Surabaya, Krisanonline.com- Bbrruukk…

“Aargh,” erangku geram saat aku menubruk lemari kecil yang berada di depanku. Rasa nyeri menjulur seketika ke semua jari kakiku yang malang ini. Aku membungkuk hendak menyentuh jari-jariku yang nyeri ini berharap agar sentuhanku ini dapat mengurangi rasa nyeri pada jariku. Tiba-tiba, perhatianku teralih pada sebuah pigura  berdebu yang jatuh ke lantai saat aku menubruk lemari itu. Ku ambil pigura itu dan membawanya ke sofa agar aku dapat melihatnya lebih saksama lagi.

Ku genggam erat pigura berwarna hitam kelabu ini di depan dada. Aku selalu merasakan adanya getaran yang mengalir setiap kali kupandang kertas mengkilap yang ada di dalam pigura ini. Memori indah masa lampau perlahan-lahan muncul dan menyesakkan dadaku yang tak tahan bertemu lagi dengan orang-orang yang wajahnya tertera dalam foto tersebut. Aku merindukan mereka semua. Sudah empat tahun berlalu semenjak hari perpisahan itu. Hari dimana semua kesenangan dan kebahagiaan yang ada hanya dapat dikenang dan diganti dengan tatapan fokus untuk meraih cita-cita kami masing-masing. Tidak baik larut dalam kesibukan dunia yang tak ada habisnya, maka kuputuskan untuk mengirim pesan kepada lima sahabatku ini dan kembali membuat cerita indah bersama mereka.

BOOM! Gimana kabar kalian?

Aku denger, kalian ada di Surabaya kan?

Reuni bareng yuk, Sabtu malem jam 7 di café biasa kita nongkrong dulu.

Cuaca malam hari ini bersahabat bagi semua orang yang ingin menikmati malam minggu di luar rumah, termasuk kami berenam yang telah duduk bercanda ria mengitari meja café ini. Empat tahun merupakan waktu yang cukup untuk membuatku heran dengan perubahan pada kelima sahabatku ini. Lintang, pemimpin dalam “geng” kami ini telah menjadi pengusaha muda dan wajahnya kian dewasa karena blasteran Arab yang ia sandang semakin terlihat. Arjun, pelawak yang selalu membuat perut kami kaku karena candaannya, kini telah berubah menjadi youtubers yang terkenal, namun status jomblo pada dirinya belum juga berubah. Rama, ia adalah tipe pria yang dapat memikat wanita dalam sekali kedipan. Badannya gagah, wajahnya tampan, dan pesona senyumnya yang manis membuat semua orang dapat jatuh cinta dengannya. Belum lagi, ia adalah calon dokter.  Arin, ia telah menjadi anggun dan cantik dengan softlens barunya berwarna coklat, namun ia tetap mencintai olahraga alam. Shiren, tetap kalem seperti dulu, tak heran banyak pria menyukainya termasuk Lintang, tetapi ia tak mau membuka hati kepada mereka semua. Dan yang terakhir adalah aku, Tatja, penulis muda yang selalu merindukan alam dan sahabat.

“Wah, gila, udah pada gede semua ya sekarang? Dulu pada masih bocah, masih ingusan, sekarang udah pada ganteng dan cantik aja nih,” basa-basi Lintang dimulai untuk malam ini.

“Reuni gini jadi buat kangen alam deh,” aku Arin. “Kebetulan lagi libur nih, udah main ke alam aja yuk, alam udah kangen sama kita.”

“Ke Belitung asik tuh, bayangin ombak dan pantainya bikin merinding bro,” kata Arjun.

Seketika itu juga, semua pasang mata melirik ke arahnya dan membuat Arjun kebingungan, “Kenapa? Gue salah ngomong?” tanyanya. Aku dan keempat teman lainnya tertawa melihat ekspresi muka Arjun, dan Rama berkata padanya, “Ide bagus, Jun! Tumbenan ide anak kayak kamu jadi tujuan kita.” Aku hanya tersenyum, “Nggak salah kan aku kumpulin kita disini?” (Bersambung)

(Kontributor: Brigita Dewi, Alumni SMA Santa Maria Surabaya)

Ilustrasi gambar etalase: www.google.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here