Surabaya, Krisanonline.com – Krisanis, ketika pertama kali saya diterima di SMA Santa Maria, kala itu sekolah langsung ada seleksi untuk perekrutan tim paduan suara SMA Santa Maria. Awalnya, saya merasa bahwa saya tidak memiliki bakat dalam bidang menyanyi. Namun, teman-teman dan kedua orangtua “memaksa” saya untuk mencoba mengikuti seleksi tersebut. Sebab, kakak saya telah tergabung ke dalam tim paduan suara sekolah sebelumnya. Ketika pada hari-H seleksi, saya memilih untuk “menjelek-jelekkan” suara saya dan mencoba tidak mengikuti tempo lagu saat proses seleksi. Akhirnya bisa ditebak, saat pengumuman, saya tidak diterima ke dalam anggota tim paduan suara.

Pada saat itu saya merasa senang karena tidak terpilih. Beberapa bulan kemudian diberitahukan kembali pada anak–anak bahasa bahwa ke depan nanti akan ada acara bulan bahasa  Jerman. Sekolah memerlukan perwakilan untuk mengikuti ajang ini. Lalu, saya diajak kembali oleh kakak kelas saya untuk bergabung. Awalnya saya ragu untuk bergabung, tapi karena desakan dari kakak kelas, akhirnya saya luluh juga

Saat saya mengikuti beberapa pelatihan padus, saya mulai menemukan diri saya, ternyata saya memiliki bakat menyanyi.  Sampai-sampai saya dan tim padus Sanmar pernah dimuat di Jawa Pos untuk kategori penampilan terbaik. Dan ketika masuk kelas XI saya memutuskan secara bulat untuk masuk ke dalam tim paduan suara sekolah dan diterima tergabung dalam tim..

Dengan visi menambah pengalaman, saya pun telah beberapa kali ambil bagian dalam penampilan tim paduan suara untuk mewakili sekolah. Misalnya, sebagai pengiring dalam upacara 17-an, saat upacara di sekolah, ketika bertugas pada Misa Kudus di gereja, dan yang paling fresh saat acara kelulusan kakak kelas.

Manfaat lainnya saya juga memiliki banyak teman. Padahal dulu, saya hanya memiliki “segelintir” teman yang bisa dihitung. Kini, saya juga lebih berani untuk tampil menunjukkan suara saya di depan umum.  Tak lupa lewat Padus, saya juga bisa belajar berorganisasi dan melatih tanggung jawab dengan apa yang saya pilih selama ini.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya saya menemukan nilai-nilai hidup yang baik. Misalnya, manfaatkanlah segala kesempatan yang datang kepadamu dan jangan pernah berhenti untuk memperjuangkannya. Ayo, kalau kamu?

(Kontributor : Ferry Jonathan, Siswa Jurusan Bahasa, SMA Santa Maria Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here