Suatu ketika, di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang indah nan megah, tahun ajaran baru dimulai. Banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di sekolah tersebut. Beberapa hari setelah pendaftaran, Layanan Orientasi Siswa (LOS) pun dimulai. Di sebuah gugus dipertemukanlah mereka. Ya, mereka adalah Lucy, Reno, Rahmad, dan Danu. Lucy adalah sosok wanita cantik nan pintar, dan hampir seluruh lelaki di sekolah menyukainya.

Reno adalah seorang anak pejabat. Dia juga trendy tapi sedikit sombong. Rahmad adalah seorang anak desa yang hijrah dari desanya untuk pergi ke kota karena mendapat beasiswa. Dia tergolong murid yang pintar. Sementara, Danu adalah seorang kapten basket dan Ketua Osis. Dia adalah anak paling aktif disekolahnya. Pada awalnya, mereka hanya biasa-biasa saja, tapi sejak mereka duduk berdekatan mereka semakin dan bersahabat akrab. Mereka selalu melakukan apapun bersama. Dari belajar, berangkat, dan pulang sekolah. Hingga jalan-jalan pun mereka selalu bersama.

Suatu saat Rahmad tidak masuk kesekolah. Entah apa yang terjadi, Lucy, Reno, dan Danu sangat khawatir dengan Rahmad bahkan mereka hampir ke rumah Rahmad untuk melihat apa yang terjadi. Namun, Reno melarangnya karena menurutnya dia tidak apa-apa. Satu minggu berlalu, tapi Rahmad tak kunjung masuk. Lucy dan Danu semakin khawatir dengan Rahmad. Sedangkan Reno hanya tenang-tenang saja. Lalu, Lucy memarahi Reno karena Reno tak memikirkan Rahmad sama sekali. Mereka adu mulut dan semakin lama semakin hebat pertengkaran.

“Sudahhhhh” Danu berteriak dengan keras, dan mereka berdua langsung diam sekejap, “Sekarang, bagaimana bila kita ke rumah Rahmad saja?” lanjut Danu. “Baiklah, apa kamu setuju Reno?” kata Lucy dengan nada sedikit marah, “Baiklah mau bagaimana lagi, dia kan juga sahabatku,” ucap Reno dengan tersenyum.

Mereka pun langsung berangkat ke rumah Rahmad menggunakan sepeda.  Setelah sampai, apa yang terjadi? Dari luar mereka melihat Rahmad terbaring lemah di sebuah kasur lapuk dengan muka yang begitu pucat. Spontan, Lucy, Reno dan Danu langsung menjatuhkan dan meninggalkan sepeda mereka dipinggir jalan. Lucy menangis dan bertanya, “Apa yang terjadi padamu Rahmad?” Dia bertanya berkali-kali kepada Rahmad, tapi Rahmad hanya menjawab dengan senyuman.

Reno dan Danu pun ikut menangis, mereka bertiga menangis disamping Rahmad yang hanya tersenyum sedari tadi. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu “Assalamualaikum, Rahmad!” “Waalaikumsalam,” Ternyata itu adalah Ibu Tati. Ibunya Rahmad. “Ada apa kalian kemari dan kenapa kalian menangis?” tanya Ibu kepada Reno,Lucy dan Danu. Namun, mereka tak menjawab dan meneruskan tangisan mereka .“Bu, Rahmad kenapa, kenapa Bu? Ada apa dengannya?” tiba-tiba Lucy bertanya dengan keadaan panik dan menangis tak henti-hentinya. “Ehm, Bagaimana ibu mengatakannya kepada kalian semua ya?” “Memangnya Rahmad sakit apa bu?” Tanya Reno dengan gelisah. “Ehm, Ehmmm…Rahmad…Rahmad …Rahmad menderita (bersambung)

(Kontributor: Mathew Gunawan, Alumni XII IPA, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here