrolan itu terus berlanjut dan mengisahkan banyak hal yang awalnya tak layak menjadi kenangan. Bermula dari obrolan malam hari dan tanpa angan-angan aku dan dia, akhirnya menjadi kita. Hubungan aku dan dia semakin dekat. Jarum jam berputar kian henti tanpa disadari. Apa yang awalnya bukan anganku, menjadi hal yang ingin cepat aku miliki. Seketika, hal itu musnah entah karena bukan jalannya aku harus bersamanya, atau ini jalan yang harus ditempuh bersama.

Siang itu Jimmy mengajakku bertemu disamping sekolah untuk membicarakan perihal masa laluku. Begitu banyak hal omong kosong yang didapat oleh Jimmy tentangku. Aku mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, menurutku semua sia-sia. Ditambah adanya cibiran mengenai hubunganku dengan Jimmy yang begitu berbeda dari kenyataan. Membuat aku dan Jimmy semakin ragu menjalani hubungan.

Suatu malam setelah kejadian itu, dering teleponku berbunyi, ternyata Jimmy meneleponku..

“Aku ingin kita tetap bersama,” akunya meyakinkan.

Nah, sejak saat itu, satu kalimat itu membuat perjalanan “baru” dalam hubunganku bersama Jimmy. Pada saat itu juga, Aku dan Jimmy memutuskan untuk tidak memperdulikan cibiran orang tentang hubungan kami. Suatu hari kami berjalan-jalan ke suatu mall yang letaknya tak jauh dari tempat aku tinggal. Di sana kami menghabiskan banyak waktu bersama. Aku merasakan banyak kecocokkan antara aku dan Jimmy, sehingga kata canggung tak terlintas sedikit pun dibenakku.

Aku selalu bahagia menjalani hari dengan pesan singkat,“Selamat pagi” ditambah emot berbentuk hati darinya. Walaupun satu jam setelah itu aku dan Jimmy menjadi berbeda, kami selayaknya pasangan-pasangan yang ada di sekolah lainnya.

Misalnya, untuk hal-hal yang sederhana, seperti menyapa saat bertemu, saling melempar senyuman saat berjauhan, berjalan bersama ke kantin dan bertukar cerita di ujung-ujung koridor sekolah. Mmmmm…oh indahnya. Benar-benar dunia seperti milik berdua. Inikah ini yang disebut dengan gula-gulanya cinta? Entahlah….yang jelas aku sangat bersyukur dan menikmati kebahagiaan ini. Dan hingga suatu hari … (Bersambung)

(Kontributor: Gallen Anderson, Siswa XII IPS 1, SMA Santa Maria Surabaya)

Gambar etalase: www.google.com

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here