Surabaya, KrisanOnline.Com – “Eh, sadar tidak sih kalau instagram itu dapat membantu kita belajar?” Pertanyaan menggelitik itulah yang mendorong kami untuk melakukan penelitian lebih jauh tentang ada tidaknya pengaruh media sosial pada remaja. Akhirnya, kami membuat sebuah judul penelitian “Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Belajar dan Prestasi Akademik Remaja.” Studi kasus di SMP Santa Maria Surabaya.

Krisanis, perkenalkan namaku Tiara dan partnerku adalah Asa. 22 Maret  2019, lalu adalah hari dimulainya perjalanan panjang kami. Lomba yang kami ikuti adalah Lomba Peneliti Belia (LPB) Provinsi 2019 yang merupakan lomba penelitian sosial di tingkat SMP dan SMA. Lomba ini dibimbing langsung oleh guru kami, Bapak Martinus.

Awalnya, kami diberi pengarahan tentang bagaimana melakukan penelitian yang baik dan benar. Minggu pertama, kami masih bingung dengan semua hal baru tersebut. Namun, menjelang minggu kedua dan seterusnya kami sudah mulai menguasai. Kami sadar bahwa perjalanan itu tidak mudah. Extended abstract pertama yang kami buat dan kami kirimkan pada 16 April 2019.

11 Juni 2019, hari pengumuman tiba. Kami sangat gembira karena penelitian kami meraih Juara 1 di bidang Sosiologi Tingkat Jawa Timur. Namun, lomba ini tidak berhenti sampai disini. Kami masih harus melanjutkan penelitian kami untuk dilombakan di tingkat Nasional. Kami melakukan penelitian dengan metode kualitatif  dengan membagikan kuisioner plus didukung wawancara mendalam serta observasi.

Satu bulan kemudian, hari pengumuman tiba. Puji Tuhan, kami meraih Juara 3 di tingkat Nasional. Kami juga termasuk salah satu kandidat peserta tim yang mewakili Indonesia di ICYSS (International Conference of Young Social Scientists) 2019 di Belgrade, Serbia.

Pembinaan pertama di Bandung sebagai tahap perkenalan dengan anggota tim Indonesia lainnya sekaligus menyempurnakan penelitian. Kami diberi masukan oleh para ahli. Kami juga berlatih presentasi dan cara menjawab pertanyaan dewan juri dengan baik. Kami merasa senang karena ternyata ada lembaga di Indonesia yang mau membantu generasi muda untuk berprestasi. Lembaga ini adalah CYS (Center for Young Scientists) yang merupakan lembaga yang membimbing peneliti-peneliti muda.

19 Agustus 2019, pembinaan ke-2 di Jakarta. Kami berlatih presentasi dan cara tampil dengan baik. 20 Agustus 2019, waktunya berangkat  ke Serbia. Perjalanan di pesawat 12 jam dari Indonesia ke Turki. Lalu, 2 jam menuju Serbia.

23 Agustus 2019, hari presentasi. Kami mendapat giliran presentasi sesi ke-2. Ketika presentasi, kami tidak grogi karena suasana perlombaan yang begitu friendly. Sorenya, ada pameran poster. Kami mempresentasikan poster dan dinilai oleh juri.

Krisanis, keesokan harinya, kami mengikuti Cultural Evening atau Malam Budaya. Setiap negara harusmenampilkan ciri khas dari negaranya masing-masing. Tim Indonesia memakai baju batik dan menari “Gemu Famire.” Kami mengajak peserta negara lain untuk menari bersama.Wah asyik dan seru! Hehehe…

Hari Minggu waktunya gala dinner,sekaligus pengumuman. Kami sangat gugup. Dan, ketika pengumuman tiba, upssss….Puji Tuhan, kami meraih Bronze Medal dan Gold Award Poster Presentation. Kami sangat senang. Perjuangan itu ternyata tidaklah sia-sia. Terima kasih Tuhan dan semua orang (orangtua kami, Ibu Detha selaku Kepala Satuan Pendidikan, guru kami Pak Martinus, dan teman-teman) yang telah mendukung kami untuk terus berprestasi sampai ke panggung Internasional.

(Kontributor: Tiara dan Asa, SMP Santa Maria Surabaya)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here