Rahmad menderita penyakit Anemia, ibu tidak bisa membawanya ke dokter,karena tidak ada biaya!” ”Anemia, Bu?” Lucy, Reno, dan Danu tersentak kaget! Tiba-tiba Rahmad pingsan, “Rahmad kamu kenapa?” Lucy kaget, “Sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit saja!” Ajak Danu.

Sesampainya di rumah sakit Lucy,Danu,Reno dan Ibu Tati menunggu Rahmad yang diperiksa dengan sangat gelisah. Ibu Tati tak henti-hentinya menangis. Setelah menunggu kira-kira 30 menit lamanya, dokter pun keluar dari ruangan tempat Rahmad diperiksa tadi, “Dok,ada apa dengan sahabat saya dok, ada apa?” tanya Lucy dengan paniknya,

“Dia sangat lemah,darahnya sangat sedikit,kita harus segera mencarikan donor darah untuknya!” “Apa golongan darahnya, Dok?” tanya Reno dengan bimbang “A-“ “A-, itukan termasuk golongan darah yang langka!” Kata Danu dengan amat kaget, “Bagaimana kita mendapatkannya?” tanya Lucy kepada kedua sahabatnya.

“Kita Tanya, Bu Tati dulu!” jawab Danu singkat, “Bu, apa golongan ibu A-?” “Saya tidak bisa menolong anak saya sendiri, golongan darah saya A+”, “Bagaimana ini?” kata Lucy kepada Danu dan Reno, Danu mengatakan sesuatu “Tunggu, aku ingat sesuatu, aku pernah melihat sebuah Kartu Pelajar dan disitu tercantum golongan darah A-! Iya Reno!” “Apa aku, kenapa aku?” “Reno….” bentak Lucy kepada Reno “Baiklah aku mengaku, bahwa golongan darahku A-“

“Reno, apa kamu mau mendonorkannya untuk Rahmad, sahabat kita!” tanya Lucy dengan amat memelas kepada Reno. Awalnya Reno sempat menolak, tapi akhirnya dia pun mau untuk mendonorkan darahnya kepada Rahmad. Sesaat Lucy telah memanggil dokter untuk melakukan pengambilan darah. Dokter pun menyuruh Reno masuk ke dalam ruangan. Dokter menyuruh Reno untuk tidur di tempat tidur yang ada di ruangan tersebut, “Lemaskan tangannya ya, dik!” pinta dokter kepada Reno,

Setelah itu dokter menusukkan jarum yang menyambung dengan selang serta kantung darah ke tangan Reno. 15 menit kemudian pengambilan darah selesai. Reno dan dokter keluar dari ruangan. Lalu dokter masuk ke kamar Rahmad untuk segera melakukan transplatasi darah. Beberapa saat transplatasi selesai dan Rahmad masih tak kunjung bangun.

Lucy, Reno, dan Danu pun langsung pulang dari rumah sakit karena hari sudah beranjak sore. 1 1/5 Minggu Rahmad tak kunjung bangun dari komanya. Setiap hari Reno, Lucy, dan Danu selalu ke rumah sakit untuk melihat keadaan Rahmad. Harapannya begitu besar agar Rahmad bisa bangun dari komanya. Hari ini adalah hari Minggu dan mereka pergi ke rumah sakit lebih awal. Sesampainya di kamar Rahmad ternyata tidak ada siapa pun kecuali Rahmad sendiri. Mereka berpikir mungkin Bu Tati pulang untuk mengambil barang yang ia perlukan. Mereka duduk disamping Rahmad yang sedang koma. Tiba-tiba kejadian yang mereka harapkan terwujud. Tangan Rahmad bergerak dan beberapa saat setelah itu Rahmad membuka matanya.

 “Ak…aku ada dimana?” tanya Rahmad dengan agak gagap. “Kamu ada di rumah sakit kawan. Dulu waktu kita ke rumahmu, kau pingsan dan kami membawamu ke sini!” jawab Lucy dengan tangisan bahagia “Berapa lama aku disini?” “2 minggu” jawab Reno. “Lama sekali, apa yang aku lakukan selama 2 minggu itu?” “Kau koma” “Ehm, ada yang aneh didalam diriku. Kenapa aku sekarang tidak lemas lagi? Siapa yang mendonorkan darahnya untukku?”

Reno tak menjawab tapi tersenyum, “Ren..Reno…ap..apa..apakah kamu? Aku sungguh berterima kasih kepadamu Reno” Rahmad pun langsung memeluk Reno, dan Lucy serta Danu ikut memeluk mereka berdua. Setelah Rahmad sehat, semua berlangsung seperti biasa, Reno semakin sayang kepada Rahmad, dan mereka berempat saling menyayangi satu sama lain. (Bersambung)

(Kontributor: Mathew Gunawan, Alumni XII IPA, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here